Beranda Keislaman Ibadah Berbuka Puasa Ala Rasulullah Itu Mudah dan Sederhana

Berbuka Puasa Ala Rasulullah Itu Mudah dan Sederhana

Harakah.id – Dalam berbuka puasa, Rasul gemar menyantap ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) sebagai pengganti.

Puasa adalah ajang untuk melatih kesabaran dimana kita harus menahan haus dan lapar dari terbit fajar sampai terbenam matahari sehingga momen berbuka pun menjadi momen yang membahagiakan bagi yang menjalankan ibadah puasa dan hal itu pun telah dinyatakan dalam hadis kudsi.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ، وَلَخَلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ‏”

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw., beliau bersabda, “Allah ‘azza wa jalla berkata, ‘Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya yaitu seseorang yang berpuasa meninggalkan syahwat, makan, dan minumnya karena-Ku. Puasa adalah perisai. Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: satu kebahagiaan ketika berbuka puasa dan satu kebahagiaan ketika berjumpa Rabbnya. Dan bau mulut orang yang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi.” (HR. Al-Bukhari)

Hanya meneguk segelas air setelah menjalani ibadah puasa adalah nikmat yang tak terduga. Nah, agar kebahagiaan kita semakin afdhal, nikmat dan penuh berkah, rasanya kita perlu menengok kembali bagaimana baginda Rasulullah Saw berbuka puasa.

Saat matahari terbenam, dianjurkan bagi mereka yang berpuasa untuk menyegerakan diri dalam berbuka sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Saw,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏‏لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Dari Sahl bin Sa’ad ra yang berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Kaum Muslimin akan selalu dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”

Ketika berbuka puasa, banyak dari kita yang “kalap” sampai mampu melahap beberapa jenis makanan dan minuman. Padahal, berlebih-lebihan itu tidak baik dan hal tersebut bukanlah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Dalam berbuka puasa, Rasul gemar menyantap ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) sebagai pengganti. Sekalipun tidak ada dua jenis makanan tersebut, Rasulullah Saw memilih makanan manis sebagai hidangan ifthar atau berbuka dan yang terpenting adalah memakan hidangan secukupnya.

Saat berbuka puasa, Rasulullah Saw tak lupa memanjatkan doa kepada Allah Swt. Nah, ada informasi yang membahagiakan bahwasanya waktu berbuka adalah salah satu momen dimana doa seorang hamba tidak tertolak.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم‏ ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ…‏

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda “Tiga orang yang doa mereka tidak ditolak oleh Allah: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doanya orang yang terzalimi…” (HR. Al-Tirmidzi)

Lafaz doa berbuka puasa memang bermacam-macam. Biasanya saat berbuka puasa Rasulullah Saw berdoa sambil mengungkapkan rasa syukur. Lafaz doa Rasulullah saat berbuka adalah sebagai berikut.

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ.

Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insyaallah pahala sudah tetap.

Yang patut kita ingat, waktu berbuka puasa adalah antara maghrib dan isya yang tergolong singkat. Hendaknya kita segera menunaikan shalat maghrib setelah menyantap hidangan berbuka dan meneguk minuman secukupnya dan akan lebih baik lagi apabila kita menunaikan shalat maghrib berjamaah.

Itulah cara berbuka puasa ala Rasulullah Saw. Semoga kita semua mendapatkan limpahan berkah dari Allah Swt dengan menjalankan sunnah Rasul. Aamiin.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...