Beranda Headline Bolehkah Berkurban dengan Sapi Betina? Ini Hukum dan Dasar Hadisnya

Bolehkah Berkurban dengan Sapi Betina? Ini Hukum dan Dasar Hadisnya

Harakah.idBerkurban dengan hewan jantan dan betina hukumnya sah berdasarkan kesepakatan ulama.

Berkurban dengan sapi betina. Beberapa hari lalu, saya mendapatkan pertanyaan seperti ini, “Ustadz, saya dan keluarga ini berkurban sapi. Saat kami sedang bermusyawarah, muncul pertanyaan, apakah boleh jika kami berkurban dengan sapi betina? Terima kasih atas jawabannya.”

Setelah saya menelusuri literatur kitab fikih, saya mendapatkan jawaban bahwa sejatinya tidak ada syarat hewan kurban harus berjenis kelamin tertentu. Tidak ada syarat hewan kurban harus jantan atau harus betina.

Syekh Mustafa al-Khin dan Syekh Mustafa Dib al-Bugha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhabi al-Imam al-Syafi’i mengatakan bahwa ada dua syarat utama hewan kurban. Keduanya meliputi: sudah cukup umur dan tidak ada cacat. Kedua syarat ini berlaku baik untuk kurban berupa unta, sapi ataupun kambing. Dari syarat ini, dapat diketahui bahwa tidak ada syarat jenis kelamin tertentu.

Dalam keterangan lain, disebutkan bahwa Imam an-Nawawi pernah menegaskan keabsahan berkurban dengan hewan berjenis betina. Beliau menulis,

يَصِحُّ التَّضْحِيَةُ بِالذَّكَرِ وَبِالْأُنْثَى بِالْإِجْمَاعِ وَفِي الْأَفْضَلِ مِنْهُمَا خِلَافٌ (الصَّحِيحُ) الَّذِي نَصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ فِي الْبُوَيْطِيِّ وَبِهِ قَطَعَ كَثِيرُونَ أَنَّ الذَّكَرَ أَفْضَلُ مِنْ الْأُنْثَى وَلِلشَّافِعِيِّ نَصٌّ آخَرُ أَنَّ الْأُنْثَى أَفْضَلُ

Berkurban dengan hewan jantan dan betina hukumnya sah berdasarkan kesepakatan ulama. Dalam soal mana yang lebih utama, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Pendapat yang sahih, yang dijelaskan oleh Imam al-Syafi’i dalam kitab al-Buwaithi, dan banyak ulama memastikan kebenaran riwayat ini, bahwa hewan jantan lebih utama dibanding hewan betina. Imam al-Syafi’i memiliki tulisan lain yang menyebut bahwa betina lebih utama. (Al-Majmu’ Syarah Muhadzab, jilid 8, hlm. 397).

Berdasarkan keterangan di atas, para ulama hanya berbeda pendapat tentang mana yang lebih utama; berkurban dengan hewan jantan atau hewan betina.

Imam al-Syirazi dalam al-Muhadzab menyebutkan dasar keabsahan berkurban dengan hewan jantan dan betina, yaitu sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Ibnu Hibban.

 ويجوز فيها الذكر والانثى لما روت أم كرز عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قال (على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا) وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الاضحية ولان لحم الذكر أطيب ولحم الانثى أرطب)

Dan boleh berkurban dengan hewan jantan dan betina. Karena, Ummu Kurzin telah meriwayatkan dari Nabi SAW yang bersabda, “Atas seorang anak laki-laki, aqiqahkan dengan dua ekor kambing. Atas seorang anak perempuan, aqiqahkan dengan seekor kambing. Tidak masalah apakah hewan aqiqah itu jantan atau betina.” Ketika dibolehkan aqiqah dengan jantan atau betina, dengan dasar hadis ini, maka ini menunjukkan bahwa boleh pula berkurban dengan keduanya, karena daging hewan jantan lebih enak. Daging hewan betina lebih lembut. (Al-Majmu’ Syarah Muhadzab, jilid 8, hlm. 393).

Sekalipun boleh berkurban dengan sapi betina, namun jika pemerintah mengeluarkan larangan penyembelihan sapi betina produktif, maka ada ketentuan lain. Yaitu mengikuti ketentuan pemerintah sebagai bentuk ketaatan kepada ulil amri.

Demikian penjelasan singkat tentang hukum berkurban dengan sapi betina. Semoga penjelasan ini bermanfaat (M. Khoirul Huda).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...