Beranda Keislaman Ibadah Bagaimana Jika Kita Tertinggal Shalat Id Berjamaah di Mesjid? Begini Tuntunan Menurut...

Bagaimana Jika Kita Tertinggal Shalat Id Berjamaah di Mesjid? Begini Tuntunan Menurut Mazhab Syafi’i

Harakah.idBagaimana jika dalam situasi tertentu seseorang tidak bisa mengerjakan shalat Id dengan cara berjamaah, misalnya karena terlambat bangun tidur atau keadaan lain yang menghalangi kita untuk berangkat ke masjid? Berikut jawabannya menurut pandangan mazhab Syafi’i.

Shalat sunat hari raya umumnya dikerjakan secara berjamaah di masjid atau lapangan. Akan tetapi bagaimana jika dalam situasi tertentu seseorang tidak bisa mengerjakan shalat Id dengan tata cara tersebut, misalnya karena terlambat bangun tidur atau keadaan lain yang menghalangi kita untuk berangkat ke masjid? Berikut jawabannya menurut pandangan mazhab Syafi’i.

Jika kita tertinggal atau terhalang dari melaksanakan shalat Id secara berjamaah, tidak otomatis kehilangan kesempatan untuk mengerjakannya. Berjamaah pada shalat Id adalah kesunnahan, namun pada dasarnya ia tetap selayaknya shalat sunat biasa yang dapat dikerjakan secara sendirian di rumah dan tanpa khutbah. Selama waktu pelaksanaanya belum habis. Imam nawawi dalam kitab Al-Majmu’ (5/7) menjelaskan :

إِنْ فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْعِيدِ مَعَ الْإِمَامِ صَلَّاهَا وَحْدَهُ وَكَانَتْ أَدَاءً مَا لَمْ تَزُلْ الشَّمْسُ يَوْمَ الْعِيدِ وَأَمَّا مَنْ لَمْ يُصَلِّ حَتَّى زَالَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ فَاتَتْهُ

Artinya: jika seseorang terluput dari mengerjakan shalat Id bersama imam, maka ia dapat mengerjakannya sendiri. Shalat Id masih dapat dikerjakan selama matahari berlu tergelincir. Baru jika matahari telah tergelincir dan seseorang belum mengerjakannya, maka ia telah sama sekali terlupu dari shalat Id.

Lalu bagaimana jika waktu shalat Id telah berlalu dan seseorang belum mengerjakannya, apakah shalat Id dapat diqadha? Ada khilaf pendapat di internal ulama mazhab Syafi’I terkait masalah ini, namun pendapat yang paling shahih menurut Imam Nawawi adalah shalat Id tetap sunat untuk diqadha jika waktu pelaksanaanya telah lewat. Imam nawawi menjelaskan:

هَلْ يُسْتَحَبُّ قَضَاؤُهَا فِيهِ الْقَوْلَانِ السَّابِقَانِ فِي بَابِ صَلَاةِ التَّطَوُّعِ فِي قَضَاءِ النَّوَافِلِ (أَصَحُّهُمَا) يُسْتَحَبُّ

Artinya: apakah shalat Id sunnah untuk diqadha jika ia sudah terlewat waktunya? Ada dua pendapat dalam masalah ini, sebagaimana khilaf yang berlaku dalam masalah hukum qadha pada shalat sunat secara umum. Namun pendapat Ashah dalam hal ini adalah sunat untuk diqadha.

Bahkan menurut pendapat yang shahih dalam mazhab Syafi’I, shalat Id yang tertinggal sunat untuk diqadha sampai kapan pun, bahkan jika telah lewat selama puluhan tahun. Artinya jika seseorang telah berumur 50 tahun misalnya dan ia teringat bahwa pada usia 25 tahun ia pernah tertinggal shalat Id, ia tetap sunat untuk mengqadhanya meski pun waktunya telah berlalu sangat lama. Imam Nawawi menjelaskan:

قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّ الصَّحِيحَ مِنْ مَذْهَبِنَا أَنَّهَا يُسْتَحَبُّ قَضَاؤُهَا أَبَدًا

Artinya: telah kita jelaskan pendapat yang shahih dalam mazhab kita bahwa shalat Id sunat untuk diqadha, dan sunat qadha ini berlaku untuk selama-lamanya.

Demikian penjelasan ulama mazhab Syafi’i terkait bagaimana solusi ketika kita ketinggalan shalat Id. Intinya adalah, kita boleh mengerjakannya secara munfarid di rumah. Bahkan ketika waktunya telah habis, kita boleh mengerjakannya secara qadha’ (tidak pada waktunya).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...