Beranda Keislaman Muamalah Cara Rasulullah Mendoakan Orang Sakit dan Kesunnahannya yang Tidak Gugur Meski Pandemi

Cara Rasulullah Mendoakan Orang Sakit dan Kesunnahannya yang Tidak Gugur Meski Pandemi

Harakah.idMenjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah sunnah. Namun di masa pandemi, ketika berkontak fisik dilarang, apakah kesunnahannya berangsur hilang? Tidak. Berikut panduannya…

Orang Islam senantiasa dianjurkan untuk menjenguk orang yang sakit. Entah itu kerabat, kawan, ataupun orang yang kita kenal. Menjenguk orang yang sakit adalah etika sosial yang tidak memerlukan alasan-alasan akidah dan status agama seseorang.

Ketika menjenguk orang sakit, kita dianjurkan untuk turut mendoakan kesembuhan. Ada banyak doa yang bisa kita baca. Tidak harus dengan bahasa Arab, bahasa Indonesia juga boleh. Tapi alangkah baiknya kalau kita juga tahu dan hafal cara maupun doa yang biasa Nabi baca ketika menjenguk orang sakit.

Sayyidatina Aisyah bercerita:

عن عائشة رضي الله عنها أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا اشْتَكى الإنْسَانُ الشَّيْءَ مِنْهُ أَوْ كَانَتْ بِهِ قَرْحَةٌ أَوْ جُرْحٌ قَالَ النَّبيُّ صلى الله عليه وسلم بِأُصْبُعِهِ هكَذا  –وَوَضَعَ سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَة الرَّاوي سَبَّابَتَهُ بِالأَرْضِ ثُمَّ رَفَعَها–  وقال بِسمِ اللهِ تُرْبَةُ أرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى بِهِ سَقِيمُنَا بإذْنِ رَبِّنَا. متفقٌ عَلَيْهِ.

Jika ada seseorang yang sakit atau memiliki luka, Nabi meletakkan jarinya – Sufyan bin ‘Uyaynah menyontohkan dengan meletakkan jari telunjuknya ke tanah lalu mengangkatnya – seraya berdoa ‘Bismillah… turbatu ardhina, biriqati ba’dhina, yusyfa bihi saqimuna, bi idzni rabbina‘.”

nucare-qurban

Adapun makna doa di atas adalah “dengan menyebut nama Allah, debu bumi kami, dengan air ludah sebagian dari kami, sembuhkanlah orang sakit kami dengan itu dan dengan izin Tuhan kami!”

Doa dan praktek penyembuhan seperti ini biasa dilakukan Nabi untuk orang yang memiliki luka pada bagian tubuhnya. Caranya ialah dengan menjilati jari telunjuk terlebih dahulu, lalu menempelkannya ke tanah. Tanah-tanah yang menempel pada jari telunjuk itu kemudian diusapkan kepada luka yang hendak diobati sembari mengucapkan doa di atas.

Jika kasusnya adalah sakit selain luka, maka biasanya Nabi Muhammad saw. membaca doa ini:

وعنها  أنَّ النَّبيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعُودُ بَعْضَ أهْلِهِ يَمْسَحُ بِيدِهِ اليُمْنَى ويقولُ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ إذْهِب البَأسَ اشْفِ أنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفاؤكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقماً. متفقٌ عَلَيْهِ .

Bahwasanya Nabi jika menjenguk salah seorang sahabatnya, beliau mengusapkan tangan kanannya dan berdoa ‘allahumma rabbin nas, idzhabil ba’sa, isyfi antas syafi, la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqaman’.

Ia doa yang bisa kita amalkan ketika menjenguk orang yang terkena demam berdarah, typus, ginjal atau penyakit lainnya yang non luka. Caranya adalah dengan mengusapkan tangan kanan kita ke bagian tubuh orang yang sakit, sembari membaca doa di atas.

Apa yang diajarkan Rasulullah adalah model menjenguk dan mendoakan yang meniscayakan pertemuan dan kontak fisik. Di masa pandemic Covid-19 seperti yang terjadi hari ini, hal itu tentu dilarang dan sama sekali tidak dianjurkan. Lalu apakah kesunnahannya kemudian hilang? tidak.

Kita tetap bisa menjenguk orang sakit melalui platform digital yang memungkinkan kita bersapa salam tanpa harus bertemu secara fisik. Begitupun dengan doa, hal itu bisa kita panjatkan dari jauh untuk orang sakit yang akan kita doakan. Dengan kata lain, menjenguk, bertanya kabar dan mendoakan orang sakit tetap sunnah kita lakukan, meskipun tanpa harus bertemu secara fisik.

REKOMENDASI

Islam Di Mata Barat; Media, Orientalisme dan Entitas Islam yang Termutilasi

Harakah.id - Orientalisme, Barat dan Islam adalah variabel kunci dari artikel yang Said tulis di tahun 1980 ini. Namun tampaknya apa...

Download Naskah Pidato Pengukuhan Dr [HC] KH. Afifuddin Muhajir; Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam...

Harakah.id - Pidato pengukuhan Doctor Honoris Causa KH. Afifuddin Muhajir ini penting untuk mengukuhkan posisi NKRI dalam timbangan syariat Islam.

Lewati 8 Kota di 7 Negara, Ini Rute Perjalanan Imam al-Bukhari Mencari Hadis

Harakah.id – Rute perjalanan Imam al-Bukhari mencari hadis bukan kaleng-kaleng. Delapan kota di tujuh negara dilewati oleh Imam al-Bukhari untuk mencari...

Mengenal Gagasan Ibn Haitsam: Ilmuwan dan Filosof Muslim yang Terlupakan

Harakah.id - Ibn Haitsam mungkin adalah salah seorang ilmuan dan filosof Muslim yang jarang sekali dibicarakan. Popularitasnya kalah dengan ilmuan dan...

TERPOPULER

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Para Ulama dan Habaib yang Berseberangan dengan Habib Rizieq

Harakah.id - Gerakan Habib Rizieq dan FPI-nya mendapat sorotan sejak lama. Para pemimpin Muslim di Indonesia tercatat pernah berseberangan dengannya. Inilah...