Beranda Keislaman Hadis Buta Karena Terlalu Banyak Menangis, Imam al-Tirmidzi Adalah Perpaduan Muhaddis-Fakih yang Paripurna

Buta Karena Terlalu Banyak Menangis, Imam al-Tirmidzi Adalah Perpaduan Muhaddis-Fakih yang Paripurna

Harakah.idSunan al-Tirmidzi, salah satu kitab hadis dalam jajaran al-Kutub al-Sittah memang beda. Tidak seperti al-Sahihayn, Sunan al-Tirmidzi basah akan nuansa fikih. Hal ini dimaklumi, mengingat pengarangnya, Imam al-Tirmidzi, adalah seorang muhaddis sekaligus fakih yang mumpuni.

Imam Tirmidzi adalah perpaduan seorang mujtahid dengan pengetahuan yang mendalam terhadap fiqih dan seorang muhaddis terkemuka. Kitabnya, Sunan Tirmidzi, sangat kental dengan aroma fiqih; salah satu kitab hadis yang diakui otoritasnya oleh para ulama. Lalu, siapakah Imam Tirmidzi?

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin ‘Isa bin Saurah bin Musa al-Sulami al-Tirmidzi. Beliau dinisbahkan ke daerah asalnya, Tirmidz, yang berada di sekitar lembah sungai Jihun atau Amudarya yang hari ini berada di kawasan Uzbekistan dan dilahirkan di sana tahun 209 hijriyah.

Imam Tirmidzi adalah seorang muhaddis yang buta. Namun para ulama berdebat soal kapan Imam Tirmidzi mulai mengalami kebutaan. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa Imam Tirmidzi mengalami buta sejak kecil. Namun pendapat yang masyhur mengatakan bahwa beliau buta di masa tuanya. Kebutaan yang dialami Imam Tirmidzi disebabkan oleh mata beliau yang senantiasa mengeluarkan air mata karena kerendahan hati, wara’ dan sifat zuhudnya.

Sejak kecil Imam Tirmidzi sudah memperlihatkan minatnya pada bidang-bidang ilmu keislaman, khususnya fiqih dan hadis. Beliau tercatat pernah merantau ke Khurasan, Iraq dan Hijaz. Guru-guru beliau, antara lain: Muhammad ibn Basyar Bundar (167-252 H), Muhammad ibn Al-Mutsanna Abu Musa (167-252 H), Ziyad ibn Yahya Al-Hassani (w. 254 H), Abbas ibn Abdul ‘Azhim Al-‘Anbari (w. 246 H), Abu Sa’id Al-Asyaj Abdullah ibn Sa’id Al-Kindi (w. 257 H.), Abu Hafsh ‘Amr ibn ‘Ali Al-Fallas (160-249 H), Ya’qub ibn Ibrahim Al-Dauraqi (166-252), Muhammad ibn Ma’mar Al-Qaisi Al-Bahrani (w. 256 H), dan Nashr ibn ‘Ali Al-Jahdhami (w. 250 H). Selain nama-nama di atas, Imam Tirmidzi juga belajar kepada Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan Imam Abu Dawud.

Sedangkan murid-muridnya antara lain: Makhul bin al Afdhal, Muhammad bin Mahmud Anbar, Hammad bin Syakir, Abd bin muhammad al-Nafsiyyun, al-Haisam bin Kulaib al-Syasyi, dan Ahmad bin Yusuf al-Nasafi, Abi al-Abbas al-Mahbubi Muhammad bin Ahmad bin Mahbub al-Marwazi, dan lain-lain.

Bermodalkan kealiman dan pengetahuan yang mumpuni di berbagai bidang keilmuan, Imam Tirmidzi menghasilkan beberapa karya yang dirujuk hingga hari ini: Kitab ‘Ilal, Kitab Tarikh, Kitab al-Sama`il al-Nabawiyyah, Kitab al-Zuhud, Kitab al-Asma’ wa al-Kuna, Kitab al-‘Ilal al-Kabir, Kitab al-Asma’ al-Sahabah dan Kitab al-Asma’ al-Mauqufat. Dari seluruh karya yang ditulis Imam Tirmidzi, tentu saja Sunan Tirmidzi merupakan karya yang paling monumental. Kitab hadis yang berisi hampi 4000 hadis ini berisi hadis-hadis sahih, hasan, dha’if dan gharib yang membahas bab-bab fiqih secara sistematis.

Ada perbedaan pendapat di antara para ulama mengenai kapan tepatnya Imam Tirmidzi wafat. Al-Sham’ani dalam kitabnya al-Ansab menuturkan bahwa beliau wafat di desa Bugh pada tahun 275 H. Pendapat ini diikuti oleh Ibn Khallikan. Sementara yang lain mengatakan beliau wafat pada tahun 277 H. Sedangkan pendapat yang mu’tabar adalah sebagaimana dinukil oleh al-Mizzi dalam al-Tahdzib bahwasanya Imam Tirmidzi wafat di daerah Tirmidz pada malam Senin 13 Rajab 279 H. Beliau wafat pada usia 70 tahun dan dimakamkan di Tirmidz, Uzbekistan.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...