Beranda Keislaman Tafsir Cara Memperlakukan Orang Tua Lansia Menurut Al-Qur’an

Cara Memperlakukan Orang Tua Lansia Menurut Al-Qur’an

Harakah.idAl-Qur’an hadir untuk mengarahkan kita semua bagaimana cara memperlakukan orang tua, terutama orang tua lanjut usia (lansia). Mari simak penjelasan berikut.

Cara Memperlakukan Orang Tua Lansia Menurut Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kitab pentunjuk yang hampir menyentuh seluruh aspek kehidupan, baik itu persoalan ilmu, etika, sosial dan lain sebagainya. Apalagi hal-hal yang pokok diajarkan kepada umat, seperti tauhid, iman, bahkan juga berbakti kepada kedua orang tua.

Betapa dimuliakannya sosok orang tua didalam al-Qur’an yang harus diperlakukan dengan perlakuan istimewa tidak seperti memperlakukan orang lain. Seolah al-Qur’an sedang mengajarkan kepada semuanya bahwa orang tua itu bukan orang sembarang, dan bahkan dikatakan bahwa ridha Allah beserta dengan ridha orang tua.

Betapa keramatnya sosok orang tua bukan? Tentu saja sudah jelas, bahwa mereka berdua adalah sosok yang telah melahirkan kita, berkorban segalanya untuk kita, baik itu materi, tenaga, pikiran dan semua nya.  Oleh karena itu sebagai anak, kita harus memperlakukan balik kedua orang tua, meski tidak mungkin bisa membalas jasa keduanya.

Nah, dalam hal ini al-Qur’an hadir untuk mengarahkan kita semua bagaimana cara memperlakukan orang tua, terutama orang tua lanjut usia (lansia). Mari simak penjelasan berikut.

Dalil Cara Berbakti Kepada Orang Tua

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ﴿٢٣﴾وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا ﴿٢٤﴾

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.” (QS. Al-Isra [17]: 23-24)

Arti Berbakti Kepada Orang Tua

Secara bahasa berbakti artinya berbuat bakti, sedang bakti dalam KBBI sendiri berarti 1) Pernyataan tunduk dan hormat; perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat, tunduk 2) Memperhambakan diri; setia.

Ath-Thabari menjelaskan bahwa berbuat baik kepada orang tua artinya berbakti dengan sebaik-baiknya (Tafsir Thabari [16]: 602) Sedang Syaukani menyebutkan alasan mengapa harus berbuat baik kepada orang tua? Yaitu karena karena kedua orang tua merupakan lantaran anak itu lahir ke dunia. (Tafsir Fathul Qādir [6]: 535)

Wahbah Zuhaili menambahkan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan sebuah loyalitas untuk membalas jasa keduanya, yang diwujudkan dengan bersikap baik, berakhlak terpuji kepada kedua orang tua. Hal ini tidak lain karena kasih sayang, pemberian, bahkan pengorbanan orang tua dalam mendidik dan menjaga anak hingga dewasa. (Tafsir al-Munir [8]: 72)

Beberapa Cara Berbakti Kepada Orang Tua Lansia

  • Perlakuan Istimewa

Imam Thabari menjelaskan bahwa dalam menghadapi orang tua baik itu ibu maupun ayah adalah agar selalu sabar atas tingkah laku dua orang tua dan mencari pahala atas kesabaran tersebut, hal serupa juga dialami kedua orang tua yang merasakan kesabaran saat kita masih kecil. (Tafsir Thabari [16]: 604)

Ar-Razi berpendapat memperlakukan istimewa kepada orang tua yaitu dalam hal berbakti. Mengapa demikian? Tentu saja ini untuk membalas budi keduanya, karena orang tua telah banyak berbuat baik, maka sebagai anak harus memperlakukan hal serupa, meski jasa orang tua tidak pernah bisa terbalaskan.  (Tafsir Al-Kabir wa Mafātih al-Ghaibi [21]: 188)

  • Larangan Berkata Kasar

Imam Thabari mengungkapkan bahwa penggunaan lafad أُفٍّ atau “ah” berarti segala ucapan buruk lagi kasar kepada orang tua. Sedang Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa lafad “ah” berarti sebuah kekesalan dan keluhan yaitu ucapan buruk yang paling rendah. (Tafsir al-Munir [8]: 72).

Seperti sebuah ungkapan mengelak yang dilakukan atas perintah orang tua. Larangan berkata demikian terutama dalam semua kondisi, apalagi saat orang tua sudah lanjut usia. Sebab saat lansia orang tua sangat dan amat membutuhkan anaknya sebab kondisinya yang telah lemah dan renta.

  • Larangan Menghardik

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa membentak dalam hal ini adalah adanya perbuatan buruk kepada orang tua, seperti ringan tangan, perkataan buruk dan perbuatan tercela. (Tafsir Ibnu Katsir [5]: 153-154) .

Thabari mengartikannya sebagai larangan menghardik orang tua. Sedang Wahbah Zuhaili menyebutnya sebagai larangan bentakan ataupun sikap kasar kepada kedua orang tua.  

  • Perintah Bertutur Santun

Setelah mendahulukan tidak berkata kasar kepada orang tua, selanjutnya adalah perintah bertutur santun.

Ibnu Katsir menjelaskan maksud dari berkata yang baik kepada orang tua adalah berkata dengan penuh lemah lembut, penuh sopan santun, disertai pemuliaan dan penghormatan kepada keduanya (Tafsir Ibnu Katsir [5]: 153-154)

Wahbah Zuhaili menggambarkannya seperti perkataan dari sorang budak yang telah melakukan kesalahan kepada majikannya yang amat galak.

  • Bersikap Tawadhu

Wahbah Zuhaili menjelaskan bahwa anak harus merendahkan dirinya dihadapan kedua orang tua dengan sungguh-sungguh tawadhu.

Sedang Imam Thabari memaknainya sebagai bentuk kerendahan diri kita kepada orang tua sebagai bentuk kasih sayang dengan mentaati perintah mereka berdua selama bukan maksiat, dan jangan menentang keinginannya mereka. Ar-Razi menambahkan bahwa selain itu juga tidak boleh berbohong kepada orang tua.

  • Memohonkan Rahmat Kepada Allah Atas Keduanya

Sebagai bentuk kasih sayang kepada orang tua juga tampak dari cara kita mendoakan mereka bedua, menurut Wahbah Zuhaili, sebagai anaknya kita harus memohonkan rahmat dan kasih sayang ketika memasuki usia lanjut bahkan setelah meninggal dunia.

Menurutnya berbakti pada orang tua tidak hanya saat masih hidup saja, namun juga setelah meninggal yaitu dengan mendoakannya. Sedang jika orang tuanya kafir, maka hendaknya mendoakannya agar mendapatkan hidayah serta memohon limpahan rahmat untuk keduanya setelah mereka beriman.

Bagaimana cara mendoakannya? Yaitu dengan doa berikut: “Wahai Tuhanku, kasihanilah kedua orang tuaku dan ibalah kepada mereka berdua dengan ampunan serta rahmatmu, sebagaimana mereka berdua telah mengasihiku ketika aku kecil dulu. Mereka telah menyayangiku dan mendidikku hingga aku mandiri dan lepas dari bantuan mereka berdua”

Terakhir, jika mereka berdua masih hidup, segeralah temui mereka berdua, cium tangan serta menunduklah didepannya laksana hamba, mintalah keridhaan mereka berdua, sebab ridha Allah ada pada mereka berdua, dan jika mereka telah tiada, doakanlah mereka berdua.

Demikianlah sajian singkat diatas. Semoga bermanfaat. Wallahu’Alamu…

Artikel ini adalah kiriman dari Ramadhan Yurianto, mahasiswa UIN Walisongo, Semarang.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

Ini Risalah Lengkap Syaikhul Azhar Mengkritik Keras Keputusan Taliban Melarang Pendidikan Perempuan

Harakah.id - Salah satu yang mengeluarkan kritik adalah Syaikhul Azhar, Syaikh Ahmad Tayeb. Berikut adalah pernyataan lengkap beliau. Berbagai...

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...