Beranda Keislaman Ibadah Beberapa Komponen Utama yang Harus Diperhatikan dalam Niat Shalat

Beberapa Komponen Utama yang Harus Diperhatikan dalam Niat Shalat

Harakah.id – Shalat merupakan ibadah paling penting yang setiap muslim mukallaf wajib melaksanakannya. Namun, perlu diketahui bahwa sah atau tidaknya shalat tergantung pada apakah syarat dan rukunnya terpenuhi atau tidak. Apabila keduanya terpenuhi maka sah shalat seorang mukallaf. Namun apabila keduanya tidak terpenuhi maka tidak sah shalatnya.

Mengenai niat shalat fardhu, disini penulis akan membahas sedikit seputar masalah tersebut berdasarkan referensi dari kitab kuning yang sudah menjadi kajian sehari-hari hampir di seluruh pondok pesantren salaf di Indonesia.

Dalam agama Islam, niat menempati posisi penting dalam melakukan berbagai ibadah. Di samping sebagai salah satu rukun yang menentukan keabsahan suatu ibadah niat juga menjadi penentu apakah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang mukallaf dianggap sebagai ibadah atau tidak. Niat pula yang menentukan kualitas ibadah seseorang.

Dalam Madzhab Syafi’i, satu hal yang paling mendasar yang mesti diperhatikan adalah bahwa niat shalat diucapkan di dalam hati bersamaan dengan mengangkat kedua tangan dan mulut mengucapkan takbir. Perlu diketahui juga bahwa mengucapkan niat (تلفظ النية) bukan sesuatu yang wajib melainkan sunnah. Syekh Salim bin Sumair al Hadlrami dalam kitabnya Safinatunnajah halaman 19 menuliskan:

ومحلّها القلب والتلفظ بها سنة ووقتها عند غسل أوّل جزء من الوجه

(Dan tempatnya niat itu didalam hati, mengucapkan niay dengan lisan hukumnya sunnah, dan waktu pelaksanaannya yaitu bersamaan dengan membasuh anggota wudhu yang pertama yaitu wajah). Sebagai gambaran, ketika seorang mukallaf akan melaksanakan shalat sebelum dia melaksanakan takbiratul ihram, dia mengucapkan niat dengan mulutnya, namun pada saat takbiratul ihram dalam hatinya tidak mengucapkan niat kembali, maka shalatnya tidak sah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam niat shalat yaitu sebagai berikut;

  1. Apabila shalat fardhu maka harus memenuhi 3 unsur yaitu : (a). قصد الغعل yakni menyengaja mengerjakannya.  Ini diucapkan dengan menyebut أصلى. (b). التعيين yakni menentukan jenis shalat seperti dhuhur atau yang lainnya. (c). الفرضية yakni menyatakan kefardhuan shalat tersebut. Jika si mukallaf hanyamengucapkan أصلّى الظهر tanpa menyebut fardhiyyah, maka itu belum mencukupi dan harus diulang shalatnya. Meskipun yang mengucapkan niat adalah anak kecil. Keterangan ini dapat ditemukan dalam kitab Kifayatul Akhyar karya Taqiyyuddin Abu Bakr bin Muhammad Al-Hishni Ad-Dimasyqi juz 1 halaman 102.
  2. Apabila shalat sunnah yang mempunyai waktu tertentu, maka harus memenuhi 2 unsur yaitu: (a). قصد الفعل . (b). التعيين Contoh: أصلّى الضحى atau أصلّى قبلية الظهر.
  3. Apabila shalat sunnah yang tidak mempunyai waktu (shalat sunnah muthlaq) maka wajib قصد الفعل saja, yaitu mengucapkan أصلّى. Jadi sekali lagi, apabila dalam shalat fardhu maka harus disertakan fardhu-nya seperti أصلّى فرض الظهر. Apabila tidak disebutkan, maka tidak sah shalatnya dan harus diulangi.

Tujuan dibedakannya niat dalam shalat yaitu untuk mrmbedakan antara shalat fardhu, shalat sunnah yang mempunyai waktu dan sebab, dan shalat sunnah muthlaq atau shalat sunnah yang tidak mempunyai sebab dan waktu.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...