fbpx
Beranda Keislaman Doa Cara Menangkal Wabah dan Penyakit dalam Kitab Ulama Jambi: Resep dan Qunut...

Cara Menangkal Wabah dan Penyakit dalam Kitab Ulama Jambi: Resep dan Qunut Nazilah Keramat [4]

Harakah.id Wabah Campak yang melanda Kerinci puluhan tahun lalu, membuat Kitab Ulama Kerinci dipenuhi doa dan amalan penangkal wabah. Salah satunya adalah Kitab Syeikh Ahmad Faqir al-Kerinci, yang menganjurkan Salat Hajar dan “mandi berlimau”.

- Advertisement -

Kitab-kitab ulama Kerinci dikenal banyak berisi doa-doa dan amalan-amalan penolak wabah. Ini bisa dimaklumi, mengingat pada tahun 1950, masyarakat Kerinci pernah terpapar wabah campak. Konon katanya, hampir setiap hari wabah tersebut memakan korban. Salah satu ulama yang disowani oleh masyarakat Kerinci untuk meminta doa dan amalah adalah Tuan Guru Haji Ahmad Faqir al-Kerinci.

Tuan Guru Haji Ahmad Faqir al-Kerinci kemudian menyarankan kepada untuk menjalankan salat hajat selama tiga malam berturut-turut. Di hari ketiga, yang pada saat itu  bertepatan pada hari Rabu bulan Safar, diadakan acara “mandi berlimau”. Alhamdulillah atas izin Allah wabah penyakit campak semakin berkurang.

Tradisi “mandi berlimau” adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang diwariskan secara turun temurun dan berkembang selama berabad-abad di beberapa wilayah sampai hari ini.

Tak hanya di Kerinci, di Bangka Belitung juga dikenal tradisi “mandi berlimau”. Tradisi “mandi berlimau” diawali dengan ziarah ke makam para ulama atau pahlawan. Setelah melakukan ziarah, masyarakat setempat pergi menuju sungai lalu melaksanakan “mandi berlimau”. Sementara di Sumatra Utara dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan diadakanya Mandi Limau istilah disana disebut Mandi Pangir atau Marpangir dalam bahasa Nias disebut “managawa”. Tradisi “mandi berlimau” atau “mandi balimau” juga dilakukan oleh sebagian masyarakat Minangkabau menjelang Ramadan.

Selain itu, dalam kitab رھسیا عمالن کیای صالح (Rahasia Amalan Kyai Soleh) yang disusun oleh Haji Muhammad Karim (Haji Mat Karam) Ibnu Haji Kecik, Kelantan Malaysia, “mandi berlimau”merupakan salah satu cara bertemu dengan Sultonul Aulia’ Syekh Abdul Qodir Jaelani. Wallahu a’lam bis shawab…

Kembali ke kisah wabah campak di Kerinci tahun 1950. Masyarakat pada akhirnya juga mengamalkan Qunut Nazilah yang secara khusus dibaca untuk menangkal wabah. Berikut teks bacaan Qunut Nazilah, seperti misalnya yang ada di Masjid Keramat Pulau Tengah Kerinci;

اللَّهُمَّ اهْدِنَــــا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَــــا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَــــا فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَــا شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ .اَللَّهُمَ اكْشِفْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ مَالاَيَكْشِفُهُ غَيْرُكَ وَصَلَّى اللهُ عَلٰى سَيِّدِنَــا مُحَمَّدٍ (ن) النَّبِيِّ اْلاُمِّي وَعَلٰى آلِــهِ وَصَحْبِهٖ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ.

Pada tahun 2014 di masjid keramat Pulau Tengah Kerinci saat terjadi kabut asap di Jambi doa qunut nazilah ini dibaca waktu rakaat kedua salat jumat.

REKOMENDASI

Respons Para Kiai Dalam Tragedi Gestapu, Santuni Janda Dan Pesantrenkan Anak Yatim Tokoh-Tokoh PKI

Harakah.id - Respons para kiai dalam tragedi Gestapu sangat jelas. Para Kiai menyatakan bahwa PKI tetap harus dibatasi pergerakannya. Hanya saja,...

Ini Jawaban Apakah Jodoh Itu Takdir Atau Pilihan?

Harakah.id – Jodoh itu takdir atau pilihan? Setiap orang tentu bisa berikhtiar memilih dan menentukan untuk menikah dengan siapa. Tapi dia...

Maqashid Syariah Sebagai Ruh Kerja Ijtihad, Konsep Dasar Maqashid Syariah dan Sejarah Perkembangannya

Harakah.id – Maqashid Syariah sebagai ruh kerja ijtihad memang tidak bisa disangkal. Maqashid Syariah adalah maksud dan tujuan pensyariatan itu sendiri....

Marxisme Tidak Melulu Soal Komunisme dan Atheisme, Begini Cara Menjadi Sosialis yang Islami Ala...

Harakah.id – Tuduhan bahwa Marxisme dan Sosialisme selalu melahirkan Komunisme dan Atheisme sebenarnya kurang tepat. Buktinya Soekarno, seorang pembaca marxis dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Alasan Sebagian Ulama Mengapa Tak Mau Baca Surat Al-Masad dalam Shalat

Harakah.id - Ada sebagian ulama yang tak mau baca surat Al-Masad dalam shalat. Alasan mereka tak mau baca surat Al-Masad adalah...

Ada Orang yang Berkurban Tapi Belum Akikah, Bolehkah dalam Islam?

Harakah.id – Berkurban sangat dianjurkan ditunaikan oleh setiap Muslim. Tak berbeda, akikah juga diwajibkan kepada setiap anak yang lahir. Lalu bagaimana...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Hari ini kita banyak mendengar kata ijtihad. Bahkan dalam banyak kasus, ijtihad dengan mudah dilakukan oleh banyak orang, yang...