Bolehkah Bayar Zakat Melalui Pembayaran Dompet Digital?

0
319
Bolehkah Bayar Zakat dengan Uang Digital, Seperti Go-Pay, OVO, dan Lainnya?

Harakah.id – Jika syarat-syarat zakat telah terpenuhi, maka menggunakan uang digital sebagai pembayaran zakat adalah diperbolehkan.

Era digital membuat hampir seluruh masyarakat melek teknologi. Segala hal dapat dilakukan melalui online. Dalam kegiatan manusia sehari-hari, internet memberi banyak sekali kemudahan, misalnya kemudahan transportasi yang telah dipermudah dengan aplikasi ojek online.

Selain itu, pembayaran menggunakan digital money sangat digandrungi oleh masyarakat akhir-akhir ini. Kemudahan yang dirasakan masyarakat membuat metode pembayaran uang digital berkembang sangat pesat.

Penyimpanan dan pembayaran uang digital menjadikan segala transaksi sehari-hari menjadi mudah dan praktis. Sehingga hampir seluruh transaksi tunai kini beralih kepada metode pembayaran dengan uang digital. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan dalam masyarakat terkait apakah metode pembayaran dengan uang digital semacam itu bisa digunakan untuk pembayaran zakat?

Baca Juga: Tata Cara Membayar Zakat Fitrah dengan Uang Menurut Mazhab Hanafi

Zakat dengan uang saat ini dinilai lebih praktis dan berfungsi bagi masyarakat. Di antara rujukannya adalah pendapat Imam Abu Hanifah, yang memperbolehkan untuk mengganti pembayaran zakat fitrah dari yang berupa bahan pokok makanan dengan uang.

Pendapat ini sepertinya lebih sesuai dengan kondisi dunia sekarang karena uang telah menjadi alat tukar yang praktis. Oleh sebab itu, para ulama masa kini melihat bahwa membayar zakat fitrah menggunakan uang, lebih banyak mashlahatnya ketimbang dengan beras atau bentuk bahan makanan yang lainnya.

Sama halnya dengan uang tunai, uang digital pun boleh digunakan untuk membayar zakat. Mengapa? Karena digital merupakan alat transaksi yang halal dan lembaga-lembaga zakat dapat langsung menerima dananya dari muzaki, asal nominal zakat yang terkumpul disalurkan kepada mustahiq yang benar dan jumlah zakat tidak terkurangi ketika melakukan pembayaran secara digital.

Baca Juga: Apakah Boleh Membayar Zakat Fitrah Menggunakan Uang Pinjaman Dari Rentenir?

Zakat dengan menggunakan pembayaran uang digital ini diperbolehkan sebagai alat yang memudahkan masyarakat. Di samping itu, ini merupakan suatu sebab yang halal. Karena Allah tidak menerima zakat dari suatu hal yang kotor, Rasulullah Saw. bersabda dalam hadis shahih.

اَيُّهَا النَّاسُ إٍنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu bersih dan tidak menerima pemberian kecuali dari yang bersih juga. (HR. Muslim, Ahmad dan Ad-Darimi)

Dewasa ini, demi memudahkan masyarakat membayar zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang merupakan lembaga pengelola zakat nasional melakukan kerjasama dengan salah satu aplikasi pembayaran uang digital.

Selain itu masih banyak lembaga keagamaan Islam lainnya yang menerapkan hal serupa. Prosedur pelaksanaan yang dilakukan melalui media digital ini harus tetap melakukan syarat sah zakat yaitu niat dan kepemilikan yang sah. Jika syarat-syarat zakat telah terpenuhi, maka menggunakan uang digital sebagai pembayaran zakat adalah diperbolehkan.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Zakat via Transfer Bank dan Online
Baca Juga: Hukum Zakat Via Online, Begini Penjelasan Para Tokoh Agama Indonesia