Beranda Keislaman Akhlak Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Kaum Ustadz Jaman Now

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Kaum Ustadz Jaman Now

Harakah.idKemunculan fenomena ustadz-ustadz milenial di layar TV memang tak terelakkan. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan, utamanya jika kamu ingin jadi Ustadz

Di negara Indonesia para ahli agama atau ulama memiliki sebutan status sosial masing-masing dari masyarakat, salah satunya adalah sebutan ustad, atau lebih tinggi lagi yaitu kyai atau buya. Begitupun di luar negri, mereka lebih akrab memanggil gurunya yang sudah sepuh dengan panggilan syaikh, meski syaikh dalam bahasa arab dapat berarti orang yang sudah lansia juga.

Sudah tentu tugas seorang ustad adalah memberi nasihat kepada umat dengan jalur berceramah, namun ada pula yang mengajar di lembaga keagamaan atau biasanya pondok pesantren. Para ustad kebanyakan memiliki jamaah, atau santri, yang mana mereka menuntut ilmu kepada sang ustad untuk mendapatkan petunjuk dalam menjalani ibadah.

Sudah tentu para ustad lazimnya menuntun masyarakat serta jamaah dan para santri dengan nasihat-nasihatnya, namun jangan sampai lalai, bahwa ada beberapa perkara yang harus mereka hindari.

Imam an-Nawawi menyebutkan dalam kitabnya at-Tibyân fî Adâbi Hamalatil Qur`ân:

وَلْيَحْذَرْ كُلَّ الْحَذَرِ مِنْ قَصْدِهِ التَّكَثُّرَ بِكَثْرَةِ الْمُشْتَغِلِيْنَ عَلَيْهِ وَالْمُخْتَلِفِيْنَ إِلَيْهِ وَلْيَحْذَرْ مِنْ كَرَاهَتِهِ قِرَاءَةَ أَصْحَابِهِ عَلَى غَيْرِهِ مِمَّنْ يَنْتَفِعُ بِهِ

Hendaklah dia waspada agar tidak memaksakan supaya banyak orang yang belajar dan datang kepadanya, dan berwaspadalah agar dia tidak membenci murid-muridnya yang belajar kepada orang lain selain dirinya. (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâbi Hamalatil Qur`ân, Dar Ibn Hazm – Beirut, halaman 35)

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa perilaku di atas merupakan suatu musibah, karena perilaku diatas merupakan cerminan dari keburukan niatnya dan kerusakan batinnya. Barangkali seseorang yang tadinya ngaji kepadanya lalu pindah kepada ustad lain memiliki niat untuk menambah ilmu yang tidak didapatkan sebelumnya.

Dengan kebencian dirinya terhadap berkurangnya jamaah atau muridnya bagaikan cerminan bahwa dia tidak menginginkan keridhaan Allah SWT dengan pengajarannya itu. Sebab jika dia mengharap keridhaan Allah SWT tentu dia tidak akan membenci dan tetap santai jika jamaah atau muridnya berpindah pengajian, dan dia akan mengatakan kepada dirinya: “Aku menginginkan ketaatan dengan pengajarannya. Dengan belajar kepada orang lain dia ingin menambah ilmu, maka tidak ada yang salah dengan dirinya.”

Imam an-Nawawi mengutip nasihat Ali bin Abi Thalib dari Musnad ad-Darimi:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ يَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ أَوْ قَالَ يَا حَمَلَةَ الْعِلْمِ اِعْمَلُوْا بِهِ فَإِنَّمَا الْعَالِمُ مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَوَافَقَ عِلْمَهُ عَمَلَهُ وَسَيَكُوْنُ أَقْوَامٌ يَحْمِلُوْنَ الْعِلْمَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يُخَالِفُ عَمَلَهُمْ عِلْمَهُمْ وَتُخَالِفُ سَرِيْرَتَهُمْ عَلَانِيَتَهُمْ يَجْلِسُوْنَ حَلَقًا يُبَاهِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا حَتَّى أَنَّ الرَّجُلَ لَيَغْضَبُ عَلَى جَلِيْسِهِ أَنْ يَجْلِسَ إِلَى غَيْرِهِ وَيَدَعَهُ أُوْلئِكَ لَا تَصْعَدُ أَعْمَالَهُمْ فِي مَجَالِسِهِمْ تلْكَ إِلَى اللهِ تَعَالَى

Dari Ali bin Abi Thalib RA, beliau berkata: “Wahai orang-orang berilmu! Amalkanlah ilmumu karena orang alim itu ialah orang yang mengamalkan apa yang diketahuinya dan ilmunya sesuai dengan amalnya. Akan muncul orang-orang yang mempunyai ilmu, dan tidak melampaui tenggorokan mereka dan perbuatan mereka bertentangan dengan ilmu dan batin mereka bertentangan dengan perbuatan zahirnya. Mereka duduk di majelis-majelis dan sebagian mereka membanggakan diri kepada sebagian lainnya sampai ada orang yang marah kepada kawan duduknya karena belajar kepada orang lain dan dia meninggalkannya. Amal-amal yang mereka lakukan di majelis-majelis itu tidak akan sampai kepada Allah SWT. (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâbi Hamalatil Qur`ân, Dar Ibn Hazm – Beirut, halaman 36)

Nasihat Sahabat Ali bin Abi Thalib ini menjadi nasihat bagi para ustad, khusunya diri kita sendiri. Artinya jangan sekali-kali membenci orang yang belajar kepada orang lain.

Imam asy-Syafi, yang tak perlu dijelaskan lagi keilmuan beliau yang sangat luas, pun memiliki sifat tawadhu’ yang sangat tinggi. Bahkan beliau mengatakan:

عَنِ الْإِمَامِ الشَّافِعِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ وَدِدْتُ أَنَّ الْخَلْقَ تَعَلَّمُوْا هَذَا الْعِلْمَ يَعْنِي عِلْمَهُ وَكُتُبَهُ أَنْ لَا يُنْسَبَ إِلَيَّ حَرْفٌ مِنْهُ

Dari Imam Asy-Syafi’i RA, bahwasannya beliau berkata: “Aku berharap kiranya orang belajar ilmu ini – yakni ilmu dan kitab-kitabnya – agar sekiranya dia tidak menisbatkan kepadaku satu huruf pun daripada ilmu-ilmu itu. (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâbi Hamalatil Qur`ân, Dar Ibn Hazm – Beirut, halaman 36)

Semoga kita dapat hati kita dibimbing untuk selalu belajar ikhlas dalam mengajar murid-murid kita, dan terhindar dari sikap diatas.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...