Beranda Keislaman Hadis Cara Mengikuti Al-Quran dan Hadis Menurut Buya Arrazy Hasyim

Cara Mengikuti Al-Quran dan Hadis Menurut Buya Arrazy Hasyim

Harakah.idInti dari jawaban Buya Arrazy adalah zikir keras dan zikir lembut tidak boleh dipertentangkan. Inilah cara bijak memahami dan mengikuti Al-Quran dan hadis.

Sebuah hukum dalam agama Islam tidak lahir begitu saja. Ia tidak bisa dihasilkan dengan cara memahami satu ayat Al-Qur’an atau hadis, apalagi yang berupa terjemahan. Jika boleh dikata, ayat-ayat Al-Qur’an dan atau hadis itu seperti puzzle, yang keutuhannya merupakan syarat mutlak agar gambar puzzle bisa dipahami secara sempurna.

Lebih-lebih, dalam kedua sumber hukum utama Islam itu (Al-Qur’an dan hadis) seringkali terlihat adanya kesan pertentangan antar satu dengan yang lainnya. Bisa antara ayat Al-Qur’an, antar hadis Nabi, atau bahkan antar ayat Al-Qur’an dengan hadis Nabi.

Oleh karenanya, hal ini menuntut adanya kajian yang mendalam. Yang bisa melakukannya tentu hanya orang-orang (baca; ulama) yang telah mencapai derajat keilmuan tertentu. Dengan demikian, hukum yang lahir akan benar-benar valid, karena telah melewati metodologi yang benar.

Pada sisi yang berbeda, orang awam hendaknya tahu diri. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengambil atau merumuskan hukum secara langsung lewat Al-Qur’an, hadis, atau keduanya. Tinggal ikuti saja para ulama “yang kompeten”, selesai.

Berikut ini penulis paparkan satu contoh dampak negatif bila memaksakan diri memahami ayat Al-Qur’an secara langsung.

Dalam kasus pengharaman khamar (hal yang memabukkan), dalam Al-Qur’an, ada satu ayat yang cukup populer, yaitu QS. an-Nisa’ [4]: 43, “Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk…”

Bisa dibayangkan, bukan, bagaimana hasilnya jika ayat ini dipahami secara apa adanya? Sebagian besar kita akan menganggap bahwa khamar hanya terlarang digunakan/dikonsumsi ketika seseorang hendak melaksanakan salat saja (di luar salat berarti boleh).

Padahal sejatinya tidak demikian.

Ayat di atas hanya salah satu dari sekian banyak ayat yang membicarakan keharaman khamar. Para ulama memahami, keberadaan ayat ini sebagai satu dari sekian langkah kebertahapan yang dilakukan Al-Qur’an. Yakni, pada tahap tertentu, zaman dulu (dan hingga kini), pengharaman khamar(dan lainnya) tidak serta merta langsung difatwakan haram secara mutlak.

Ayat yang menjadi klimaks tahapan pengharaman khamar adalah QS. al-Maidah [5]: 90, “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung (M. Quraish Shihab, Kaidah Tafsir, hal. 243.)

Begitulah Al-Qur’an, satu ayat saja tidak cukup untuk dijadikan dalil atas suatu hukum secara menyeluruh. Hal demikian juga terjadi dalam hadis.

Terkait hal ini, Buya Arrazy Hasyim (https://youtu.be/12iU21V82bQ) pernah ditanya oleh salah seorang jamaah kajiannya tentang kebolehan hukum zikir dan doa dengan suara keras. Sebagai penguat atas keraguannya itu, si penanya menyitir ayat Al-Qur’an, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut…” (QS. al-A’raf [7]: 55).

“Kalau kita berani klaim, ow, di Qur’an, (aturan) zikirnya cuma lembut. Itu ayat yang mana dulu? Kan itu surat al-A’raf (ayat) 205. Antum nggak baca al-Baqarah ayat 200, ya, kan? Nggak baca hadis Nabi, Shahih Bukhari, Shahih Muslim?…,” jawab Buya Arrazy dengan sebuah pertanyaan balik.

Buya Arrazy Hasyim menjelaskan bahwa permasalahan tentang zikir keras dan lembut sebenarnya telah dibahas oleh Imam Nawawi, dalam kitab Al-Azkar, dengan begitu rinci pada abad ketujuh hijriah. Imam Nawawi mendedahkan dalil-dalil yang menunjukkan zikir keras dan zikir dengan lirih.

Inti dari jawaban Buya Arrazy Hasyim adalah zikir keras dan zikir lembut tidak boleh dipertentangkan. Kesemuanya ada di dalam Al-Qur’an. Keduanya (hendaknya) dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing pengamalnya. Yakni  ketika kalbu bermasalah, maka berzikir dengan suara keras. Sedangkan ketika kalbu sedang tenang, maka zikir lembut lebih afdal dilakukan.

Walhasil, untuk merumuskan hukum diperlukan usaha yang tidak sedikit. Sehingga, untuk mengetahui hukum atas suatu permasalahan, cara termudah dan teraman yang bisa dilakukan adalah bertanya kepada ulama. Bukan memahaminya lewat satu ayat atau hadis secara langsung.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...