Beranda Keislaman Ibadah Mengapa Mukmin Bergembira Menyambut Ramadhan

Mengapa Mukmin Bergembira Menyambut Ramadhan

Harakah.id Menyambut bulan suci Ramadan dengan rasa penuh kebahagiaan memiliki keutamaan tersendiri. Tidak heran jika di berbagai daerah diadakan kegiatan sosial yang sebenarnya bila diperhatikan tujuannya adalah memeriahkan datangnya bulan suci. 

Ramadan bukan bulan biasa. Satu bulan yang paling utama di antara bulan-bulan lainnya dalam Islam. Ada banyak keutamaan di dalamnya. Sejak dari ibadah hati, ibadah fisik, ibadah invidual hingga ibadah sosial. Hampir semua tindakan seorang Muslim dapat dinilai ibadah pada bulan ini. Pahala ibadah dianugerahkan begitu luasnya. Seperti obral diskon jelang lebaran.

Bergembira menyambut Ramadhan dengan rasa penuh kebahagiaan memiliki keutamaan tersendiri. Tidak heran jika di berbagai daerah diadakan kegiatan sosial yang sebenarnya bila diperhatikan tujuannya adalah memeriahkan datangnya bulan suci. 

Umat Islam tidak bisa tidak, akan tetap bergembira akan kedatangan bulan Ramadan. Ini berdasarkan hadis sahih dari dari Abu Hurayrah bahwa baginda Nabi ﷺ pernah bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا، فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Al-Jaḥīm (Neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Didalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan Seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR Ahmad)

Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaybah dalam Al-Kitab Al-Mushannaf fil-Ahadits wal-Atsar, Isḥāq bin Rahuyah dalam Musnad-nya, Aḥmad dalam Musnad-nya, ‘Abdu bin Humayd (w. 249) dalam Al-Muntakhab, dan At-Tusi (w. 312) dalam Mukhtashar Al-Ahkam (3/297).

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali (w. 795) menjelaskan setelah menukil hadis di atas,

كيف لا يبشر المؤمن بفتح أبواب الجنان كيف لا يبشر المذنب بغلق أبواب النيران كيف لا يبشر العاقل بوقت يغل فيه الشياطين من أين يشبه هذا الزمان زمان.

“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadan).” (Lataif Al-Ma’arif, hlm. 348).

Sampai di sini jelaslah bahwa bergembra menyambut ramadhan serta bahagia atas datangnya bulan suci Ramadan memiliki keutamaan tersendiri. Ungkapan kebahagiaan ini hendaknya dilakukan dengan cara yang tidak bertentangan yang sesuai dengan syariat Islam.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...