fbpx
Beranda Keislaman Ibadah Bolehkah Shalat Sunnah Qabliyah Dilakukan Setelah Shalat Fardhu?

Bolehkah Shalat Sunnah Qabliyah Dilakukan Setelah Shalat Fardhu?

Harakah.id – Melaksanakan shalat sunnah qabliyah setelah shalat fardhu hukumnya boleh, terutama bagi orang yang sudah biasa melaksanakannya. Hanya saja melakukan shalat sunnah qabliyah sebelum shalat fardhu lebih utama dibanding setelah shalat fardhu.

- Advertisement -

Kebolehan melaksanakan sunnah qabliyah setelah shalat fardhu ini disebabkan karena waktu sunnah qobliyah masih ada. Waktu sunnah qabliyah dimulai sejak masuk waktu shalat fardhu hingga akhir waktu. Misalnya sunnah qobliyah shalat Dhuhur, maka waktunya dimulai sejak waktu Dhuhur tiba hingga waktu Dhuhur habis. Meski demikian, dianjurkan sunah qabliyah dilakukan sebelum shalat fardhu dilakukan.

Sementara shalat sunnah ba’diyah dimulai setelah shalat fardhu dilaksanakan dan berakhir hingga waktu shalat fardhu habis. Misalnya shalat sunnah ba’diyah Dhuhur, maka waktunya dimulai setelah shalat Dhuhur dilaksanakan dan berakhir hingga waktu Dhuhur habis.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ berikut;

قال اصحابنا يدخل وقت السنن التي قبل الفرائض بدخول وقت الفرائض ويبقي وقتها ما لم يخرج وقت الفريضة لكن المستحب تقديمها علي الفريضة ويدخل وقت السنن التى بعد الفرائض بفعل الفريضة ويبقى مادام وقت الفريضة

“Sahabat kami (ulama Syafiiyah) mengatakan bahwa waktu shalat sunnah sebelum shalat fardhu dimulai sejak masuk waktu shalat fardhu dan tetap bertahan selama waktu shalat fardhu tidak keluar (habis), akan tetapi disunnahkan melaksanakan sunnah qabliyah sebelum shalat fardhu. Adapun shalat sunnah setelah shalat fardhu dimulai setelah shalat fardhu dilakukan dan tetap ada selama waktu shalat fardhu masih ada.”

Berdasarkan penjelasan di atas, dibolehkan melakukan shalat sunnah qabliyah setelah shalat fardhu karena waktu shalat sunnah qabliya masih ada. Meski demikian, tetap disunnahkan untuk melaksanakan shalat sunnah qabliyah dilakukan sebelum shalat fardhu.

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...