Beranda Khazanah Belajar Bahasa Arab; Menguak Misteri Penulisan Isim Maushul "Alladzi"

Belajar Bahasa Arab; Menguak Misteri Penulisan Isim Maushul “Alladzi”

Harakah.idIsim Maushul Alladzi adalah jenis isim maushul yang kerapkali dan seringkali kita temukan, entah itu dalam al-Quran, hadis nabi maupun teks berbahasa Arab lainnya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas seputar bentuk penulisannya…

Dalam kasus isim maushul alladzi, yang benar itu الذين dengan satu lam, atau اللذين dengan dua lam? Mari kita bahas…

Dalam bahasa Arab, khususnya pada pembahasan ilmu nahwu, kita akan menemukan pembahasan berupa isim mausul (الاسم الموصول). Biasanya, pembahasan isim mausul itu sendiri akan muncul pada pembahasan isim ma’rifah (الاسم المعرفة). Sebagaimana diketahui bahwa di antara kelompok isim yang termasuk ke dalam bagian dari isim ma’rifah adalah isim mausul.

Isim mausul itu sendiri -sederhananya- dapat diartikan sebagai kata hubung yang memiliki arti dasar “yang”. Ia menghubungkan kata yang terletak sebelumnya; sebelum isim mausul, dengan kata atau kalimat yang jatuh setelahnya; isim mausul tersebut. Kalimat itu dinamai dengan Shillah (صلة) yang bisa berbentuk jumlah ismiyyah ataupun jumlah fi’liyyah. Kalimat Shillah itu juga mempunyai dhamir yang kembali kepada isim mausul. Dhamir itu dinamai dengan ‘Aid (عائد).

Adapun yang termasuk ke dalam isim mausul adalah kata-kata berikut:

الذي التي اللذان اللذين اللتان اللتين الذين اللاتي من ما

Bila kita perhatikan kata-kata di atas, kita akan menemukan dua kata yang sekilas memiliki bentuk yang sama, dan dibedakan dengan penggunaan lam (ل). Dua kata itu adalah اللذين dan الذين. Bila demikian, apakah keduanya merupakan kata yang sama?

Jawabannya adalah dua kata itu merupakan dua kata yang berbeda. Kata pertama, yaitu kata اللذين dengan dua lam, dibaca dengan Al-Ladzaini (اللَّذَيْنِ). Ia merupakan isim mausul untuk mutsanna-mudzakkar yang digunakan dalam hukum i’rab nashab atau jar, dengan tanda ya (الياء). Sedangkan bila berhukum i’rab rafa, maka kata tersebut dibaca اللَّذَانِ dengan tanda i’rab alif (الألف). Hal tersebut merupakan tanda i’rab yang berlaku pada sebuah kata yang mutsanna.

Sedangkan kata yang kedua, yaitu kata الذين dengan satu lam, dibaca dengan Al-Ladzina الَّذِيْنَ. Ia merupakan isim mausul yang diperuntukkan Jamak Mudzakkar yang berakal. Selanjutnya ia berhukum mabni sebagaimana isim-isim mausul lainnya, selain kata-kata اللذان اللذين اللتان اللتين. Penulisan satu lam pada kata الَّذِيْنَ itulah yang juga bertujuan untuk membedakan antara kata tersebut dengan kata اللَّذَيْنِ.

الذي التي الذين

Selanjutnya timbul pertanyaan apakah ada alasan lain mengapa kata الَّذِيْنَ hanya ditulis dengan satu lam? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita ketahui bersama bahwa biasanya setiap kata dalam bahasa Arab yang diawali dengan huruf lam, lalu kemasukan lam ta’rif, maka ditulis dengan dua lam. Perhatikan contoh berikut:

لوح – اللوح

لغة – اللغة

لبن – اللبن

Namun, ada beberapa kata yang tidak berlaku demikian yaitu kata الذي التي الذين. Ketiga kata tersebut ditulis dengan satu lam. Menurut Husein Wali dalam kitabnya; Kitab Al-Imla, sebab dibuangnya lam pada isim mausul yang tiga tersebut adalah karena ketiga kata itu sering digunakan (كثرة الاستعمال).

Dengan demikian dapat kita ketahui bahwa kata الذين dengan satu lam, atau اللذين dengan dua lam sama-sama benar. Bila kata الذين diperuntukkan Jamak Mudzakkar yang berakal, kata اللذين merupakan isim mausul untuk mutsanna-mudzakkar.

Penggunaan satu lam pada kata الذين bertujuan untuk; 1. Membedakan anatara ia dengan kata اللذين, dan 2. Karena kata tersebut termasuk kata isim mausul yang sering digunakan seperti kata الذي dan التي -bila dibandingkan kata isim mausul yang lain-.

Itulah penjelasan mengenai isim maushul alladzi dan alladzaini. Semoga bermanfaat…

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...