Benarkah Manusia Diciptakan Hanya untuk Beribadah? Inilah Penjelasan Ulama Al-Azhar

0
2358

Harakah.idProf. Usamah al-Sayyid al-Azhari menyebutkan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah meliputi tiga aspek: beribadah, memakmurkan bumi, dan menyucikan diri.

Lazim diketahui bahwa tujuan dari diciptakannya manusia dan jin ialah agar beribadah kepada Allah Swt. Dalam Islam, kematian bukanlah akhir dari kehidupan namun justru adalah tahapan awal dari kehidupan setelah kematian yang merupakan kehidupan yang hakiki. Orang Islam meyakini bahwa manusia diciptakan oleh Allah Swt. dan akan kembali juga kepada-Nya. Bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu). (QS. al-Najm: 42)

Kepercayaan ini berbeda dengan hasil pemikiran orang-orang tak bertuhan bahwa kehidupan manusia adalah proses yang alami dan tidak adanya campur tangan Tuhan. Pandangan seperti ini tentu tidak mencapai jawaban di titik akhir dan menimbulkan banyak kekacauan di bumi. Tanpa kepercayaan kepada Tuhan maka dengan kata lain manusia adalah penguasa tertinggi yang bebas melakukan apa saja di bumi tanpa pertanggungjawaban.

Pertanyaan yang timbul sekarang adalah untuk apa Allah Swt. menciptakan manusia di dunia ini? Prof. Usamah al-Sayyid al-Azhari menyebutkan dalam sebuah talkshow di stasiun TV DMC (24/2/2021) bahwa akal orang-orang Islam setelah memperhatikan nas-nas Al-Qur’an dan hadis berkesimpulan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah meliputi tiga aspek: beribadah, memakmurkan bumi, dan menyucikan diri.

Tujuan pertama dari diciptakannya manusia adalah agar mereka beribadah kepada Allah Swt. sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (al-Dzariyat: 56)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidaklah menjadikan jin dan manusia melainkan untuk mengenal-Nya dan agar menyembanh-Nya. Allah tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk kepada-Nya dan merendahkan diri.

Tujuan yang kedua adalah agar manusia menyebarkan kemakmuran di bumi yang dapat diwujudkan dengan cara memberi perhatian pada ilmu, membentuk lembaga-lembaga, memajukan roda perekon, dan memutar jalannya rezeki dari Allah Swt. Banyak ayat-ayat yang memeritahkan hal ini dan diantaranya yang jelas adalah firman Allah Swt.: … Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya…. (Hud: 61)

Selain untuk beribadah dan memakmurkan bumi, tujuan ketiga dari diciptakannya manusia adalah agar mereka menyucikan diri. Allah Swt. berfirman: demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-Nya, (8) lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, (9) sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). (al-Syams: 7-9)

Dalam ayat ini dapat dipahami bahwa Allah Swt. menjadikan poros keberuntungan hidup manusia pada kesucian diri.

Ketiga hal ini merupakan tolak-ukur akal seorang muslim dalam memandang kehidupan dan menggali hikmah di balik penciptaannya di dunia. Jelas bahwa manusia tidak hanya diciptakan untuk beribadah namun juga ditugaskan untuk memakmurkan bumi yang dikaruniakan oleh Allah Swt. dan menyucikan diri mereka baik lahir maupun batin. Hanya saja di masa sekarang muncul aliran-aliran yang cenderung ekstrem dengan mendistorsi tujuan penciptaan manusia semata-mata untuk ibadah tanpa mengindahkan kedua aspek lain.

Mereka kehilangan makna memakmurkan bumi dan menyucikan diri dan menganggap bahwa seluruh perkara agama hanya mencakup ibadah. Dalam khutbah, kajian, dan tulisannya, mereka seringkali mengutip hadis-hadis Nabi Saw. semisal:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَان يقُومُ مِنَ اللَّيْلِ حتَّى تتَفطَرَ قَدمَاهُ، فَقُلْتُ لَهُ، لِمْ تصنعُ هَذَا يَا رسولَ اللَّهِ، وقدْ غفَرَ اللَّه لَكَ مَا تقدَّمَ مِنْ ذَنبِكَ وَمَا تأخَّرَ؟ قَالَ: أَفَلاَ أُحِبُّ أَنْ أكُونَ عبْداً شكُوراً؟ متفقٌ عَلَيهِ.

Bahwa Nabi Saw. melakukan salat di sebagian malam hingga kedua kakinya bengkak. Aku (Aisyah Ra.) bertanya: Mengapa engkau lakukan ini, hai Rasulullah? Sedangkan Allah telah mengampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang? Nabi Saw. menjawab: Tidakkah aku ingin menjadi hamba yang bersyukur? (Muttafaqun Alaih)

Pada dasarnya hadis-hadis semisal ini adalah benar dan merupakan petunjuk dan cahaya bagi umat Islam. Namun hadis dengan orientasi ibadah semisal ini bukanlah satu-satunya yang ditekankan oleh Nabi Saw. Islam memiliki cakupan yang sangat luas dan tidak hanya menghendaki manusia agar beribadah tetapi juga untuk menyucikan diri dan memakmurkan, menjaga, dan melestarikan bumi ini.

Demikian ulasan tentang Benarkah Manusia Diciptakan Hanya untuk Beribadah? Semoga ulasan tentang Benarkah Manusia Diciptakan Hanya untuk Beribadah? ini bermanfaat.