Beranda Keislaman Ibadah Berapa Nomimal Zakat Fitrah dengan Uang Sesuai Mazhab Hanafi? Begini Penjelasan MUI...

Berapa Nomimal Zakat Fitrah dengan Uang Sesuai Mazhab Hanafi? Begini Penjelasan MUI DKI Jakarta

Harakah.id Jadi nominal zakat fitrah dengan uang sesuai mazhab Hanafi di tahun 2020 ini adalah Rp. 54.450, jika dibulatkan maka menjadi Rp. 55.000.

Belakangan, trend umat Islam di perkotaan karena alasan kemudahan dan pertimbangan uang lebih bermanfaat dan lebih praktis untuk dibelanjakan dalam memenuhi pelbagai kebutuhan di perkotaan, pembayaran zakat Fitrah berbentuk beras yang menjadi makanan pokok mayoritas umat Islam di Indonesia, mulai diganti dengan mengkonversi nilai uang (qimah) mengikuti (taqlid) mazhab Hanafi, senilai harga beras ukuran 1 Sha’, kl. 2.5 Kg. dan bukannya dikonversi dengan harga jenis makanan yang disebut dalam hadis Nabi saw. (manshus), misalnya: kurma, gandum, keju, kismis, dsb.

Pilihan umat Islam di Indonesia untuk mengkonversi pembayarkan zakat Fitrah dengan uang (qimah) taqlid mazhab Hanafi senilai takaran zakat Fitrah 1 (satu) Sha’ berbentuk makanan pokok beras seberat 2.5 Kg, harus diuji dari sisi prosedur taqlid atau pindah ke mazhab Hanafi. Hal ini perlu dilakukan agar praktek zakat Fitrah dengan uang yang dilakukan sebagian umat Islam Indonesia di perkotaan, tidak terjadi penyimpangan prosedur taqlid dan tetap sejalan dengan ketentuan hukum sehingga tidak jatuh kepada talfiq yang dilarang. Konsekwensi zakat Fitrah dengan uang yang menyalahi prosedur taqlid pada mazhab Hanafi, bisa batal dan hanya menjadi shadaqah biasa, bukan zakat Fitrah.

Tulisan ini, secara khusus mengkaji persoalan pembayaran zakat Fitrah dengan uang, mulai: pengertian zakat Fitrah, syarat Muzakki (orang yang zakat), ukuran/takaran zakat Fitrah, prosedur pembayaran zakat Fitrah dengan uang menurut mazhab Hanafi, kelompok (ashnaf) penerima zakat Fitrah, dan waktu membayar zakat Fitrah.

Dari empat mazhab Sunni, hanya mazhab Hanafi yang membolehkan zakat Fitrah dengan uang. Sementara imam Malik, imam Syafi’y, dan Ahmad bin Hanbal, tidak membolehkan zakat Fitrah dibayarkan dengan uang.

Bagi umat Islam yang mengeluarkan zakat Fitrah berbentuk uang, harus memenuhi tiga prosedur mazhab Hanafi agar tidak terjadi talfiq , sbb.:

Pertama, mengikuti takaran/timbangan mazhab Hanafi. Artinya tidak boleh menggunakan takaran 1 (tiga) mazhab lainnya (Maliki, Syafi’i, dan Hanbali) yang memfatwakan, zakat Fitrah tidak boleh berbentuk uang, dan takaran Sha’ dalam mazhab ini paling kecil, kl,. 7.01 Kg. Ini pendapat yang lebih hati-hati (ikhtiyath), agar tidak jatuh kepada talfiq (hanya mencari yang gampang-gampang dan mengambil fatwa tidak satu paket (qadliyah).

Ingat, takaran satu Sha’ dalam mazhab Hanafi paling besar. Takaran satu Sha’ dalam mazhab Hanafi ada 3 pendapat, sbb.: (1) 1.01 (kl. tiga kilo, tiga Ons), (2) 1.02 (Tiga kilo, delapan Ons), dan (3) 1.722 (Empat Kilo dua ons delapan puluh delapan gram) –dibulatkan menjadi 1.01 (empat kilo tiga ons).

Kedua, harga (qimah) yang dikonversi harus makanan pokok yang disebut dalam hadis (manshus), yaitu: kurma atau keju atau susu atau kismis atau gandum, dan tidak boleh dikonversi dengan harga quth al-balad selain makanan pokok (manshush) dalam hadis, misalnya dikonversi dengan harga beras atau jagung yang ke duanya tidak disebut (ghairu manshus) dalam hadis. Demikian pendapat Yaasir al-Najjar al-Dimyathy17, al-Kisani al-Hanafii (w. 122 H)11, dan Ibrahim bin Muhammad al-Halabiy11 salah satu ulama mazhab Hanafi.

Ketiga, zakat Fitrah dengan uang (qimah) harus didasarkan pada keyakinan bahwa cara itu kebih mashlahat dan bisa memenuhi kebutuhan makan para mustahiq satu hari lebaran.

Apabila zakat fitrah dibayarkan dengan gandum, takarannya boleh setengah (1/2) Sha’ atau dikonversi dengan harganya (qimah). Dengan demikian, zakat Fitrah yang dibayarkan dengan uang (taklid kepada mazhab Hanafi), kalau harga 1 kg gandum tahun ini (2020) yang biasa dikonsumsi Rp. 33.000,-, berarti satu paket zakat Fitrah dengan uang dikonversi dengan 1/2 Sha’ gandum, di mana satu Sha’ dalam mazhab Hanafi menurut pendapat syaikh Ali Jum’ah, takarannya sebesar 03.03 0ns = Rp. 33 ribu x 1/2 Sha’ x 3,03 0ns, besarnya sejumlah Rp. 54.450.- dibulatkan menjadi Rp. 55.000,-.

Demikian penjelasan singkat tentang tuntunan Zakat Fitrah dengan uang menurut ulama Hanafiyah. Umat Islam yang ingin membayar zakar dengan uang hendaknya mengikuti tuntunan yang benar sesuai mazhab tersebut. Jika ingin lebih lengkap pembaca dapat membaca di buku HUKUM DAN PEDOMAN ZAKAT FITRAH DENGAN UANG (Kajian Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta, Nomor 1 Tahun 2018). (Dr. Fuad Thohari, MA).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...