Benarkah Sudan Bakal Normalisasi dengan Israel?

0
122

Harakah.idSudan menyatakan akan siap menerima ajakan Israel melalui bantuan lobi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi dengan Israel. Hal ini menambah daftar negara-negara Arab yang berdamai dengan Israel.

Di tengah banyaknya negara-negara Arab melakukan normalisasi dengan Israel. Kali ini Sudan menyatakan akan siap menerima ajakan Israel melalui bantuan lobi Amerika Serikat (AS) untuk menormalisasi dengan Israel. Hal ini menambah daftar negara-negara Arab yang berdamai dengan Israel. 

Keputusan Sudan ini tentu perlu dipertanyakan. Pasalnya, Sudan sebelumnya menolak ajakan AS untuk menormalisasi hubungan diplomatiknya dengan Israel. Maka, kebijakan Sudan ini tak lepas dari “bujukan” AS dengan berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi.

Menurut informasi, Ketua Dewan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan, Senin (21/9/2020), di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, menggelar perundingan intensif dengan delegasi AS dan sejumlah pejabat UEA. Mereka tengah membahas tentang kemungkinan membuka hubungan diplomatik Sudan-Israel secepat mungkin.

Normalisasi Sudan-Israel?

Kebijakan yang diambil Sudan untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel bukanlah sebuah keputusan singkat. Ada diskusi dan dialog intensif terkait bagaimana kebijakan pemerintah Sudan yang mesti diambil.

Pertemuan Burhan didampingi Menteri Peradilan Sudan Nasreldin Abdelbari, dan sejumlah pejabat tinggi Sudan dengan pejabat AS-UEA terkait isu pembukaan hubungan resmi Sudan-Israel akan segera dieksekusi secara cepat. 

Apalagi situasi Sudan yang dililit oleh krisis ekonomi. Hal tersebut membuat Sudan harus keluar dari jeratan situasi itu. Maka, Sudan siap untuk berdamai dan membuka hubungan diplomatik secara resmi dengan beberapa persyaratan yang diajukan.

Pihak Sudan mengajukan persyaratan, diantaranya yakni, AS diminta segera memproses pencabutan Sudan sebagai negara pendukung teroris. 

Selain itu, AS harus segera mencairkan paket bantuan 3,2 miliar dollar AS kepada Sudan. Paket bantuan itu dengan rincian 1,2 miliar dollar AS untuk bantuan logistik darurat yang akan disalurkan kepada korban banjir akibat meluapnya Sungai Nil di Sudan dan 2 miliar dollar AS berupa kredit lunak. 

Tidak hanya itu, komitmen AS dan UEA menyalurkan bantuan rutin kepada Sudan selama tiga tahun mendatang juga menjadi salah satu persyaratan yang mesti dipenuhi oleh AS. 

Beberapa persyaratan yang telah diajukan Sudan kepada AS tengah didiskusikan dan menunggu AS menyetujuinya. Ini artinya AS berada di pihak yang menentukan arah keputusan Sudan untuk membuka hubungan diplomatik secara resmi. 

Jika AS mengiyakan persyaratan tersebut, maka normalisasi Sudan dan Israel akan terjadi dengan mulus, tanpa ada hambatan yang berarti.

Perubahan Orientasi 

Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok bakal mendukung Ketua Dewan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan untuk mengambil keputusan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, jika AS memenuhi semua persyaratan yang diminta Sudan.

Sebelumnya, Hamdok juga pernah bertemu dan berdialog dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membahas mengenai normalisasi Sudan dengan Israel, (25/8), yang lalu. Hingga akhirnya pertemuan itu membuahkan hasil saat ini. 

Memang, sejak Dewan Transisi Sudan pimpinan Abdel Fattah al-Burhan terbentuk, kebijakan luar negeri dan orientasi hubungan internasional Sudan mengalami perubahan luar biasa. Perubahan tersebut sangat terlihat, ketika Burhan bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu di Entebbe, Uganda, 3 Februari. Dalam hal ini, UEA disinyalir ikut berperan dalam mengatur pertemuan Burhan-Netanyahu itu.

Bahkan, pertemuan tersebut dikecam keras oleh para pengunjuk rasa di Sudan. Burhan pasca pertemuan tersebut menyatakan keraguan mengenai isu normalisasi hubungan yang terlalu cepat dengan Israel. Meskipun pesawat Israel tidak lama lagi akan memulai penerbangan melewati wilayah udara Sudan.

Melihat kondisi tersebut, maka perubahan orientasi dan kebijakan luar negeri Sudan mengalami perubahan besar. Hal ini yang kemudian membuat Sudan memutuskan bakal membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Persoalan ekonomi dan instabilitas politik membuat Dewan Transisi Sudan harus melakukan kebijakan penting dan massif bagi perubahan politik dalam negeri Sudan. Termasuk dengan menormalisasi dengan Israel. Keputusan ini juga bakal mengubah arah jalan politik Sudan kedepan. 

UEA, Bahrain, dan Sudan memutuskan untuk membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Apakah negara-negara Arab lainnya juga akan menyusul? 

Perubahan nyata terjadi dalam konstelasi geopolitik Timur Tengah yang semakin kompleks. Normalisasi negara-negara Arab-Israel adalah awal mula perubahan itu.