Beranda Keislaman Ibadah Bersesuci Dengan Air Berlumut, Bagaimana Status Dan Hukumnya Dalam Islam?

Bersesuci Dengan Air Berlumut, Bagaimana Status Dan Hukumnya Dalam Islam?

Harakah.idBersesuci dengan air berlumut mungkin adalah peristiwa yang jarang dialami dan ditemukan. Namun dalam kondisi tertentu, dengan ketiadaan air, bolehkah seseorang bersesuci dengan air berlumut?

Seperti yang kita tahu salah satu di antara alat bersesuci adalah air. Air masih di golongkan menjadi beberapa macam. Dan air yang di maksud adalah air yang suci mensucikan dan tidak makruh digunakan (air mutlak) yang tidak berubah salah satu sifat air (rasa, bau, dan warna) tersebut. Lalu bagaimana dengan kasus bersesuci dengan air berlumut?

Hal itu di terangkan oleh salah satu ulama dari kalangan madzhab syafi’i yaitu Syekh Imam abi Thoyyib atau yang lebih dikenal dengan nama Syekh Abi Suja’ bin Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Asfahani dalam kitabnya yang berjudul Fathul Qorib bis Syahril Taqrib.

Adapun kutipan pendapatnya adalah:

وَالْمُتَغّيِرُ اَىْ وَ مِنْ هَذَا الْقَسْمِ الْمَاءُ الْمُتَغِّرُ اَحَدُ اَوْ صَافِهِ بِمَا اَىْ بِشَيْئٍ خَلِطَهُ مِنَ الطَّاهَرَتِ تَغَيُّرًا يَمْنَعُ الطْلَاقِ اسْمِ الْمَاءِ عَلَيْهِ فَاِنَّهُ طَاهِرٌ غَيْرُ طَهُوْرٌ حِيْيًا كَانَ اَوْ تَقْدِرِيًا

Adapun air yang berubah salah satu sifatnya sebab sesuatu yang bercampur (benda suci) dengan air itu dan mencegah kepada kemutlakannya air serta berubah baik sedikit atau banyak, maka air tersebut suci tapi tidak mensucikan.

Namun bagaimana jika saat kita bepergian selama beberapa hari lalu air di rumah kita yang biasa kita gunakan untuk bersesuci berubah salah satu sifatnya seperti air itu berubah menjadi hijau karena lumut yang tumbuh di dalam air itu sebab terlalu lama berdiam.

Dalam kasus di atas bagaimana ulama fiqih memandangnya dan masih bolehkah kita memakai dan bersesuci dengan air berlumut??

Pandangan ulama mengenai kasus di atas khususnya madzhab syafi’i berpendapat bahwa air tersebut tetap dihukumi suci dan tetap boleh di gunakan untuk bersesuci. Sebab perubahan yang terjadi tidak ada campuran dari luar artinya air tersebut berubah dengan sendirinya.

Pendapat di atas di kuatkan dengan pendapat Syekh Abi Suja’ bin Ahmad bin Husain bin Ahmad Al-Asfahani. Syekh Abi Suja’ pernah membahas masalah tersebut dalam kitabnya, yaitu Fathul Qorib bis Syarhil Taqrib sebagaimana berikut:

وَكَذَا المُتَغَيِّرُ بِمُخَالِطِ لَا يُسْتَغْنَى الْمَاءُ  عَنْهُ كَطِيْنِ وَطُحْلَبٍ وَ مَا فِى مٌقِرِّهِ وَمُمَرِّهِ وَالْمُتَغَيِّرُ بِطُوْلِ الْمُكْثِ فَاِنَّهُ طَهُوْرٌ

Artinya: Dan demikian pula perubahan yang tidak butuh kepada air. Seperti lumpur, lumut, sesuatu yang ada di tempat berjalannya air, berdiamnya air serta perubahan sebab lama berdiamnya air maka air tersebut tetap suci dan menyucikan.

Dari keterangan diatas dapat dipahami bahwa air yang berubah salah satu warnanya karena tidak ada sebab dari luar, air lumut misalnya, maka air itu tetap suci dan tetap boleh digunakan untuk bersesuci. 

Namun jika berubah dengan sebab dari luar artinya memang sengaja dicampur maka air tersebut tidak boleh di gunakan untuk bersesuci. Sebab air tersebut bukan lagi tergolong air yang suci mensucikan (air mutlak), tapi sudah termasuk air yang berubah (air mutaghoyyir) serta tidak bisa digunakan untuk bersesuci.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...