Beranda Khazanah Belajar Bahasa Arab: Huruf "Syin" dalam kata Asyarah Sebenarnya Difathahkan atau...

Belajar Bahasa Arab: Huruf “Syin” dalam kata Asyarah [Sepuluh] Sebenarnya Difathahkan atau Disukunkan?

Harakah.idHuruf Syin dalam kata Asyarah, sejauh ini, memiliki dua model pembacaan. Adakalanya ia difathahkan, adakalanya juga ia disukunkan. Lalu mana yang benar?

Huruf syin ش dalam kata asyar عشر dan asyarah عشرة itu difathahkan atau disukunkan?

Bahasa Arab angka sepuluh adalah العشر atau العشرة yang menyesuaikan dengan ma’dudnya (sesuatu yang dihitung). Kembali ke dalam hukum ‘adad dan ma’dud, bila ma’dudnya muannats maka ‘adadnya mudzakkar, begitu juga kebalikannya.

Perhatikan contoh berikut:

اِشْتَرَيْتُ عَشْرَ نَوَافِذَ

Aku membeli sepuluh jendela

Kalimat di atas menggunakan kata عشر (mudzakkar), karena ma’dudnya yaitu نَوَافِذَ adalah berbentuk muannats (dilihat dari bentuk mufradnya yaitu نافذة).

اِشْتَرَيْتُ عَشَرَةَ كُتُبٍ

Aku membeli sepuluh kitab

Kalimat di atas menggunakan kata عَشَرَةَ (muannats), karena ma’dudnya yaitu كُتُبٍ adalah berbentuk mudzakkar (dilihat dari bentuk mufradnya yaitu كتاب.

Selain itu apabila kita perhatikan maka akan tampak perbedaan lain di dalam bentuk harakat pada huruf ش antara kedua kata tersebut. Bila pada contoh yang pertama, huruf ش disukunkan. Adapun contoh yang kedua, huruf ش difathahkan. Mengapa bisa seperti itu? Hal ini kembali dengan hukum ‘adad dan ma’dud.

Bila ma’dudnya mudzakkar, maka harakat ش dalam kata عشر dan عشرة difathahkan. Sedangkan apabila ma’dudnya muannats, maka maka harakat ش dalam kata عشر dan عشرة disukunkan.

Perhatikanlah contoh berikut:

Ma’dudnya mudzakkar

اِشْتَرَيْتُ عَشَرَةَ كُتُبٍاِشْتَرَيْتُ ثَلَاثَةَ عَشَرَ كِتَابًالِيْ أَحَدَ عَشَرَ قَلَمًا

Ma’dudnya muannats

اِشْتَرَيْتُ عَشْرَ نَوَافِذَاِشْتَرَيْتُ ثَلَاثَ عَشْرَةَ نَافِذَةًلِيْ إِحْدَى عَشْرَةَ قَلَنْسُوَةً

Itulah penjelasan mengeai huruf syin dalam kata asyarah. Apakah ia disukunkan atau difathahkan? Jawabannya, huruf syin dalam kata tersebut dibaca sesuai dengan kondisi gramatikal yang ada. Adakalanya ia disukunkan, adakalanya pula difathahkan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...