Beranda Keislaman Muamalah Bolehkah Seorang Suami Masturbasi Dengan Tangan Istrinya?

Bolehkah Seorang Suami Masturbasi Dengan Tangan Istrinya?

Onani dalam fikih dibahasakan sebagai praktek “istimna’” atau “istimta’”, yaitu upaya untuk bersenang-senang. Onani adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk merangsang alat kelamin demi mencapai kepuasan syahwati tanpa melalui proses jima’ atau bersetubuh. Mayoritas onani dilakukan dengan tangan atau benda-benda pendukung lainnya.

Selain itu, Onani terkadang menjadi jalan keluar dan opsi kala seorang suami mendapati istrinya sedang haid. Sebagaimana yang kita tahu, seorang istri dilarang untuk disetubuhi ketika ia sedang haid. Lalu bagaimana caranya si suami tetap menyalurkan hasrat dan syahwatnya? Dengan istimna’ dibantu istrinya…

Pertanyaannya, bagaimana hukum onani menggunakan tangan atau dengan bantuan istri?

Dalam Madzhab Syafi’i onani sama sekali tidak diperbolehkan meskipun didasarkan pada kekhawatiran akan terjadinya perbuatan zina. Berbeda Imam as-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal justru memperbolehkan melakukan onani sebagai alternatif menghindari perbuatan zina. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab I’anatut Thalibin Juz 3 halaman 340 sebagai berikut:

 

وقوله لا بيده: أي لا يجوز الاستمناء بيده، أي ولا بيد غيره غير حليلته، ففي بعض الاحاديث لعن الله من نكح يده. وإن الله أهلك أمة كانوا يعبثون بفروجهم وقوله وإن خاف الزنا: غاية لقوله لا بيده، أي لا يجوز بيده وإن خاف الزنا .وقوله خلافا لاحمد: أي فإنه أجازه بيده بشرط خوف الزنا وبشرط فقد مهر حرة وثمن أمة

Dalam keterangan redaksi di atas (Madzhab Syafi’i) tidak memperbolehkan bersenang-senang dengan menggunakan tangannya sendiri atau tangan orang lain selain halilah nya (istri atau budak perempuan). Hal itu didasarkan pada sebagian hadis yang menyebutkan bahwa “Allah Swt melaknat orang yang menikahi tangannya (mengambil kesenangan (onani) dengan tangannya). Dan sesungguhnya Allah Swt merusak umat yang memainkan alat kemaluannya.”

 

Baca Juga: Waktu Terbaik Melakukan Hubungan Seks Bagi Pasangan Suami-Istri

 

Dalam teks di atas, tidak disebutkan secara jelas apa sebenarnya hukum istimna’ menggunakan tangan istri, meskipun ada penyebutan kata halilah yang bermakna istri atau budak perempuan. Namun dalam teks berikut ini, Ibn Hajar al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj dengan jelas menyatakan bahwa bersenang-senang (onani) dengan tangan istri diperbolehkan:

 ﻭﻫﻮ ﺍﺳﺘﺨﺮﺍﺝ ﺍﻟﻤﻨﻲ ﺑﻐﻴﺮ ﺟﻤﺎﻉ ﺣﺮﺍﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻛﺈﺧﺮﺍﺝ ﺑﻴﺪﻩ ﺃﻭ ﻣﺒﺎﺣﺎ ﻛﺈﺧﺮﺍﺟﻪ ﺑﻴﺪ ﺣﻠﻴﻠﺘﻪ .

“Istimna’ (masturbasi/onani) adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jimak. Hukumnya haram jika dikeluarkan dengan tangan sendiri. Mubah (boleh) jika dengan tangan istrinya.” (Tuhfatul Muhtaj 13/350).

Berdasarkan ibarat dan penjelasan dari Ibn Hajar al-Haitami, bisa disimpulkan kalau onani menggunakan tangan istri hukumnya mubah.

 

Baca Juga: Sepasang Suami-Istri Nonton Bareng Film Porno, Boleh?

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...