Beranda Headline Bagaimana Pandangan Al-Qur’an Terhadap Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan?

Bagaimana Pandangan Al-Qur’an Terhadap Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan?

Harakah.id Sebagai agama yang anti kekerasan, Islam adalah salah satu agama yang turut menyerukan penghapusan kekerasan seksual. Termasuk pelecehan seksual.

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus pelecehan sesksual atau pencabulan. Salah satu contohnya yang viral di sosial media, yang diperkirakan terjadi satu bulan yang lalu mengenai kasus pelecehan Dosen kepada Mahasiswi di Universitas Andalas.

Pelaku berinisial Kc memaksa untuk mencium korban berkali kali bahkan ada laporan mahasiswi yang diperkosa. Dalam kasus tersebut diperkirakan korban berjumlah 8 orang. Dosen tersebut melakukan aksi pelecahan seksual dengan ancaman tidak meluluskan mata kuliah yang diampunya.

Kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan terhadap martabat kemanusiaan, serta bentuk diskriminasi yang harus dihapuskan.

Kekerasan seksual menimbulkan dampak luar biasa kepada korban, meliputi penderitaan psikis, kesehatan, ekonomi, dan sosial hingga politik. Dampak kekerasan seksual sangat mempengaruhi hidup korban. Dampak semakin menguat ketika korban adalah bagian dari masyarakat yang marginal secara ekonomi, sosial dan politik,  ataupun  mereka yang memiliki kebutuhan khusus, seperti orang dengan disabilitas dan anak.

Hingga kini hukum positif belum mampu memberikan perlindungan komprehensif korban. Termasuk di dalamnya menjamin kerugian fisik dan psikis korban, rehabilitasi korban dan juga pelaku, belum mampu melindungi hak-hak korban, menangani kasus secara komprehensif, dan mencegah keberulangan terjadinya kejahatan seksual.

Sebagai agama yang anti kekerasan, Islam adalah salah satu agama yang turut menyerukan penghapusan kekerasan seksual, mulai dari pelecehan seksual sampai pada perbudakan dan eksploitasi seksual. Islam mengharamkan segala bentuk kekerasan dan penindasan termasuk kejahatan seksual. Allah SWT berfirman ;

وَلَا تُكْرِهُوْا فَتَيٰتِكُمْ عَلَى الْبِغَاۤءِ اِنْ اَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِّتَبْتَغُوْا عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَمَنْ يُّكْرِهْهُّنَّ فَاِنَّ اللّٰهَ مِنْۢ بَعْدِ اِكْرَاهِهِنَّ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

” Dan janganlah kamu paksa hamba sahaya perempuanmu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri menginginkan kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan kehidupan duniawi. Barang siapa memaksa mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (kepada mereka) setelah mereka dipaksa.” (QS. An-Nur 24: Ayat 33)

Ayat ini mencerminkan bagaimana Islam menghormati hak perempuan dalam menjaga dan mempertahankan kesucian dirinya. Dengan begitu, tindakan melanggar hak perempuan tersebut secara otomatis dikecam oleh Al Qur’an.

Kebanyakan korban kekerasan seksual adalah perempuan dan anak perempuan sehingga kekerasan sesksual juga merupakan kekerasan berbasis gender yang menyasar pada manusia karena jenis kelaminnya perempuan atau mengalami diskriminasi karena relasi kuasa yang timpang. Kejahatan seksual yang sering menyerang perempuan ini juga disampaikan dalam Q.s An Nur ayat 30 ;

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

Ayat ini secara tegas ditujukan kepada para lelaki. Penyebutan tersebut tentunya tidak lepas dari realita bahwa mayoritas korban kekerasan seksual adalah perempuan.

Mufti mesir, Syauqi Ibrahim Allam dalam kitabnya Al Mujiz fi Qawaid Al Fiqh Al Kulliyah menyatakan; “Kekerasan seksual terhadap perempuan termasuk dosa besar, dan tindakan yang paling keji dan buruk dalam pandangan syari’at. Kekerasan seksual hanya lahir dari jiwa jiwa yang sakit dan birahi birahi rendahan sehingga keinginannya hanya menghamburkan syahwat dengan cara binatang, diluar logika dan nalar kemanusiaan “

Betapa sempurna Islam sebagai suatu sistem kehidupan karena perempuan dalam Islam harus dimuliakan dan dijaga martabat dan kehormatannya. Tentunya jika Islam benar benar diterapkan dalam kehidupan, perempuan akan terjaga dan terjamin keselamatannya. Demikian Pandangan Al-Qur’an Terhadap Pelecehan Seksual.

Artikel kiriman dari Lia Angelina Br Silalahi, Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, IAIN Langsa, Aceh.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...