Beranda Keislaman Ibadah Bagi Tenaga Medis Corona Yang Mau Salat, Ambil Wudhu Sekenanya Aja. Gak...

Bagi Tenaga Medis Corona Yang Mau Salat, Ambil Wudhu Sekenanya Aja. Gak Usah Ya Gak Papa…

Harakah.Id – Tenaga Medis Covid harus mengenakan APD yang nampak seperti baju astronot agar tidak terpapar virus. APD gak boleh dilepas. Sekali dilepas ya ganti baru. Lalu bagaimana cara mereka salat? Bagaimana cara wudhunya? Ya sekenanya aja… Gitu aja kok repot

Petugas medis adalah salah satu tombak pencegahan dan penanggulangan wabah Covid-19. Meskipun berstatus tenaga medis, mereka justru adalah pihak-pihak yang memiliki resiko besar terpapar virus. Untuk mencegah terjadinya penularan, ada protokol penggunaan ADP bagi tenaga medis. Yakni seperangkat peralatan yang terdiri dari masker, baju hazmat, penutup kepala dan wajah dan sarung tangan. Peralatan sekali pakai itu tak jarang meletak di tubuh para perawat dan dokter selama berjam-jam. Dalam kasus seperti ini, bagaimana tatacara bersesuci yang harus mereka lakukan ketika hendak shalat?

Dalam keadaan normal, berwudhu harus memenuhi seluruh rukunnya. Dari niat, mengusap wajah, membasuh kedua tangan, mengusap kepala, dan mengusap kedua kaki secara tertib. Apabila tenaga medis berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk berwudhu secara normal, maka seluruh rukun yang ada harus ditunaikan.

Namun, jika kondisi dan situasinya tidak memungkinkan, maka mereka boleh mengusap seluruh bagian dengan menggunakan air tanpa harus membuka baju hazmatnya. Karena konon, baju hazmat yang telah dipakai dan direkatkan tidak lagi dapat dibuka sedikitpun karena akan memberi ruang bagi virus untuk masuk. Praktek semacam ini biasa dilakukan dalam protokol massu al-khuffayn (membasuh sepatu) yang biasa diterapkan sebagai ganti membasuh kaki ketika dalam safar dan menyulitkan musafir untuk membuka sepatunya.

Namun jika menggunakan air tidak diperkenankan dalam protokol keamanan tenaga medis, maka praktek bersesuci bisa diganti dengan tayammum. Jika baju hazmat tidak diperkenankan dibuka, maka tayammum boleh dilakukan dengan mengusapkan debu ke pakaian yang menutupi bagian tubuh.

Dan jika praktek tayammum juga tidak diperkenankan dalam protokol ADP, maka tenaga medis boleh melakukan salat tanpa harus melakukan bersesuci. Kondisi semacam ini, dalam kitab-kitab fikih, disebut sebagai “faqid al-thahurayn” (Kifayatul Akhyar, h. 63). Maka tidak masalah bagi mereka yang berada dalam kondisi semacam ini untuk salat tanpa harus melakukan bersesuci.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...