Beranda Keislaman Ibadah Beberapa Catatan Pemulasaraan Agar Jenazah Pasien Corona Tidak Membahayakan

Beberapa Catatan Pemulasaraan Agar Jenazah Pasien Corona Tidak Membahayakan

Harakah.id – Jenazah pasien Corona wajib diurus sebagaimana biasanya, dengan catatan mengikuti protokol yang telah ditetapkan pakar medis guna mencegah terjadinya penyebaran virus. Kalau seluruh protokol telah dilakukan, haram bagi orang yang masih hidup untuk menolak pemakaman jenazah tersebut di area tinggalnya.

Pada tanggal 21 Maret 2020, Lembaga Bahsul Masail Nahdlatul Ulama mengeluarkan edaran hasil Bahsul Masail mengenai Fikih Pemulasaraan Pasien Covid-19. Beberapa poin penting yang dihasilkan sebagai berikut:

Pertama, pasien atau korban Covid-19 dikategorikan sebagai syahid fil akhirah. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam hadis riwayat Muslim yang mengatakan bahwa mereka yang meninggal karena wabah adalah para syuhada’. Maka yang patut diingat, status syahid tidak hanya diberikan kepada mereka yang mati di medan perang, namun juga disematkan kepada mereka yang mati terpapar wabah.

Kedua, jenazah pasien Covid-19 Muslim memiliki kedudukan dan perlakuan yang sama dengan jenazah muslim pada umumnya, yaitu wajib dimandikan, dikafani, disalati, dan dimakamkan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzzab.

Ketiga, cara memandikan jenazah dilakukan dengan peralatan yang bisa mencegah penularan serta dilakukan oleh profesional dan tenaga medis dengan mengikuti seluruh protokol yang telah dibuat oleh pakar medis untuk mencegah penularan virus. Maka, jenazah boleh dimandikan hanya dengan menggunakan air, atau tanpa menggunakan air atau bahkan tanpa dimandikan sekalipun. Praktek memandikan selamanya harus mengikuti arahan dari petugas medis.

Keempat, begitu juga dengan praktek mengkafani dan memakamkan jenazah, seluruhnya harus mengikuti protokol kesehatan dan keamanan sesuai arahan ahli medis.

Kesimpulannya, jenazah pasien Covid-19 tetap memiliki hak untuk dimandikan, dikafani, disalati dan dimakamkan. Namun prakteknya, semua tahapan tersebut harus disesuaikan dengan protokol dan arahan tenaga medis untuk mencegah terjadinya penularan virus lebih lanjut.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...