Beranda Keislaman Ibadah Bolehkah Niat Puasa Syawal pada Siang hari? Begini Penjelasan Mazhab Syafi'i

Bolehkah Niat Puasa Syawal pada Siang hari? Begini Penjelasan Mazhab Syafi’i

Harakah.id Puasa sunat Syawal tidak mesti diniatkan sejak malam hari. Jika pada malam harinya seseorang tidak berencana untuk berpuasa, baru kemudian rencana itu timbul keesokan harinya, maka ia dapat berniat puasa pada hari tersebut selama belum tergelincirnya matahari.

Dalam bulan Ramadhan kita semua memiliki kewajiban untuk menetapkan niat berpuasa sejak malam hari, lebih jelasnya mulkai dari tenggelamnya matahari sampai terbitnya fajar.

Sebagian orang bahkan memiliki rutinitas menetapkan niat untuk esok hari pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah berbuka atau setelah malaksanakan shalat tarawih.

Lalu bagaimana dengan puasa sunat Syawal, apakah kewajiban menetapkan niat pada malam hari juga berlaku pada puasa syawal? Berikut jawabannya berdasarkan mazhab Syafi’i.

Niat merupakan bagian wajib dari semua ibadah, tidak terkecuali puasa. Pada dasarnya semua jenis ibadah puasa memang mesti disertai dengan niat, jika seseorang pada siang hari memenuhi rukun-rukun puasa yaitu menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari, tetapi tidak berniat puasa, maka ia tetap tidak dihitung sedang melakukan ibadah puasa.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu (6/300) menjelasakan:

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ لَا يَصِحُّ صَوْمٌ إلَّا بِنِيَّةٍ سَوَاءٌ الصَّوْمُ الْوَاجِبُ مِنْ رَمَضَانَ وَغَيْرُهُ وَالتَّطَوُّعُ وَبِهِ قَالَ الْعُلَمَاءُ كافة

Artinya: dalam mazhab Syafi’i puasa tidak sah jika tidak disertai dengan niat, sama saja bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan maupun puasa sunat. Pendapat ini juga dipegang oleh sebagian besar ulama.

Berkaitan dengan niat puasa Ramadhan Imam Nawawi menjelaskan:

مَذْهَبَنَا أَنَّهُ لَا يَصِحُّ إلَّا بِالنِّيَّةِ مِنْ اللَّيْلِ وَبِهِ قَالَ مالك واحمد واسحق وَدَاوُد وَجَمَاهِيرُ الْعُلَمَاءِ مِنْ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ

Artinya: menurut mazhab Syafi’i, (puasa Ramadhan) tidak sah kecuali dengan disertai niat sejak malam hari. Pendapat ini juga dipegang oleh Imam Malik, Ahmad, Ishaq, Dawud Zhahiri serta jumhur ulama sejak masa salaf dan khalaf.

Namun kewajiban menetapkan niat sejak malam hari tidak berlaku untuk puasa-puasa sunat seperti puasa sunat Syawal. Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ (6/302) menjelaskan:

ذَكَرْنَا أَنَّ مَذْهَبَنَا صِحَّتُهُ بِنِيَّةٍ قَبْلَ الزَّوَالِ وَبِهِ قَالَ علي ابن أَبِي طَالِبٍ وَابْنُ مَسْعُودٍ وَحُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ وَطَلْحَةُ وَأَبُو أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيُّ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَأَبُو حَنِيفَةَ وَأَحْمَدُ وَآخَرُونَ

Artinya: berdasarkan mazhab Syafi’i, puasa sunat sah dengan menetapkan niat sebelum tergelincirnya matahari di hari tersebut. Pendapat ini merupakan pendapat Ali Ibn Abi Thalib, Ibn Mas’ud, Huzaifah Ibn Al-yamani, Thalhah, Abu Ayyub, Ibn Abbas, Abu Hanifah, Ahmad dan lain-lain.

Imam Nawawi melanjutkan:

وَاحْتَجَّ أَصْحَابُنَا بِحَدِيثِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ ” دَخَلَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يوم فقال هل عندكم شئ قلنا لا قال فانى إذا صائم

Artinya: kita berdalil dengan hadis dari Aisyah bahwasanya nabi pernah masuk ke rumah beliau, lalu bertanya adakah makanan yang dapat beliau makan pagi itu, Aisyah menjawab tidak ada, maka Rasulullah Saw mengikrarkan puasa pada hari tersebut. Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sunat dapat diniatkan pada pagi hari.

Kesimpulan: puasa sunat Syawal tidak mesti diniatkan sejak malam hari. Jika pada malam harinya seseorang tidak berencana untuk berpuasa, baru kemudian rencana itu timbul keesokan harinya, maka ia dapat berniat puasa pada hari tersebut selama belum tergelincirnya matahari.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...