Beranda Keislaman Hadis Benarkah Bersetubuh di Malam Jumat Adalah Sunnah Rasul?

Benarkah Bersetubuh di Malam Jumat Adalah Sunnah Rasul?

Harakah.idMuncul pertanyaan di benak sebagian orang. Benarkah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersetubuh di malam Jumat? Atau, apakah Rasulullah SAW mencontohkan hal ini? Benarkah bersetubuh di malam Jumat adalah Sunnah Rasul?

Istilah Sunnah Rasul akhir-akhir ini menjadi bahan candaan. Seringkali, kata ini digunakan untuk memberi kode tertentu antara suami-istri yang mengarah kepada aktifitas seksual.

Seperti perkataan seorang suami, “Mah, malam jumat nih, sunnah rasul yuk.” Perkataan semacam ini maksudnya adalah kode ajakan untuk melakukan hubungan intim.

Muncul pertanyaan di benak sebagian orang. Benarkah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersetubuh pada malam Jumat? Atau, apakah Rasulullah SAW mencontohkan hal ini? Benarkah bersetubuh pada malam Jumat adalah Sunnah Rasul?

Agaknya sulit menemukan referensi yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan bersetubuh pada malam Jumat saja. Hadis-hadis yang menjelaskan perihal persetubuhan umumnya tidak menjelaskan konteks waktunya.

Sampai di sini, wajar jika para ulama tidak memiliki kata sepakat tentang kapan dianjurkan persetubuhan bagi pasangan suami istri. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhaili berikut ini,

وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة.

“Di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat. Tetapi ada sebagian ulama menyatakan anjuran bersetubuh di malam Jumat,” (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, juz 3 halaman 556).

Syekh Wahbah dengan jelas menyebutkan ikhtilaf di kalangan ulama. Bahwa pada umumnya, para ulama tidak ada yang menganjurkan hubungan seksual suami-istri pada waktu tertentu. Tetapi, ada pula ulama yang berpendapat dianjurkannya hubungan seksual pada malam Jumat.

Keterangan ini senada dengan penjelasan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin. Beliau mengatakan,

ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة وليلته تحقيقاً لأحد التأويلين من قوله صلى الله عليه وسلم: ” رحم الله من غسل واغتسل الحديث

Ada sebagian ulama yang menganjurkan jima’ pada hari dan malam Jum’at, sebagai aplikasi dari salah satu pemahaman hadis “Allah merahmati orang yang mandi dan mandi (pada hari Jum’at).” (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulumiddin, juz 2, halaman 324).

Menurut keterangan ini, ulama yang menganjurkan (menghukumi sunnah) berdasar kepada hadis Nabi SAW. Dalam hadis di atas disebut kata ghasala dan ightasala. Ada dua pendapat tentang kedua kata tersebut.

Pendapat pertama menyebutkan bahwa kedua kata tersebut bermakna sama. Yaitu mandi. Pengulangan hanya bertujuan memberi penekanan akan keutamaan mandi hari Jumat. Pendapat kedua menyatakan bahwa ghasala dan ightasala berbeda. Ghasala berarti mandi, sedangkan ightasala berarti bersetubuh dengan pasangan sah. Demikian disebutkan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Syarah Sunan Tirmidzi,

قوله ( من اغتسل وغسل ) روى بالتشديد والتخفيف قيل أراد به غسل رأسه، وبقوله: واغتسل، غسل سائر بدنه ، وقيل جامع زوجته فأوجب عليها الغسل فكأنه غسلها واغتسل ، وقيل كرر ذلك للتأكيد

Perkataan Rasulullah Ightasala dan Ghasala, diriwayatkan dengan cara dibaca tasydid dan takhfif. Menurut satu pendapat, (ghasala) maksudnya adalah membasuh kepala. Sedangkan ightasala membasuh seluruh badan. Menurut pendapat lain, makna ightasala adalah menyetubuhi istri yang lalu mewajibkan sang istri mandi besar. Seakan-akan ia memandikan istrinya. Pendapat lain lagi mengatakan, pengulangan kata ini hanya untuk memberi penekanan pentingnya mandi di hari Jumat. (Al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan at-Tirmidzi, juz 3, halaman 3).

Sunnah Rasul dalam Tinjauan Studi Hadis

Sampai di sini dapat dipahami bahwa asal-usul pendapat di masyarakat tentang jimak malam Jumat sebagai Sunnah Rasul didasarkan kepada pendapat sebagian ulama.

Sebagian ulama ini mendasarkan pendapatnya pada hadis Nabi SAW tentang keutamaan mandi di hari Jumat. Menurut mereka, mandi di sini bukan mandi biasa. Tetapi mandi jinabat. Karena itu, melakukan hubungan seksual yang sesuai syariat pada hari Jumat yang menyebabkan seseorang jinabat, hukumnya dianjurkan. Karena dengan itu, seseorang bisa melaksanakan perkara sunnah, yaitu mandi pada hari Jumat.

Pendapat ini perlu dihargai. Tetapi, jika demikian penafsirannya, sesungguhnya pemahaman ini bermasalah. Karena, untuk mendapatkan kesunnahan mandi Jumat, tidak harus dengan jinabat. Seseorang bisa mendapatkan kesunnahan mandi hari Jumat hanya dengan mandi. Memang ada hadis lain yang menyebutkan bahwa mandi hari Jumat ini adalah mandi seperti mandi jinabat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Bukhari berikut,

مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ غُسْلَ الجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الخَامِسَةِ ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ المَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Barang siapa mandi pada hari Jumat, seperti mandi jinabat, lalu berangkat ke masjid, maka seakan dia berkurban unta. Barang siapa berangkat pada sesi kedua, seakan dia berkurban sapi. Barang siapa berangkat pada sesi ketiga, seakan dia berkurban kambing bertanduk. Barang siapa berangkat pada sesi keempat, seakan dia berkurban ayam jago. Barang siapa berangkat pada sesi kelima, seakan dia berkurban telur. Ketika imam datang, para malaikat datang mendengarkan zikir. (HR Al-Bukhari)

Hadis ini berbicara tentang permisalan mandi sunnah yang dilakukan hari Jumat. Bukan berbicara tentang mandi jinabat itu sendiri. Jadi, secara tekstual dapat dipahami bahwa mandi sunnah yang dianjurkan adalah mandi sunnah yang lengkap dengan basuhan seluruh badan seperti praktik mandi karena jinabat.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...