Bagaimana Hukumnya Shalat Idul Adha Sendiri Tanpa Berjamaah

0
148

Harakah.idMelakukan shalat sunnah Idul Adha secara munfarid (sendirian) adalah diperbolehkan dalam agama.

Hukumnya Shalat Idul Adha Sendiri. Shalat Idul Adha merupakan salah satu shalat yang dianjurkan dalam Islam. Shalat ini dianjurkan dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Para ulama menjelaskan bahwa hukum shalat Idul Adha adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).

Dasar anjuran shalat Idul Adha adalah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari.

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يخْرج يومَ الفِطر والأضْحَى إلى المصَلى، فأوَلُ شيء يبدَأ بِهِ الصلاةُ، ثم يَنصَرِف، فيقومُ مقابلَ الناسِ، والناسُ جًلوسٌ على صُفوفِهم، فيعظهمْ ويُوصِيهِمْ ويَأمُرُهُم،

Dari Abu Sa’ud Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju tempat shalat. Yang pertama dilakukan adalah shalat. Setelah selesai shalat, beliau berdiri menghadap orang-orang. Orang-orang duduk dalam barisan-barisan mereka. Rasulullah SAW memberi nasihat, wasiat dan memerintahkan mereka berbuat kebaikan. (HR. Al-Bukhari).

Dalam hadis ini disebutkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan shalat Idul Adha, lalu beliau berkhutbah memberi nasihat dan wasiat. Perbuatan Nabi SAW –sebagaimana diceritakan sahabat Abu Sa’id Al-Khudri, dalam ilmu hadis disebut dengan istilah hadis fi’li. Sekalipun beliau tidak menyatakan bahwa shalat yang beliau lakukan ini dianjurkan untuk umatnya, perbuatan beliau tersebut sudah cukup sebagai dasar bahwa kita didorong untuk melaksanakannya sebagaimana Nabi SAW melaksanakannya. Karena tidak ada perintah yang tegas, dorongan melakukan tersebut tidak bersifat wajib atau keharusan. Shalat Sunnah Idul Adha, demikian shalat tersebut dinamai.

Nabi SAW dan para sahabatnya melaksanakan shalat tersebut secara berjamaah. Hampir tidak pernah tidak berjamaah. Karena itu, dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah. Tetapi, bukan berarti jika seseorang melakukannya sendirian dilarang. Tidak. Melakukan shalat sunnah Idul Adha secara munfarid (sendirian) adalah diperbolehkan dalam agama. Imam Ibnu Qasim Al-Ghazi (w. 918 H.) dalam kitab Fathul Qarib Al-Mujib Syarah Alfazh Al-Taqrib,

. وتُشرع جماعةً، ولمنفرد ومسافر، وحُرٍّ وعبد، وخنثى وامرأة،

Shalat sunnah Idul Adha disyariatkan dilakukan secara berjamaah. Dan boleh dilakukan oleh orang yang munfarid (shalat sendiri), musafir, orang merdeka, budak, khuntsa dan perempuan. (Fathul Qarib, hlm. 102).

Berdasarkan keterangan Imam Ibnu Qasim ini jelas bahwa shalat sunnah Idul Adha boleh dilakukan secara sendiri, sekalipun pada mulanya dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Artinya, ketika kita melakukannya sendiri, di rumah atau dimana pun kita berada, tidak berjamaah, shalat yang kita lakukan adalah sah dan mendapat pahala kesunnahan.

Terlebih pada masa pandemi covid-19 seperti saat ini. Kita dianjurkan beraktifitas di dalam rumah dibanding di luar rumah yang rawan terjadi kerumunan. Menjalankan protokol kesehatan adalah perbuatan baik yang jika diniati dengan baik akan berpahala yang tidak kalah besar dengan pahala berjamaah. Mematuhi protokol kesehatan adalah upaya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Menjaga keselamatan merupakan tujuan utama diturunkannya ajaran agama. Sekalipun kita tidak bisa melaksanakannya secara berjamaah, karena situasi Covid-19, kita masih bisa melaksanakannya secara sendiri di rumah. Atau berjamaah dengan keluarga sendiri di rumah. Kita mendapatkan pahala karena melaksanakan shalat sunnah Idul Adha, sekaligus menjaga keselamatan diri, keluarga dan orang-orang di sekitar kita.

Demikian Hukumnya Shalat Idul Adha Sendiri Tanpa Berjamaah. Semoga artikel “Bagaimana Hukumnya Shalat Idul Adha Sendiri Tanpa Berjamaah” ini menambah wawasan kita. Semoga Idul Adha 2021 ini kita tetap dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan ibadah sunnah setahun sekali ini. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga keselamatan sesama.