Beranda Keislaman Hadis Benarkah Salah Satu Sayap Lalat Mengandung Obat? Telaah Hadis yang Dinilai Tidak...

Benarkah Salah Satu Sayap Lalat Mengandung Obat? Telaah Hadis yang Dinilai Tidak Rasional

Harakah.idSalah satu contoh Hadis Nabi yang dianggap tidak logika dengan ilmu pengetahuan yaitu tentang dua sayap lalat yang satu mengandung racun, dan yang satunya lagi mengandung obat.

Kajian mengenai Hadis Nabi Muhammad SAW tidak hanya dipersempit untuk membahas aspek riwayah dan dirayahnya saja. Perlu diketahui bahwa aspek riwayah sendiri dapat diartikan sebagai peninjauan Hadis yang dilihat dari riwayatnya, apakah Hadis tersebut disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, para Sahabat atau Tabi’in.

Sedangkan aspek dirayah yaitu pininjaun mengenai kaidah-kaidah Hadis dengan tujuan untuk mengetahui apakah Hadis tersebut dapat diterima riwayatnya yang bersumber kepada Nabi Muhammad SAW (maqbul) atau tidak (mardud).

Selain dua aspek di atas yang telah menghidupkan keilmuan Hadis. Hal lain yang tidak kalah pentingnya dalam mengkaji Hadis yaitu mengenai metodologi pemahaman Hadis atau yang bisa disebut (Fiqh al-Hadis).

Kajian Fiqh al-Hadis ini digunakan dalam rangka mencoba menggali serta memahami isi kandungan di dalam setiap Hadis Nabi. Sehingga dari nilai yang terkandung tersebut dapat diamalkan secara terus-menerus yang tidak terbatas dalam dimensi waktu tertentu.

Kita sebagai umat muslim dalam mengapresiasi ajaran Islam tidak hanya cukup dengan mengetahui pesan-pesan Allah SWT dan Rasul-Nya melalui ketaatan semata. Melainkan harus lebih jauh dalam menangkap pemahaman pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an maupun Hadis, sebagai sumber utama pedoman umat muslim yang selalu selaras dengan perkembangan zaman.

Pada generasi para Sahabat tidaklah terlalu sulit dalam memahami setiap Hadis Nabi. Sebab mereka bisa bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, dan juga mengetahui latar belakang munculnya setiap Hadis Nabi. Sehingga ketika ada satu Hadis yang tidak dipahami oleh mereka bisa langsung dikonfirmasi kepada Rasulullah SAW.

Seperti contoh ketika Sayyidah Aisyah RA tidak bisa memahami apa yang disampaikan Baginda Nabi, karena telah bertentangan dengan Al-Qur’an, maka beliau langsung meminta penjelasan kepada Rasulullah SAW.

Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA yang berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: “Siapa yang dihisab pada Hari Kiamat niscaya dia akan diazab. Sayyidah Aisyah RA bekata: ‘Lalu aku bertanya: Bukankah Allah SWT telah berfirman: ‘Makai a akan dihisab dengan hisab yang mudah?’ Rasulullah SAW kemudian bersabda: ‘Itu hanyalah pembentangan, tetapi orang-orang yang diteliti hisabnya maka dia celaka (mendapatkan azab)’.” (H.R. Bukhari)

Setelah berlalu beberapa generasi, Hadis Nabi mulai tampak sulit untuk dipahami, baik itu dari redaksi kata-katanya yang telah dianggap asing, maupun isi kandungannya yang telah dianggap bertentangan dengan riwayat Hadis lainnya. Sampailah pada zaman yang modern saat ini, Hadis Nabi tidak lagi hanya dianggap bertentangan satu sama lain, melainkan juga bertentangan dengan logika maupun pengetahuan modern. Dianggapnya tidak familiar bahkan sampai tidak masuk akal. Hal semacam ini yang biasanya dilakukan oleh sebagian kaum untuk mengkritik setiap Hadis Nabi.

Salah satu contoh Hadis Nabi yang dianggap tidak logika dengan ilmu pengetahuan yaitu tentang dua sayap lalat yang satu mengandung racun, dan yang satunya lagi mengandung obat. Redaksi Hadisnya sebagai berikut:

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jika seekor lalat jatuh ke dalam minuman kamu, makan benamkanlah (lalat itu sepenuhnya ke dalam minuman itu), dan kemudian buanglah (lalat) itu. Karena sesungguhnya pada sebelah sayapnya terdapat penyembuh (obat), manakala pada sebelah yang lain terdapat penyakit.” (H.R. Bukhari)

Muhammad Rasid Ridha memberikan komentar mengenai isi kandungan Hadis tersebut yang mengatakam bahwa Hadis ini ganjil karena dua alasan: pertama dilihat dari segi Rasulullah SAW Hadis ini melanggar dua prinsip utama, yaitu: tidak menasihati agar menghindari sesuatu yang buruk, dan tidak menasihati agar mengindarkan diri dari sesuatu yang kotor. Kedua, kemajuan ilmu pengetahuan tetap tidak mampu mengetahui apa bedanya antara kedua sayap lalat. Jika perawinya tidak membuat kesalahan dalam meriwayatkan Hadis tersebut, maka Hadis ini dipandang sebagai ilham dari Allah SWT.

Berbeda dengan Ibnu Hajar al-Asqalani yang memberikan penjelasan bahwa suatu kebenaran jika sesekor lalat di salah satu sayapnya terdapat obat. Namun beliau belum memastikan sayap yang mana, kanan atau kiri yang mengandung obat atau panyakit itu.

Dalam ilmu biologi sendiri disebutkan bahwa bakteri bisa dimusnahkan dengan antibiotik. Jika hal ini digunakan untuk memahami konteks Hadis di atas, dapat diibaratnya ketika suatu penyakit terdapat di sayap kiri lalat tersebut berupa bakteri, virus atau sejenis patogen lainnya, maka bisa dimusnahkan oleh sayap kanan yang mengandung sejenis antibiotik. Nabi Muhammad SAW di dalam Hadis di atas menganjurkan untuk membenamkan seluruh bagian lalat ke dalam wadah minuman lalu lalatnya dibuang. Karena jika tidak membenamkan seluruhnya, ditakutkan bahwa sayap yang terbenam merupakan sayap yang ada penyakitnya.

Para ahli mikrobiologi dalam zaman modern ini berusaha untuk membuktikan secara ilmiah mengenai kandungan kedua sayap lalat. Seperti yang sudah dilakukan oleh Dr. Rehan Muhammed Atta, seorang dokter lulusan Universitas Kairo. Beliau membuktikan bahwa dua sayap lalat memiliki kandungan yang berbeda. Sayap lalat yang kiri ditemukan bakteri dan fungi yang berkembang. Sedangkan pada sayap yang kanan tidak ditemukannya mikroorganisme patogen, baik itu bakteri maupun fungi. Dr. Reham Muhammed Atta melakukan penelitian ini dengan cara mengambil ekstrak sayap kanan maupun kiri lalat, lalu diinkubasi yang dilihat di bawah mikroskop.

Terakhir jika ditinjau dari segi hukum fiqihnya dalam memahami isi kandungan Hadis (Fiqh al-Hadis) di atas, menurut Imam Syafi’I hal ini berkaitan dengan masalah najis. Terdapat dua pendapat mengenai permasalah ini, yaitu ada yang mengatakan najis dan ada juga yang mengatakan tidak najis. Namun pendapat yang kuat mengatakan bahwa lalat yang masuk ke dalam makanan atau minuman tidaklah menyebabkan najis, sebab lalat sendiri merupakan insecta (serangga) yang tidak memiliki pembuluh darah. Jika dihukumi najis maka Rasulullah SAW tidak akan memberikan anjuran membenamkan seluruh bagian lalat ke dalam makanan dan minuman. Demikian, artikel “Benarkah Salah Satu Sayap Lalat Mengandung Obat? Telaah Hadis yang Dinilai Tidak Rasional”.

Artikel berjudul “Benarkah Salah Satu Sayap Lalat Mengandung Obat? Telaah Hadis yang Dinilai Tidak Rasional” adalah kiriman dari Ni’amul Qohar, santri Pondok Pesantren Kreatif Baitul Kilmah, asuhan Dr. KH. Aguk Irawan, MA dan mahasiswa aktif di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...