Beranda Keislaman Hadis Benarkah 15 Ramadan Nanti Asteroid Menabrak Bumi Sesuai Hadis Nabi?

Benarkah 15 Ramadan Nanti Asteroid Menabrak Bumi Sesuai Hadis Nabi?

Harakah.id – Saya ingin sedikit mengajukan cerita saintifik agar bisa jadi pertimbangan untuk kita semua, agar sama-sama tahu bahwa tidak semudah itu produk cocokologi sains-agama dapat membuat kita percaya pada konten tak bertanggungjawab.

Sudahkah Anda mendapat pesan berantai menghebohkan yang berisi potongan hadis di bawah ini? Kalau saya sudah, dan saya ingin sedikit mengajukan cerita saintifik agar bisa jadi pertimbangan untuk kita semua, agar sama-sama tahu bahwa tidak semudah itu produk cocokologi sains-agama dapat membuat kita percaya pada konten tak bertanggungjawab.

Dalam pesan berantai itu dimuat hadis berikut,

إِذَا كَانَتْ صَيْحَةٌ فِي رَمَضَانَ فَإِنَّهُ يَكُونُ مَعْمَعَةٌ فِي شَوَّالٍ، وَتَمْيِيزُ الْقَبَائِلِ فِي ذِيِ الْقَعْدَةِ، وَتُسْفَكُ الدِّمَاءُ فِي ذِيِ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ، وَمَا الْمُحَرَّمُ» ، يَقُولُهَا ثَلَاثًا، «هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ، يُقْتَلُ النَّاسُ فِيهَا هَرْجًا هَرْجًا» قَالَ: قُلْنَا: وَمَا الصَّيْحَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” هَدَّةٌ فِي النِّصْفِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ جُمُعَةٍ “، فَتَكُونُ هَدَّةٌ تُوقِظُ النَّائِمَ، وَتُقْعِدُ الْقَائِمَ، وَتُخْرِجُ الْعَوَاتِقَ مِنْ خُدُورِهِنَّ، فِي لَيْلَةِ جُمُعَةٍ، فِي سَنَةٍ كَثِيرَةِ الزَّلَازِلِ، فَإِذَا صَلَّيْتُمُ الْفَجْرَ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَادْخُلُوا بُيُوتَكُمْ، وَاغْلِقُوا أَبْوَابَكُمْ، وَسُدُّوا كُوَاكُمْ، وَدِثِّرُوا أَنْفُسَكُمْ، وَسُدُّوا آذَانَكُمْ، فَإِذَا حَسَسْتُمْ بِالصَّيْحَةِ فَخِرُّوا لِلَّهِ سُجَّدًا، وَقُولُوا: سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْقُدُّوسِ، رَبُّنَا الْقُدُّوسُ، فَإِنَّ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ

“Bila terdengar suara dahsyat terjadi pada bulan Ramadan, maka akan terjadi suatu huru-hara pada bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih pada bulan Zulqa’dah, pertumpahan darah terjadi pada bulan Zulhijah dan Muharam, dan apa itu Muharam? “Pada bulan itu banyak manusia yang terbunuh.” Rasulullah sampai mengulangnya tiga kali. Para sahabat pun bertanya, “Suara dahsyat apa itu, Rasul?” Rasulullah menjawab, “Suara keras yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadan, yaitu tepatnya malam Jumat, itu suara dahsyat yang nanti akan mengagetkan orang-orang yang sedang tertidur, membuat orang yang berdiri menjadi duduk, para wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jumat di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi, Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh di hari Jumatnya, maka masuklah ke dalam rumah, kunci pintu rumah, tutup lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian. Jika kalian merasakan suara dahsyat, maka agungkanlah Allah dengan bersujud, dan berdoa subhanal quddus, subhanal quddus, rabbunal quddus. Orang yang melakukan hal tersebut itu akan selamat, dan yang tidak melakukannya akan celaka.” (HR Nu’aim bin Hammad (w 288 H) dalam kitabnya al-Fitan hadits nomor 638)

Hadis tersebut kemudian dihubungkan dengan asteroid yang akan datang pada bulan Ramadhan nanti. Kebetulan, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) juga mengumumkan bahwa berdasarkan data Center of Near Earth Orbit Studies (CNEOS) NASA, Asteroid 2016 HP6 akan mendekati Bumi pada pada hari Kamis, 7 Mei 2020 pukul 21.48 Universal Time atau Jumat, 8 Mei 2020 pukul 04.48 Waktu Indonesia Barat (baca: malam Jumat). Menurut kalender hijriah secara hisab, malam itu bertepatan dengan malam 15 Ramadan 1441 H.

Perlu dicatat bahwa banyak yang menjelaskan bahwa hadis tersebut memiliki riwayat yang lemah, bahkan dianggap palsu. Terdapat beberapa jalur sanad hadis ini, tetapi semuanya selalu menjumpai periwayat yang lemah atau tidak terlacak, kecuali dari sanad Abu Muhammad Tsabit bin Aslam al-Bunani yang dianggap al-Jurjani sebagai periwayat tsiqah dan terpercaya, generasi tabiin dari Basrah, ahli ibadah, zahid, dan penghafal hadis. Karena itu, jika Anda mendapat pesan berantai ini, sebaiknya Anda berpikir-pikir terlebih dahulu sebelum membagikannya lagi ke keluarga dan teman dekat Anda, ingatlah bahwa anda berdosa karena berbohong atas nama Nabi.

Tapi di sini kita tidak akan membahas mengenai hadis tersebut. Kalaupun kandungan hadis tersebut isinya benar, apa benar asteroid ini akan menabrak Bumi pada tanggal 15 Ramadan nanti? Apakah akan terjadi banyak gempa bumi juga di hari itu? Mari kita periksa fakta-faktanya!

Pertama, fakta bahwa asteroid tersebut akan datang di waktu tersebut adalah benar. LAPAN, melalui bagian Pussainsa (Pusat Sains dan Antariksa) juga benar telah mengumumkan hal tersebut ke laman resmi dan sosial medianya. Data yang menjadi sumber dari pernyatan tersebut juga benar berasal dari CNEOS NASA. Namun, antara hadis dan fakta tersebut tidak pernah dikaitkan oleh pihak LAPAN. Pihak LAPAN hanya memberitahukan bahwa asteroid tersebut mendekati Bumi pada pertengahan Ramadan 1441 H.

Kedua, disebutkan bahwa pada saat itu, asteroid mendekati bumi pada jarak 4,33 b (jarak bulan) dan memiliki kecepatan relatif 5,72 kilometer per detik, serta dikategorikan sebagai asteroid Apollo. Kecepatan ini memang sangat besar, yakni hampir setara dengan 17 kali kecepatan suara. Namun perlu diperhatikan bahwa jarak asteroid tersebut sangatlah jauh, sekitar 1,3 juta kilometer. Menurut data CNEOS NASA, perbedaan maksimum-minimum perkiraan jarak tersebut kurang dari 300 kilometer. Artinya, asteroid bisa melenceng paling maksimal sekitar 150 kilometer dari perkiraan jarak terdekatnya. Artinya, kecil kemungkinan asteroid tersebut menabrak bumi.

Ketiga, ukuran asteroid ini memang cukup besar, yakni sekitar 23 hingga 52 meter. Contohnya adalah Meteor Chelyabinsk. Asteroid yang sama-sama tergolong asteroid Apollo ini kemudian memasuki Bumi dan menjadi meteor yang meledak di langit Kota Chelyabinsk, Rusia pada 15 Februari 2013. Ukurannya adalah 17 meter, berbobot 10 ton, dan energi meledaknya setara dengan 500 kiloton TNT, 20-30 kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Sebagai keterangan, asteroid Apollo adalah asteroid yang lintasan rata-rata orbitnya lebih besar daripada orbit bumi (> 1 SA, Satuan Astronomi), tetapi jarak terdekatnya dengan matahari lebih kecil dari jarak terdekat bumi dengan matahari (< 1,017 SA). Hal ini bisa terjadi karena asteroid bergerak dengan orbit elips, bukan lingkaran sempurna. Beberapa asteroid Apollo memang bisa menjadi ancaman bagi penduduk di Bumi apabila berada pada jarak yang sangat dekat dengan Bumi. Namun sekali lagi harap diperhatikan bahwa kemungkinan asteroid 2016 HP6 menabrak bumi pada hari Jumat, 8 Mei 2020 sangatlah kecil menurut perkiraan.

Keempat, asteroid ini mengelilingi matahari dengan jarak jari-jari rata-rata (setengah sumbu panjang) 1,579 SA atau 236 juta kilometer. Seperti yang dikatakan sebelumnya, orbit asteroid ini lonjong dengan eksentrisitas 0,357. Artinya jarak terdekatnya dan jarak terjauhnya dengan matahari hampir setengahnya. Waktu yang diperlukan untuk mengorbit matahari satu kali adalah 724,5 hari atau 1,98 tahun. Kita tidak akan mengalami papasan dekat dengan asteroid ini tiap tahun.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...