Beranda Keislaman Muamalah Bagaimana Hukum Mengiring Jenazah Sambil Membaca Dzikir?

Bagaimana Hukum Mengiring Jenazah Sambil Membaca Dzikir?

Harakah.id – Di Indonesia, ada kebiasaan mengiring jenazah sambil membaca dzikir-dzikiran. Bagaimana hukumnya?

Mengiringi jenazah termasuk hak seorang muslim atas muslim lainnya. Rasulullah SAW menyatakan: “Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: bila engkau menjumpainya, maka ucapkanlah salam kepadanya, jika ia mengundangmu, maka sambutlah, bila meminta nasehat kepadamu, nasehatilah, jika ia bersin dan memuji Allah SWT, maka do’akanlah, dan bila ia sakit, tengoklah, serta bila ia mati, iringilah jenazahnya.” (HR.Muslim)

Dalam memenuhi hak sesama Muslim yang telah wafat, perjalanan seorang Muslim untuk mengantarkan jenazah menuju liang lahat senantiasa bercermin pada petunjuk Rasulullah SAW yang merupakan suri tauladan umat Islam. Petunjuk terkait hal ini pasti ada, lantaran kematian sahabat Nabi sudah terjadi sebelum Rasulillah SAW wafat.

Dengan diawali imam yang memimpin tahlil: laailaaha illallaah muhammadurrasuulullah 3 kali dan disambut hadirin, lalu berangkatlah peti jenazah. Selanjutnya, para pengantar jenazah ke makam, ada yang bersama-sama melantunkan tahlil sepenjang jalan sampai ke makam. Ada yang tenang-tenang saja, bahkan ada yang pelan-pelan bercengkrama, kadang diselingi canda dan tawa. Orang-orang Indonesia, terutama di desa-desa, mengiringi jenazah dengan cara yang hangat dan pembacaan tahlil sepenjang jalan menuju pemakaman.

Zikir yang mereka kumandangkan itu berdasar pada keterangan;

Pertama, “Makruh hukumnya meninggikan suara ketika membaca ayat-ayat Al-Qura’an, zikir, dan shalawat. Tetapi Imam Al-Madabighi berpendapat: hukum makruh di atas terkait kondisi dan situasi di masa awal islam. Sekarang zamannya sudah beda, tidak apa-apa, justru menambah syiar, khusunya bagi si mayit atau jenazah.”

Kedua, disebutkan “para pengantar jenazah yang berjalan kaki disunnahkan berjalan di depan keranda atau di dekatnya sambil berjalan cepat dan berpikir tentang dan sesudah mati. Tapi tidak disunnahkan bagi para pengantar jenazah untuk gaduh, bercakap-cakap urusan dunia, apalagi dengan suara keras, kecuali melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an, membaca zikir, atau shalawat kepada Nabi karena yang ini menambah syiar bagi si mayit”.

Ketiga, disebutkan pula “bahaya/fitnah seperti yang banyak terjadi disebabkan diantara para pengantar jenazah ada yang sibuk berbincang urusan duniawi, bahkan terkadang ada yang ngerumpi. Maka, sebaiknya pengantar jenazah mengiringi pemberangkatannya dengan zikir agar bisa mengurangi obrolan duniawi sekaligus mengurangi hal-hal negatif lainnya.”

Begitulah hukum dan anjuran yang disampaikan para ulama terkait dengan tradisi atau apa yang harus dilakukan ketika mengantar dan mengiringi jenazah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...