Beranda Khazanah Bukan Kucing, Ternyata Inilah Hewan Kesayangan Rasulullah SAW

Bukan Kucing, Ternyata Inilah Hewan Kesayangan Rasulullah SAW

Harakah.idKetika mendapat pertanyaan “Apa hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW?” Spontan kita menjawab “Kucing”. Atau menyebutkan nama hewan lain, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali. Namun, jawaban yang sangat familiar didapat adalah kucing.

Ketika mendapat pertanyaan “Apa hewan kesayangan Nabi Muhammad SAW?” Spontan kita menjawab “Kucing”. Atau menyebutkan nama hewan lain, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali. Namun, jawaban yang sangat familiar didapat adalah kucing. Dengan beragam kisah menceritakan bahwa Rasulullah SAW adalah seorang penyayang kucing, juga kucingnya diberi nama Muezza.

Siapa sangka, ternyata selain kucing Rasulullah SAW pun menyukai ayam jago. Tepatnya ayam jago putih. Dalam kitab Hayatu Al-Hayawaanu Al-Kubraa karangan Al-‘Alamah Kamaluddin Al-Dumairi dalam kajian ayam jago, dijelaskan bahwa ayam jago putih adalah hewan kesayangan Rasulullah SAW.

Para ulama ahli tajribah (yang telah berpengalaman dan ulama terdahulu) beranggapan bahwa ayam jago putih dapat menjaga rumah sang pemiliknya. Menurut mereka, apabila seseorang menyembelih seekor ayam jago putih maka ia akan dijauhkan dari malapetaka di keluarga dan hartanya.

Diriwayatkan dari Abdul Haq Bin Qaani’ dengan sanadnya yang sampai kepada Jabir Bin Atswab, bahwasanya Nabi Muhammad SAW. bersabda: “Ayam Jago Putih adalah kesayanganku.” dan diriwatkan dalam lafaz yang lain “Ayam Jago Putih adalah kesayanganku dan musuhnya adalah setan, ia juga melindungi pemiliknya dan tujuh tetangganya.” Dan dikatakan saat itu Nabi Muhammad SAW memilikinya di rumah dan masjidnya.

Dalam hadis Al-Hasan dari Anas RA, bahwasanya Nabi SAW. bersabda: “Ayam Jago Putih adalah kekasihku, dan kesayangannya kekasihku Jibril AS, ia juga menjaga rumah pemiliknya dan enam belas rumah tetangga pemiliknya.”

Diriwayatkan dari Syekh Muhibbuddin Al-Thabari, bahwa Nabi SAW. memelihara ayam jago putih. Begitupun dengan para Sahabat Nabi SAW melakukan perjalanan dengan ayam jago bersamanya, sebagai perantara mengetahui waktu-waktu shalat.

Dalam kitab Shahihain, Sunan Abi Daud, Al-Tirmidzi, dan Al-Nasa’I, hadis dari Abu Hurairah RA. Nabi SAW bersabda: “Apabila kalian mendengar suara kokok ayam jantan, maka mohonlah suatu kebaikan kepada Allah SWT. karena sesungguhnya ayam itu telah melihat  Malaikat. Dan apabila kalian mendengar suara ringkikan keledai maka mohonlah perlindungan kepada Allah SWT. karena sesungguhnya keledai itu telah melihat setan.”

Al-Qadhi ‘Iyyadh beralasan bahwa memohon suatu kebaikan ketika turunnya Malaikat lantaran berdo’a dan memohon ampun dengan ikhlas serta kerendahan hati dan sepenuh hati, maka pada saat itu do’anya akan dikabulkan serta mendapat keberkahan manakala hadirnya orang-orang shaleh.

Dan diperintahkannya kita untuk memohon perlindungan dari setan saat mendengar suara ringkikan keledai, karena kedatangannya sangat ditakuti atas segala perbuatan buruknya, maka dari itu diperintahkanlah kita untuk memohon perlindungan kepada-Nya.

Dalam Mu’jam Al-Thabrani dan Tarikh Asbahani, Nabi SAW. bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT. memiliki ayam jago berwarna putih, kedua sayapnya dihiasi dengan zamrud, permata, dan mutiara. Satu sayapnya di Timur dan sayap lainnya di Barat, dan kepalanya berada di bawah ‘Arsy dan kakinya menapaki udara. Ia berkokok setiap sebelum fajar dan para penghuni langit dan bumi mendengar suara keras itu kecuali Jin dan Manusia.

Maka pada saat itu ayam jago yang berada di Bumi menjawab dengan kokokannnya. Lalu, apabila hari kiamat telah dekat, Allah swt berfirman: ‘Dekapkanlah sayapmu dan rendahkanlah kokokanmu’, dan seluruh penghuni langit dan bumi pun mengetahui bahwa Hari Kiamat sudah dekat kecuali Jin dan Manusia.”

Dan diriwayatkan dari Al-Tsa’labi bahwa Nabi SAW. bersabda: “Tiga macam suara yang disukai Allah SWT: suara kokok ayam jago, suara pembaca Al-Qur’an, dan suara para pemohon ampun di waktu sahur (sebelum fajar).”

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dan Ibnu Majah, dari Zaid bin Khalid Al-Juhni RA. Nabi SAW bersabda: “Janganlah engkau memaki kokokan ayam jago, karena sesungguhnya ia telah membangunkanmu untuk shalat.” dan dalam lafaz yang lain “karena sesungguhnya ia telah memanggilmu untuk shalat.”

Imam Al-Hulaimi menjelaskan dalam kalimat “karena sesungguhnya ia telah memanggilmu untuk shalat.” adalah dalil bahwa segala sesuatu yang menghasilkan kebaikan tidak sewajarnya dicaci maki dan dihina, tetapi jadikanlah sebagai kewajiban kita untuk memulikannya, mensyukurinya, dan menerimanya dengan baik.

Dan maksud dari panggilan ayam jago untuk shalat adalah kiasan dari kebiasaan seekor ayam jago yang selalu berkokok ketika datang waktu terbit fajar dan terbenamnya. Bukan maksud mengatakannya saat itu sedang berlangsungnya waktu shalat. Dan ini adalah salah satu tanda kuasa Allah SWT atas ciptaannya.

*Artikel ini dikirim oleh Latifah Ainun Habiballah, Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Alumni Pon. Pes. Modern Daarul Uluum Lido.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...