Beranda Keislaman Hikmah Bolehkah Kita Mencari Hikmah di Balik Perintah dan Keputusan Allah?

Bolehkah Kita Mencari Hikmah di Balik Perintah dan Keputusan Allah?

Harakah.idAda sebagian pihak yang memandang bahwa mencari alasan, rahasia, dan hikmah di balik ketentuan Allah merupakan tanda ketidakpatuhan dan pengingkaran. Benarkah?

Pertanyaan ini patut diajukan terlebih dahulu mengingat ada sebagian pihak yang memandang bahwa mencari alasan, rahasia, dan hikmah di balik ketentuan Allah merupakan tanda ketidakpatuhan dan pengingkaran.

Dalam hal ini kita patut mengembalikannya terlebih dahulu kepada dasar pandangan ini. Dalam salah satu ayat Al-Quran disebutkan bahwa Allah tidak ditanya dan dituntut atas apa yang diperbuatnya (QS Al-Anbiya: 23).

Allah memiliki kebebasan yang tidak akan pernah dimiliki oleh siapa pun. Hal ini karena –sebagaimana pendapat mazhab Sunni-Asy’ari– Allah tidak akan pernah dikatakan zalim, walaupun mungkin bagi manusia hal itu sangat menyakitkan.

Allah memiliki sifat jaiz, wenang, dan bebas berkehendak. Allah berhak menciptakan dan menetapkan segala sesuatu kepada manusia, baik sesuatu tersebut mengandung manfaat ataupun tidak. Karena Ia telah berbuat pada milik dan kekuasaan-Nya sendiri. Jadi kalaupun yang dibebankan kepada manusia tersebut tidak mengandung manfaat, faidah, ataupun hikmah, hal itu bukan masalah bagi Allah.

Ayat di atas juga seakan ingin menegaskan bahwa tidak seyogyanya manusia menanyakan dan mencari-cari apa alasan Tuhan membuat sebuah keputusan. Parnyataan terakhir ini memang ada benarnya. Namun larangan bertanya ini tidak berlaku secara mutlak. Hanya untuk pertanyaan-pertanyaan yang berbau subsersif, pemojokan, didasari rasa ingkar, dan penuh buruk sangka saja.

Untuk pertanyaan yang bertujuan mencari tahu, didasari rasa keimanan, dan juga bertujuan menguatkan keimanan itu sendiri, hal itu masih diperbolehkan. Imam Al-Dasuqi dalam kitab Hasyiyah Dasuqi Ala Umm Al-Barahin menyatakan bahwa pertanyaan dan tuntutan yang dilarang dalam ayat di atas adalah pertanyaan yang berbau pengingkaran. Sedangkan pertanyaan yang bertujuan mencari tahu (istirsyad) dalam hal ini diperbolehkan.

Hipotesa ini dapat kita perkuat dengan sebuah ayat dalam Al-Quran. Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku).

Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah: 260)

Dalam Tafsir Al-Thabari dijelaskan bahwa suatu ketika Nabi Ibrahim melihat bangkai yang dicabik-cabik oleh hewan buas dan burung pemakan bangkai. Setan mendatangi Nabi Ibrahim, dan membisikkan keragu-raguan ke dalam hati beliau. Bagaimana Allah bisa mengumpulkan kembali daging dan seluruh bagian makhluk yang telah mati tercabik-cabik. Apakah Allah begitu kuasa.

Nabi Ibrahim akhirnya bertanya kepada Allah tentang cara menghidupkan orang yang telah mati. Ketika ditanya balik tentang tujuan beliau bertanya, apakah didasari oleh rasa tidak percaya dan ingkar, beliau menjawab tidak. Bukan itu alasan beliau bertanya. Beliau telah yakin. Sedangkan pertanyaan itu diajukan tidak lain agar hati merasa lebih mantap, dan tenang dalam keimanan kepada-Nya.

Dengan demikian, bertanya tentang hikmah di balik suatu ketentuan Allah diperbolehkan dengan syarat tidak dilandasi pengingkaran, ketidak percayaan, dan penuh buruk sangka.

Artikel ini diambil dari buku Kearifan Syariat karya Forum KALIMASADA Lirboyo 2009.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...