Beranda Headline Benarkah Ada Ayat Al-Quran Yang Menyebut Bangsa Jin Lebih Mulia Dibanding Manusia?...

Benarkah Ada Ayat Al-Quran Yang Menyebut Bangsa Jin Lebih Mulia Dibanding Manusia? Apa Alasannya?

Harakah.idAl-Quran mempunyai kandungan sastrawi yang tinggi. Setiap pilihan kata dan penempatannya memiliki pertimbangan tersendiri. Dalam QS Dzariyat: 56 disebutkan, Allah menciptakan jin dan manusia agar beribadah kepada-Nya. Mengapa Allah mendahulukan penyebutan jin daripada manusia? Apakah berarti bangsa jin lebih mulia dibanding umat manusia? Mengapa jin lebih mulia?

Al-Qur’an merupakan kitab suci agama islam yang menjadi pedoman hidup, segala suatu hal, apapun itu ada semua dan tertulis di dalam Al-Qur’an. Selain komprehensif, Al-Qur’an juga mempunyai stilistika bahasa yang sangat tinggi. Begitu pula dengan bentuk teksnya yang transenden, yang mana tiada satupun manusia mampu mengimbanginya.

Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah supaya manusia menyembah dan beribadah kepada-Nya. Bukan hanya manusia saja, bahkan jin pun diciptakan oleh Allah supaya menyembah dan beribadah kepadaNya. Sebagaimana tertulis dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56: 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.

Struktur sistematis kata dan huruf di dalam Al-Qur’an tiada yang tak beralasan, salah satunya ada di dalam ayat tadi, yaitu urutan penyebutan jin dan manusia. Lalu kenapa dalam ayat tadi, jin disebut lebih dulu dibandingkan manusia? Apa sebab dan apa rahasianya? Apakah berarti jin lebih mulia dibanding manusia? Ada beberapa pendapat yang berbeda-beda dari berbagai tokoh mengenai jawaban atas pertanyaan ini.

Di antaranya adalah pendapat dari Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib atau biasa juga disebut dengan tafsir al-Fakhr al-Razi. Beliau menjelaskan ada beberapa alasan mengenai penyebutan jin yang didahulukan atas manusia dalam ayat di atas. Di antaranya adalah karena jin itu seperti malaikat, yaitu makhluk yang tidak terlihat seperti halnya juga para malaikat. 

Selain itu menurut beliau menyebutkan bahwa ibadah para jin itu lebih banyak dan lebih khusyuk serta tulus jika dibandingkan dengan manusia pada umumnya. Beliau juga mengatakan bahwa ibadah para jin itu lebih lembut atau lebih rahasia, yang mana hampir tak ada potensi untuk bertakabur dan riya dengan ibadahnya tadi. Berbeda dengan manusia yang terkadang masih banyak yang beribadah dengan niatan takabur dan riya, artinya tidak tulus lillahi ta’ala.  

Kemudian  Ibnu ‘Asyur dalam tafsirnya al-Tahrir wa al-Tanwir menyebutkan alasan mengapa jin disebut terlebih dahulu sebelum manusia adalah memberikan kabar sekaligus peringatan kepada kaum musyrikin, yang mana kebanyakan kaum musyrikin menyembah dan mengagungkan jin dan roh-roh halus. Sedangkan sesungguhnya para jin yang kaum musyrikin sembah itu, adalah termasuk makhluk dan hamba Allah juga, yang mana Allah ciptakan supaya mereka menyembah dan beribadah kepada Allah.

Ada pendapat lain dari Abu Ath-Thayib al-Qanuji di dalam tafsirnya yang berjudul Fath al-Bayan fi Maqasid al-Quran. Beliau menjelaskan bahwasannya sebab kenapa jin disebut terlebih dahulu dalam ayat tadi itu karena lebih dulunya adanya jin dibandingkan adanya manusia. Di sini al-Qanuji berpendapat bahwa Allah itu lebih dahulu menciptakan jin daripada menciptakan manusia, tentunya manusia yang dimaksud di sini adalah nabi Adam bukan nur Nabi Muhammad. Karena bagaimanapun nur cahaya Nabi Muhammadlah yang lebih dulu Allah ciptakan dari segala sesuatu yang ada.

Jadi dari sini kita menjadi tahu pendapat dari para mufassir, tentang alasan mengapa jin disebut lebih dulu dari manusia di dalam ayat tadi. Namun, tidak di setiap ayat juga, jin selalu disebut lebih dulu dari manusia. Karena di beberapa ayat justru sebaliknya, yaitu manusialah yang disebut terlebih dulu dari jin. Salah satunya dalam surat Al-Isra ayat 88;

ﻗُﻞ ﻟَّﺌِﻦِ ﺍﺟْﺘَﻤََﺖِ ﺍﻹِﻧﺲُ ﻭَﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻥ ﻳَﺄْﺗُﻮﺍْ ﺑِﻤِﺜْﻞِ ﻫَـﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻻَ ﻳَﺄْﺗُﻮﻥَ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻇَﻬِﻴﺮﺍ

Katakanlah Ya Rasulallah: Jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al dengan Qur’an ini, mereka tidak bisa menghasilkan sepertinya, bahkan jika mereka membantu satu sama lain

Lalu apa alasannya? Kenapa di ayat lain justru manusia yang disebut lebih dulu? Prof Dr Fadhl Hasan Abbas bahwa penyebutan taqdim (mendahulukan) dan Ta’khir (mengakhirkan) kata jin dan manusia dikondisikan dari siyaqul kalimat (konteks kalimat) yang ditujukan.

Di dalam surat Al-Isra penyebutan manusia didahulukan dari jin karena isi dari kandungan ayatnya merupakan tantangan yang ditujukan kepada audien utamanya yaitu manusia. Sebab Al-Qur’an ini diturunkan kepada Nabi juga sebagai I’jaz bagi orang-orang Arab pada waktu itu yang juga pandai bahasa.

Betapa indahnya dan agungnya bahasa Al-Qur’an ini, kerap kali kita tak sadar atau bahkan lalai dengan rahasia-rahasia Al-Qur’an disetiap kata demi katanya. Mengenai penyebutan jin dan manusia ini hanyalah salah satu dari banyaknya keagungan dan keindahan bahasa Al-Qur’an yang kerap kali kita tidak sadari. 

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...