Beranda Keislaman Ibadah Begini Nasib Seorang Anak Kecil Yang Meninggal Dunia Lebih Dulu Dibanding Orang...

Begini Nasib Seorang Anak Kecil Yang Meninggal Dunia Lebih Dulu Dibanding Orang Tuanya

Harakah.idBagaimana nasib seorang anak kecil yang meninggal dunia lebih dulu dibanding orang tuanya? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini…

Di dalam Islam, salah rahmat Allah SWT diberikan kepada anak kecil yang meninggal dunia lebih dulu dibanding kedua orang tuanya. Rahmat yang diberikan kepada anak adalah surga sebagai jaminannya. Sementara kedua orang tuanya kelak akan dituntun oleh anaknya (yang disebut dengan Wildan) menuju surga. 

Nabi Muhammad SAW bersabda,

عن أبى موسى الأشعرى أن رسول الله – صلى الله عليه وسلم، قال: “إذا مات ولد العبد قال الله لملائكته: قبضتم ولد عبدي؟ فيقولون نعم: فيقول: قبضتم ثمرة فؤاده؟ فيقولون: نعم، فيقول: ماذا قال عبدي؟ فيقولون: حمدك واسترجع، فيقول الله: ابنوا لعبدي بيتا فى الجنة وسموه بيت الحمد

Apabila anak dari manusia wafat maka Allah berkata kepada malaikatnya, “Kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?” tanya Allah. Malaikat menjawab, “Iya”. Allah bertanya lagi, “Apakah kalian mencabut buah hatinya?”. “Iya” jawab malaikat. “Apa yang dikatakan hambaku” tanya Allah. Melaikat menjawab, “Mereka memujimu dan mengatakan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun”. Lalu, Allah berfirman, “Beri bangunan satu rumah di surga untuk hamba-Ku. Dan berikan nama rumah itu  dengan Baitul Hamdi (rumah pujian)”.

Ditambah lagi,

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: “مَاتَ ابْنٌ لِعُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ، فَحَزِنَ عَلَيْهِ حُزْنًا شَدِيدًا، فَقَالَ لَهُ النَّبِى، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا عثمان، أَمَا تَرْضَى بِأَنَّ لِلْجَنَّةِ ثَمَانِيَةَ أَبْوَابٍ، وَلِلنَّارِ سَبْعَةً، وَأَنْتَ لَا تَنْتَهِى إِلَى بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ إِلَّا وَجَدْتَ ابْنَكَ قَائِمًا عِنْدَهُ، آخِذًا بِحُجْزَتِكَ، يَشْفَعُ لَكَ عِنْدَ رَبِّكَ؟ قَالَ: بَلَى، قَالَ الْمُسْلِمُونَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَنَا فِى فَرَطِنَا مِثْلُ مَا لعثمان؟ قَالَ: نَعَمْ لِمَنْ صَبَرَ وَاحْتَسَبَ

Dari Anas, berkata, “Tatkala anaknya Utsman bin Ma’zhun wafat, ia sangat sedih”. Kemudian nabi Saw. bersabda, “Bukankah kamu senang bahwa di surga terdapat delapan pintu, sedangkan neraka punya tujuh pintu. Kamu tidak akan sampai kepada satu pintu pun dari beberapa pintu surga kecuali kamu akan menemukan anakmu yang menunggu di pintu surga untuk memberi syafaat kepadamu di hadapan Allah”. “Kalau begitu, aku happy”. Orang-orang muslim bertanya, “Wahai rasulullah apakah privellege untuk Utsman bin Ma’zhun itu berlaku juga pada kami yang ditimpa dengan kejadian yang sama seperti Utsman bin Ma’zhun?”. Nabi menjawab, “Iya, kalian bisa memperoleh surga juga seperti Utsman bin Ma’zhun kalau kalian bersabar dan mengharap pahala dari Allah”.

Ada riwayat lain,

عن جابر رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «من مات له ثلاثة من الولد فاحتسبهم دخل الجنة» قال: قلنا: يا رسول الله واثنان؟ قال: «واثنان» قال محمود: فقلت لجابر: أراكم لو قلتم وواحد لقال وواحد، قال: وأنا والله أظن ذاك

Jabir berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa yang memiliki tiga anak wafat, lalu ia mengaharap pahala dari Allah maka ia masuk surga’. Kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kalau punya dua anak yang wafat’. Nabi menjawab, ‘Iya, sekalipun punya dua anak’”. Mahmud berkata kepada Jabir, “Menurutku kalau bertanya, ‘bagaimana kalau punya satu anak yang wafat’, niscaya Rasulullah akan meng-iya-kan juga”. Jabir merespon, “Demi Allah aku punya dugaan kuat seperti itu juga”.

Demikianlah jaminan surga yang akan diberikan kepada anak kecil yang meninggal dunia lebih dulu dibanding orang tuanya, sekaligus jaminan surga bagi kedua orang tuanya sebagai rahmat dari Allah Swt. Wallahu a’lam

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...