fbpx
Beranda Kabar Bom Meledak di Mesir, Tak Ada Korban Jiwa Dari WNI

Bom Meledak di Mesir, Tak Ada Korban Jiwa Dari WNI

- Advertisement -

Harakah.id – Bom meledak di Mesir tapi ternyata tak ada WNI menjadi korban. Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban. Serangan teror bom menyasar sebuah bus wisata di jalan dekat Piramida Giza, Kairo, Mesir, pada Ahad (19/5) waktu setempat.

“Berdasarkan pemantauan KBRI Kairo dan pelacakan melalui sumber keamanan Mesir, Alhamdulillah sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang menjadi korban serangan tersebut,” kata Helmy dalam pernyatannya yang diterima NU Online, Senin (20/5).

Berdasarkan penelusuran KBRI Kairo, diperoleh keterangan bahwa serangan itu menggunakan bahan peledak berskala ringan. Dilaporkan, serangan itu menyebabkan 7 warga negara Afrika Selatan dan 10 warga negara Mesir terluka. Mereka terkena dampak ledakan dan pecahan kaca jendela bus wisata. Sampai rilis ini dibuat, tidak ada informasi mengenai jatuhnya korban jiwa.

Himbauan KBRI Kairo

KBRI Kairo kembali mengeluarkan himbauan kepada seluruh warga negara Indonesia di Mesir untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari daerah rawan serta kerumunan masa.

“Kepada WNI yang melakukan kunjungan wisata ke Mesir dihimbau untuk lapor diri melalui aplikasi Safe Travel. Sementara bagi WNI yang yang akan melakukan kunjungan ke atau melintasi wilayah Sinai diminta untuk memastikan agar bus wisata yang digunakan mendapat pengawalan dari pihak keamanan Mesir,” demikian imbauan KBRI Kairo, hal ini juga bertujuan untuk keselematan WNI setelah kejadian bom meledak di Mesir.

Baca Juga tentang: Dinasti Fatimiyah: Sejarah Asal-Usul Kerajaan Syiah di Mesir

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meluncurkan aplikasi Safe Travel pada 2017 lalu. Melalui aplikasi ini, pihak Kemlu berusaha untuk meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri. Aplikasi ini dapat diunduh melalui telepon genggam berbasis android ataupun IOM.

Dalam aplikasi tersebut, WNI yang menemui masalah di negara tujuan dapat langsung menekan tombol darurat yang otomatis mengirimkan data lokasi tempat kejadian perkara ke Perwakilan RI di wilayah tersebut.

Selain itu, aplikasi Safe Travel juga memuat informasi lengkap mengenai tingkat keamanan 180 negara di dunia, juga informasi tentang restoran, tempat ibadah, objek wisata, kurs mata uang, pelaporan paspor hilang, lapor diri, dan alamat Perwakilan RI di negara tersebut.

“Aplikasi ini juga memiliki unsur hiburan karena memungkinkan WNI yang sedang melakukan kunjungan wisata di luar negeri untuk mengunggah foto kunjungan di aplikasi ini,” jelas KBRI Kairo dalam pernyataannya.

REKOMENDASI

Muktamar NU 17 di Madiun, Upaya NU Membendung Pergerakan PKI Dan Agenda Pendirian Negara...

Harakah.id – Upaya NU membendung pergerakan PKI sudah jauh dilakukan sebelum pecahnya tragedi pemberontakan Madiun tahun 1948. Dengan melaksanakan Muktamar NU...

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...