Beranda Keislaman Tafsir Buah Tin, Zaitun dan Bukit Sinai; Tiga Hal yang Allah Bersumpah Atasnya

Buah Tin, Zaitun dan Bukit Sinai; Tiga Hal yang Allah Bersumpah Atasnya

Harakah.idDalam Al-Quran disebutkan secara khusus beberapa nama. Di antara nama yang disebut dalam konteks memuliakan adalah buah Tin, Zaitun dan Bukit Sinai. Buah Tin Zaitun dan Bukit Sinai disebut dalam konteks sumpah. Sumpah biasanya dilakukan dengan menyebut sesuatu yang sangat dihormati oleh orang yang bersumpah. Allah menyebut buah Tin Zaitun dan Bukit Sinai. Berarti Allah sangat menghormati ketiganya.

Sebagaimana kita ketahui, bahwasanya surat at-Tiin tergolong kedalam surat makiyah, urutannya ke-95 sebelumnya merupakan surat al Insyirah dan sesudahnya surat al-Alaq. Dalam surat ini Allah menyebut empat hal yaitu tin, zaitun, thur sinin, dan al-Balad al-Amin yang menunjukkan semacam bukti kebenaran dari sumpah-Nya. Sebagaimana firmannya dalam Qs. at-Tiin [95]: 1-3

وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ

وَطُورِ سِينِينَ

وَهَٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ

Artinya : 

“Demi buah Tin dan buah Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota Mekkah yang aman”

Beberapa ulama berbeda pendapat terkait kata tin dan zaitun. Beberapa dari mereka mengatakan tin dan zaitun bermakna nama pohon. Rasulullah saw pernah berkata terkait buah ini “Jika aku mengatakan ada buah yang turun dari langit, maka buah inilah menunjukkan buah tin”. Buah ini tersebar di pesisir Laut Tengah dan Zaitun pohon yang tertua di dunia, buahnya akan muncul ketika berumur 4 tahun dan akan terus berbuah terus-menerus selama 2000 taun lamanya. Buah Zaitun banyak manfaatnya biasanya diproduksi menjadi minyak. Kata Zaitun sebanyak 5 kali dalam al-Quran. Menunjukkan betapa mulianya buah ini.

Para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan makna tin dan zaitun. Menurut Mujahid dari Abu Najih dalam tafsir at-Thabari jilid ke-10, bahwasanya buah tin dan zaitun dalah buah yang biasanya dimakan, menurut yang lainnya bahwa tin ialah Mesjid Damaskus. Menurut al-Qurthubi mengartikan bahwa tin merupakan mesjid Ashabul Kahfi. Sedangkan dalam Tafsir al-Quranul azim, Ibnu abbas menjelaskan makna tiin adalah Mesjid Nuh diatas gunung Judi, Zaitun ialah Mesjid Baitul Maqdis, turisinin ialah bukit sinai tempat Allah swt berkata langsung kepada nabi Musa as.

Dr. Said Hawa dalam al asaas fi tafsirnya mengatakan bahwasanya Allah swt bersumpah dengan kata tiin, zaitun, dan tur sinai dimana tin ialah Damaskus. Zaitun adalah Baitul Maqdis, dan Tur (bukit) Sinai ialah Mesir. Tempat-tempat ini telah diutusnya para nabi dan rasul. Allah bersumpah dalam ayat ini menunjukkan betapa penuh keberkahannya tempat ini. At-Tin dan Zaitun ialah tempat hijrahnya nabi Ibrahim as dan lahirnya nabi Isa as, bukit Sinai ialah tempat Allah swt berbicara kepada nabi Musa as, dan keberkahan bersumber dari Masjid al-Aqsa.

Sebagian lainnya mengatakan bahwasanya makna ayat 2 dan 3 menunjukkan dua tempat di mana nabi Musa as dan nabi Muhammad saw menerima wahyu. Sebagian lainnya mengatakan tin dan zaitun merupakan nama-nama tempat. Kata Thur bermakna gunung, dimana nabi Musa as menerima wahyu yang terletak di Sinai, Mesir. Quraish Shihab menuliskan dalam tafsir al-Mishbah, bahwasanya Thahir ibn ‘Asyur menjelaskan bahwa firman-firman Allah yang diturunkan kepada nabi Musa sangat populer dengan nama tempat ia turun yaitu Thur dan diucapkan dalam bahasa Arab dengan sebutan “Taurat”.

Sedangkan al-balad al-amin merupakan negeri yang aman dapat merujuk dalam Qs. al-Balad [90] : 1-2. Nabi Muhammad menjelaskan arti amannya kota ini dengan sabdanya yang dijelaskan dalam tafsir Quriash Shihab “sesungguhnya kota ini telah diharamkan Allah sejak diciptakan langit dan bumi, karenanya ia haram (terhormat dan suci) dengan ketatapan Allah sampai kiamat. Tidak dibenarannya bagi orang sebelumku untuk melakukan peperangan disana, serta tidak dibenarkan bagiku kecuali beberapa saat pada suatu siang hari. (HR. Muslim dari Ibnu Abbas ra). 

Dapat kita pahami Allah swt bersumpah dengan tempat-tempat para nabi menerima tuntunan ilahi. Ibnu Katsir berpendapat  sebagian ulama mengatakan bahwa tempat itu masing-masing Allah telah mengutus seorang nabi dari kalangan ulul ‘azmi yang memiliki syariat-syariat besar. Sebagaimana tin dan zaitun yaitu Baitul Maqdis, Allah mengutus nabi Isa putra Maryam. Kedua, Tur sinai yang allah swt berbicara langsung kepada Musa ibnu Imran. Ketiga, Mekkah kota yang aman. Dimana Allah swt mengutus nabi Muhammad saw.

Demikian Buah Tin Zaitun dan Bukit Sinai. Tiga perkara yang dimuliakan Allah SWT.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...