Bahasa Adalah Bukti Allah Memuliakan Manusia, Begini Penjelasan Al-Quran

0
309

Harakah.idBahasa yang Allah ajarkan kepada Nabi Adam, menunjukan bahwa manusia lebih Allah muliakan dari Malaikat.

Kita sebagai manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Diciptakan ada perempuan dan laki-laki. Dan diciptakan pula agar saling mengenal satu sama lain. Sebagimana yang terdapat dalam Quran surat Hujurat ayat 13:

يأيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلنكم شعوبا و قبائل لتعارفوا

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.

Sebelumnya akan dibahas sedikit kenapa ada dua kata fiil yaitu خلق dan جعل. Kalau kita cermati lafadz خلق diikutinya dengan perempuan dan laki-laki, sedangkan جعل diikutinya dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Ini bisa diartikan kalau laki-laki dan perempuan itu mutlak qodo atau ketetapan dari Allah sedangkan berbangsa dan bersuku tidak sepenuhnya ditetapkan oleh Allah dengan kata lain kita masih diberi qudroh untuk memilih dan melakukan kebijakan sendiri.

Kita diciptakan juga berpasang-pasangan, dahulu kakek buyut kita, Nabi Adam AS. merasa sendiri di surga, kemudian Allah menciptakan sayyidatuna Siti Hawa sebagai pasangannya di Surga agar dia tidak kesepian. Dalil Quran yang menjelaskan tentang manusia diciptakan berpasang-pasangan adalah Quran surat Nisa’ ayat 1

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس وحدة وخلق منها زوجها

Wahai manusia, bertaqwalah kalian kepada Tuhan kalian yang telah menjadikan kamu satu diri kemudian Ia jadikan dari padanya pasangannya.

Kemudian manusia juga diciptakan sebagai manusia sosial, artinya butuh pertolongan orang lain dan adakalanya juga harus memberi pertolongan ke orang lain. Sebagaimana dalam Quran surat Taubah ayat 71

والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض

Dan orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian lain.

Kalau dilihat dari keterangan di atas, kita sebagai manusia butuh akan adanya komunikasi satu sama lain. Kita tidak bisa saling mengenal kalau tidak adanya komunikasi, kita tidak bisa mendapatkan jodoh kalau tidak adanya komunikasi, kita juga tidak dapat saling tolong menolong tanpa adanya komunikasi pula. Oleh karenanya komunikasi berperan sangat penting dalam hidup kita. Kemudian dengan apa kita berkomunikasi? Jawabannya adalah dengan bahasa. Ya, dengan bahasa kita jadi paham apa yang dimaksud dan apa yang diinginkan seseorang kepada kita.

Kemudian, apasih bahasa itu? Menurut Plato bahasa adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantara onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut. Jadi bisa disimpulkan bahasa adalah sisteem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi yang dipakai sebagai alat komunikasi.

Bahasa adalah sesuatu yang telah di sepakati susunannya. Susunan ini disepakati dengan kebiasaan atau dengan suatu kaidah tertentu. Dan susunan masing-masing bahasa ini berbeda antara satu sama lain. Sebagai contoh bahasa Indonesia dan bahasa Arab, bahasa Indonesia mempunyai kaidah mendahulukan subjek atau pekerja sedangkan dalam bahasa arab mempunyai kaidah mendahulukan fiil atau kata kerja.

Setiap negara memiliki bahasa masing-masing, bahkan sampai setiap daerah dan suku pun memiliki bahasanya masing-masing. Orang jawa ketika diajak bicara orang sunda pasti tidak akan paham karena bahasa mereka berbeda. Untuk bisa menguasai bahasa asing ada diantaranya dua cara, yang pertama mempelajari kaidah-kaidah dan susunan bahasa tersebut, dan yang kedua kita langsung praktek atau langsung terjun ke lingkungan dan belajar otodidak dengan kebiasaan mendengar serta mengamati karakteristik bahasa asing tadi.

Bahasa sudah ada sejak zaman nabi Adam AS. sebagaimana dalam Quran Surat al-Baqarah ayat 31, yang mana di sana dijelaskan bahwasanya Allah mengajarkan Nabi Adam nama-nama (suatu benda)  secara langsung. Ada tafsir menjelaskan bahwa disitu Allah secara langsung mengajari Adam nama-nama suatu benda, seperti angin, batu, pohon, hewan dan lain-lainnya. Dan hal ini bisa kita sebut sebagai bahasa. Dan di kelanjutan ayatnya Allah menantang malaikat untuk menyebutkan nama-nama seperti yang telah diajarkan Allah kepada nabi Adam tadi. Dan dari sini pula dapat diambil sebuah kesimpulan dengan nama-nama yang diajarkan oleh Allah tadi kepada Nabi Adam atau dengan kata lain bahasa yang Allah ajarkan kepada Nabi Adam, menunjukan bahwa manusia lebih Allah muliakan dari Malaikat.

Subhanallah bukan, begitu mulianya bahasa sehingga bisa meninggikan derajat manusia atas malaikat.