Beranda Keislaman Doa Bolehkah Tak Baca Sayyidina Saat Shalawat dalam Tahiyat? Begini Hukum Ketentuannya

Bolehkah Tak Baca Sayyidina Saat Shalawat dalam Tahiyat? Begini Hukum Ketentuannya

Harakah.idTidak membaca sayyidina, shalat anda tetap sah. Tidak masalah tidak membacanya. Namun dengan membaca sayyidina, anda akan mendapatkan keutamaan menjaga adab di hadapan Rasulullah SAW

Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
Saya mau bertanya min, saya kalau shalawat nabi dalam tahiyat itu pakai sayyidina. Terus saya agak ragu dengan hukum memakai kata sayyidina dalam shalawat nabi di dalam atahiyat. Mohon penjelasannya. Jazakallah.

Waalaikum Salam Wr. Wb.
Terima kasih atas pertanyaannya. Pertama yang harus dipahami adalah hukum membaca doa tahiyat. Kedua terkait hukum membaca shalawat. Ketiga tentang menambah kata sayyidina dalam bacaan shalawat dalam shalat.

Pertama, membaca doa tahiyat (penghormatan). Doa tahiyat ini juga disebut tasyahhud (kesaksian). Hukum membaca doa tasyahhud ini adalah wajib. Ia merupakan rukun shalat. Demikian adalah penjelasan Syekh Al-Imam Al-Qadhi Abu Syuja’ dalam kitab Al-Taqrib. Dasar kewajiban ini adalah hadis riwayat Imam Muslim,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ فَكَانَ يَقُولُ: “التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ، الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ”

Dari Ibnu Abbas yang berkata, “Rasulullah SAW mengajari kami tasyahhud seperti mengajari surat Al-Quran. Beliau berkata, ‘Al-Tahiyyat Al-Mubarakat Al-Shalawat Al-Thayyibat Lillah, Al-Salamu ‘Alaiku Ayyuha Al-Nabi Wa Rahmatullah Wa Barakatuh. Al-Salamu ‘Alaina Wa ‘Ala ‘Ibadillah Al-Shalihin. Asyhadu An La Ilaha Illa Allah. Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah.’” (HR Muslim)

Jadi, sampai di sini hukum membaca doa tasyahhud atau tahiyat adalah wajib.
Kedua, hukum membaca shalawat. Membaca shalawat dalam rakaat terakhir hukumnya wajib. Ia juga rukun shalat yang tak boleh ditinggalkan. Hal ini didasarkan kepada QS Al-Ahzab: 56,

إن اللهَ وَمَلائكَتَهُ يُصَلونَ عَلى النّبِي يَا أيهَا الّذينَ آمنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلًمُوا تَسْليماً

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS Al-Ahzab: 56)

Para ulama bersepakat bahwa membaca shalawat di luar shalat hukumnya tidak wajib. Karena itu, perintah dalam ayat di atas dimaknai sebagai kewajiban membaca shalawat di dalam shalat. Tempat yang paling sesuai dengan bacaan shalawat ini adalah di akhir shalat sebelum salam, setelah membaca doa tasyahhud. Demikian keterangan dari kitab Al-Tadzhib Fi Adillati Matn Al-Ghayah Wa Al-Taqrib.

Redaksi shalawat yang digunakan di antaranya adalah bacaan yang dikenal dengan shalawat Ibrahimiyyah. Berikut adalah shalawat riwayat Imam Al-Bukhari dari Ka’b bin ‘Ujrah,

سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ الصَّلاَةُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ البَيْتِ، فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ عَلَّمَنَا كَيْفَ نُسَلِّمُ عَلَيْكُمْ؟ قَالَ: ” قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Kami bertanya kepada Rasulullah SAW, kami berkata, Wahai Rasulullah SAW bagaimana cara bershalawat kepada kalian ahli bait? Allah telah mengajari kami membaca salam. Ka’b berkata, Rasulullah SAW mengatakan, “Ucapkan: Allahumma shalli ‘ala muhammadin wa ‘ala ali muhammadin, kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majidun, allahumma barik ‘ala muhammadin, wa ‘ala ali muhammadin, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim innaka hamidun majidun (HR Al-Bukhari).

Jadi, salah satu bentuk redaksi yang diajarkan oleh Rasulullah SAW secara langsung adalah:

Allahumma shalli ‘ala muhammadin wa ‘ala ali muhammadin, kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majidun, allahumma barik ‘ala muhammadin, wa ‘ala ali muhammadin, kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim innaka hamidun majidun.

Jadi, penambahan kata sayyidina dalam bacaan shalawat di dalam doa tahiyat bukan termasuk rukun shalat. Tidak dibaca pun shalat tetap sah.

Menurut sebagian keterangan, membaca sayyidina hukumnya sunnah. Akan berpahala jika dilakukan, tidak akan mendapatkan hukuman jika ditinggalkan. Adapula yang berpendapat statusnya tidak sampai sunnah, tetapi lebih utama dilakukan saja (afdhal). Imam Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatha Al-Dimyathi Al-Syafi’i (w. 1310 H.) dalam kitab I’anah Al-Thalibin berkata,

وقوله: وإن محمدا رسول الله الأولى ذكر السيادة، لأن الأفضل سلوك الأدب.

Perkataan pengarang wa anna muhammadan rasulullah, yang lebih utama adalah menyebutkan kata “sayyid”. Hal ini karena yang lebih utama adalah menerapkan adab kepada Rasulullah SAW (I’anah Al-Thalibin, juz 1, hlm 198).

Dalam kalangan ulama mazhab Syafi’i generasi mutaakhirin terdapat perbedaan pendapat. Ada yang menilai membaca sayyidina dalam shalawat hanya merupakan keutamaan (afdhaliyah), ada yang menilainya sebagai kesunnahan, ada pula pendapat yang tidak mensunnahkan dan tidak menganggapnya amalan yang utama.

Jadi, jika anda ragu tentang masalah ini, ketahuilah bahwa tidak membaca sayyidina, shalat anda tetap sah. Tidak masalah tidak membacanya. Namun dengan membaca sayyidina, anda akan mendapatkan keutamaan menjaga adab di hadapan Rasulullah SAW sebagaimana keterangan di atas.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...