fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Berkurban Adalah Cara Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Berkurban Adalah Cara Untuk Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Harakah.idManusia pada mulanya sangat dekat dengan Allah SWT, tetapi dengan berdosa atau bermaksiat dia menjauh. Kalau dia bertaubat, maka dia akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan berkurban adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kurban adalah istilah yang lebih sering kita dengar dari pada istilah udhiyah. Dari definisi yang diberikan para ulama, udhiyah adalah binatang ternak seperti domba, kambing, dan unta yang di mana binatang itu disembelih setelah shalat Idul Adha dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Udhiyah digunakan sebagai istilah binatang ternak yang akan disembelih pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai hari tasyrik.

Udhiyah bisa dinisbatkan kepada waktu dhuha, karena waktu tersebut adalah disyariatkannya untuk menyembelih hewan kurban. Adapun Hari Raya Kurban adalah terjemahan harfiah dari Idul Adha. 

Ada perbedaan antara korban dengan berkorban. Korban memiliki arti derita atau kerugian akibat orang lain, sedangkan berkorban menggambarkan suatu aktifitas yang mengandung kesetiaan atau kebaktian. Kalimat kurban juga terdapat pada Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 27.

إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا ۝

“ketika keduanya mempersembahkan kurban,”

Kurban dalam bahasa Arab diambil dari kata qoruba (قَرُبَ) menjadi qorroba (قَرَّبَ) yang berarti dekat.

Berarti kurban adalah mempersembahkan sesuatu dengan binatang atau lainnya karena Allah SWT.

Sebagaimana dalam kisah anak Nabi Adam AS yaitu Habil dan Qabil, yang di mana Habil mempersembahkan binatang ternak dan Qabil mempersembahkan hasil pertanian. Kedua-duanya memberikan kurban tetapi satu diterima dan yang lainnya tidak.

Manusia pada mulanya sangat dekat dengan Allah SWT, tetapi dengan berdosa atau bermaksiat dia menjauh. Kalau dia bertaubat, maka dia akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berkurban adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semakin besar nilai yang dikorbankan semakin tinggi nilai yang dikorbankan itu. Namun, perlu digaris bawahi dalam surat Al-Hajj ayat 37.

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ ۝

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah SWT, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”

Karena kesadaran manusia terletak pada mencari apa yang tinggi, dahulu sebelum masa Nabi Ibrahim AS atau semasanya yang dikorbankan itu manusia salah satunya di Mesir.

Setiap tahun sungai Nil selalu mengering sampai diberi sesaji gadis cantik maka air itu akan naik, hal ini berlanjut sampai masa khalifah Umar RA barulah ritual tersebut ditiadakan.

Pada masa Nabi Ibrahim AS orang baru sadar bahwa manusia itu bernilai mahal, sebagaimana perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, namun diganti dengan seekor domba. Demikian karena Allah SWT sangat cinta dengan manusia.

Lalu, kenapa binatang? Dimaksudkan untuk menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada manusia. Seperti sifat rakus dan ingin menang sendiri, maka sembelihlah sifat itu.

Ketika semakin tinggi akhlaknya, semakin tinggi pula berkorbannya. Karena berakhlak baik adalah bagian dari pegorbanan. Salah satu lambang dari berkurban terdapat dalam surat Al-Hajj ayat 36.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ۝

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu bagian dari syi’ar agama Allah SWT, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah SWT ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat).

Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Karena itu sembelihlah korban dan berikanlah kepada yang butuh, sementara ulama membaginya menjadi tiga bagian sebagaimana firman Allah SWT. berikan kepada yang butuh sepertiga, berikan kepada teman untuk mengakrabkan silaturahim walaupun ia tidak butuh atau tidak meminta, dan sepertiganya diperbolehkan untuk kalian makan.

Dilihat dari sisi syariat maka berkurban dilakukan setelah shalat idul adha, sedangkan dari segi esensinya berkurban adalah sesuatu yang butuh pengorbanan. Sebagaimana dalam surat Al-Hajj ayat 37 sebelumya bahwa yang dinilai adalah ketakwaannya.

REKOMENDASI

Mertuaku Adalah Bapak Tiriku, Tentang Hukum Pernikahan Besan dan Sebab Mahram Musaharah

Harakah.id - Penyebab lain dari munculnya hubungan mahram adalah akad pernikahan antara suami dan istri. Pernikahan ini membuat masing-masing kedua mempelai...

Syarat Jadi Wali Itu Harus Berilmu, Rekaman Dialog Quraish Shihab Ft. Gus Baha’

Harakah.id - Dalam sebuah talkshow yang dipandu Najwa Shihab, Gus Baha dan Quraish Shibab terlibat dalam dialog yang seru. Salah satu...

Takbiran Setiap Selesai Shalat Fardhu Sampai Penghujung Hari Tasyrik, Bagaimana Hukumnya?

Harakah.id - Mulai sejak Hari Arafah, Kaum Muslimin punya kebiasaan takbiran setiap selesai Shalat Fardhu. Takbiran ini dilakukan sampai selesai Hari...

Download Khutbah Ringkas Idul Adha 2020

Mampu Sholat, Tapi Belum Tentu Mampu Berqurban Allâhu akbar Allahu akbar Allahu akbar la ilaha illallâhu wallâhu akbar, Allâhu akbar wa lillahil hamd... Allahu akbar kabîra wal hamdu lillahi katsîra wa subhanallahi...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Jarang Disampaikan, Ternyata Inilah Keutamaan Beristri Satu dalam Islam

Harakah.id - Sunnah hukumnya bagi laki-laki untuk mencukupkan satu istri saja, sekalipun pada dasarnya ia diperbolehkan untuk menambahnya lagi.

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...