fbpx
Beranda Khazanah Bagaimana Jika Konstanta yang Allah Ciptakan Untuk Menjaga Keteraturan Alam Semesta Berubah?

Bagaimana Jika Konstanta yang Allah Ciptakan Untuk Menjaga Keteraturan Alam Semesta Berubah?

Harakah.idAda hukum fisika berupa konstanta-konstanta yang membuat alam semesta bergerak secara teratur dan dinamis. Konstanta-konstanta yang kasat mata, yang diciptakan Allah untuk ummat manusia.

Sudah semestinya kita sebagai seorang hamba untuk meyakini keberadaan Allah SWT. Keberadaan makhluk atau ciptaan bisa menjadi salah satu dalil aqli keberadaan Sang Pencipta. Alam Semesta dan makhluk-makhluk lainnya bisa kita jadikan sebagai objek untuk merenungi kebesaran Allah SWT. Bisa kita amati, alam semesta yang begitu besarnya, dan juga butiran atom dan sel yang memiliki fungsi dan peranan penting dalam kehidupan. Apakah semua itu dibuat hanya asal-asalan? Tentu saja tidak! Semua itu diciptakan dengan sangat teratur. Bahkan tidak hanya itu, dari segi ukuran pun sangat diperhitungkan. Kita sebagai manusia, terkadang sering melakukan kesalahan dalam melakukan sesuatu. Allah SWT mustahil melakukan kesalahan dalam menciptakan makhluk-Nya, maka dari itu kita bisa mengamati bagaimana keteraturan alam semesta ini diciptakan.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al – Furqon ayat 2 :

ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا 

Artinya : “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”

Baca Juga: Posisi Bintang Tsurayya dan Pengaruhnya Terhadap Corona

Imam Jalalain di dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan faqoddarohu taqdiiron adalah سواه تسوية yang artinya secara tepat dan sempurna. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan ayat tersebut, bahwa Allah SWT telah menciptakan segala sesuatu dan memberikan ukuran dan aturan yang sangat cermat kepada masing-masing berupa rahasia-rahasia yang dapat menjamin keberlangsungan tugasnya secara teratur (sistematis).

nucare-qurban

Allah SWT menciptakan makhluk dari yang terkecil (dzarroh), hingga makhluk yang terbesar. Para ilmuwan terdahulu sampai saat ini terus menerus melakukan penelitian mengenai fenomena-fenomena yang ada di alam semesta ini. Dengan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, keteraturan yang Allah ciptakan di alam semesta ini dibuat menjadi sederhana oleh para ilmuwan agar bisa dipahami oleh masyarakat pada umumnya.

Salah satu contoh sederhananya adalah bagaimana Sir Isaac Newton (1642-1727) menemukan hukum Gravitasi, yang idenya ia temukan dari sebuah apel yang jatuh. Pada dasarnya, hukum gravitasi ini menjelaskan bahwa setiap benda yang berada di atas permukaan bumi akan tertarik ke bawah diakibatkan oleh adanya gravitasi bumi. Percepatan gravitasi di permukaan bumi ini berbeda-beda (berada pada rentang 9-10 m/s^2), namun sering sekali dibulatkan menjadi 10 m/s^2. Hukum Gravitasi di bumi dan di bulan sudah tentu berbeda. Ini merupakan sebuah keteraturan yang Allah ciptakan melebihi kemampuan kita sebagai makhluk.

Ketika Allah berkehendak dengan kun fayakunnya untuk mengubah gravitasi bumi ini, maka konstanta-konstanta alam semesta lainnya pun akan ikut berubah, sehingga bumi yang kita tinggali saat ini belum tentu layak untuk dihuni oleh makhluk hidup. Pada hakikatnya manusia dapat melakukan segala aktivitasnya termasuk ibadah di atas permukaan bumi merupakan sunatulloh dan atas keteraturan yang Allah ciptakan, yang kita sebagai manusia pahami sebagai hukum gravitasi. Ilmu Allah yang begitu luasnya, karena dengan manusia dapat memahami hukum gravitasi ini, sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern ini.

Salah satu bukti keteraturan lain yang Allah SWT ciptakan adalah tentang konsep cahaya. Albert Einstein (1879-1955) yang mengemukakan bahwa kecepatan cahaya sebesar 299,792 km/s, yang sering dibulatkan menjadi 3 x 10^8 m/s.  Kecepatan cahaya ini didefinisikan oleh manusia, sehingga dapat dipahami bahwa besarnya 3 x 10^8 m/s. Bagaimana jika kecepatan cahaya ini diubah?

Contoh sederhananya adalah cahaya matahari yang sampai ke permukaan bumi. Jikalau Allah berkehendak agar kecepatan cahaya tersebut menjadi lebih kecil, maka akibatnya belum tentu cahaya matahari ini akan sampai ke permukaan bumi. Sehingga bumi akan gelap gulita dan suhu dipermukaan bumi pun akan sangat menurun, maka tidak mungkin ada kehidupan di permukaan bumi ini. Dan jikalau Allah berkehendak untuk menaikan kecepatan cahaya, maka energi cahaya matahari yang sampai ke bumi ini akan begitu sangat tinggi, sehingga akan mengubah suhu, tekanan di atmosfer, bahkan tekanan di permukaan bumi, yang sederhananya mengakibatkan bumi seolah akan terbakar, dan kondisi seperti ini pun tidak lah mungkin adanya kehidupan. Namun, Allah SWT menciptakan segala sesuatu dengan sangat teratur, sehingga bumi ini layak untuk kita huni.

Allah SWT menciptakan konstanta-konstanta alam semesta dengan sangat teratur dan sistematis. Semuanya telah Allah atur sedemikian rupa sehingga kita sebagai manusia dapat menjadi kholifah fil ‘ardl. Kita pun dapat mengolah dan menikmati segala sesuatu yang telah sediakan di alam ini karena keteraturan yang sangat sempurna yang Alloh ciptakan. Maka layaklah Allah SWT dalam Q.S. Ar-Rahman mengulang-ngulangi perkataannya, “Maka nikmat tuhan kalian mana lagi yang kalian dustakan?”.

Ketika Allah SWT berkehendak untuk mengubah salah satu konstanta alam semesta, maka konstanta-konstanta lainnya pun akan ikut berubah. Alam semesta bahkan jagat raya ini akan hancur lebur dan tidaklah mungkin ada kehidupan. Allah SWT telah menjamin keteraturan yang Ia ciptakan. Sehingga bumi yang kita huni saat ini masih dapat berdiri kokoh, hingga sampai saatnya kehancuran tiba pada hari kiamat kelak. Wajib hukumnya bagi kita untuk menjaga alam ini. Itu merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita atas keteraturan alam semesta yang telah Allah ciptakan.

- Advertisment -

REKOMENDASI

Berpotensi Besar Melahirkan Kecongkakan Sosial, Para Sufi Kritik Ritual Ibadah Haji

Harakah.id - Ketika berhaji diniatkan hanya untuk mendapatkan status sosial, maka sejatinya ia telah hilang dari visi awal ibadah haji itu...

Meskipun Kontroversial, Soal Etika Beragama, Kita Harus Belajar Kepada Vicky Prasetyo

Harakah.id - Sedang marak berita penahanan Vicky Prasetyo. Meski kontroversial, Vicky tetap bisa kita jadikan acuan soal etika beragama. Dalam sebuah...

Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Harakah.id - Ada amalan lain yang disunnahkan bagi umat Islam pada bulan Dzul Hijjah, yaitu berpuasa. Di Bulan ini, kita sangat...

Lima Nilai Keutamaan Bulan Dzul Hijjah yang Harus Kamu Ketahui!

Harakah.id - Pada dasarnya, semua hari maupun bulan itu sama. Hanya kualitas perbuatan pribadi masing-masing saja yang membedakannya. Akan tetapi, Islam...

TERPOPULER

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Satu Kata dalam Al-Quran Yang Cara Bacanya Aneh

Harakah.id - Di antara kata Alquran terdapat kata yang cara bacanya tidak lazim. Berikut adalah contohnya. Membaca Alquran harus...

Jangan Tertipu, Ini 10 Ciri-Ciri Al-Mahdi yang Datang di Akhir Zaman

Harakah.id ­- Keterangan datangnya dan ciri-ciri Al-Mahdi bersumber dari hadis-hadis Nabi Saw. Di antara tanda-tanda akhir zaman adalah...