Cara Rasulullah Menghukum Para Koruptor dan Tips Menghindari Korupsi

0
79

Harakah.idNabi menyikapi hal ini dengan tegas dan keras para pelaku korupsi agar tidak ada lagi pelaku selanjutnya. Dan Nabi juga memberikan tips agar tehindar dari korupsi dan membuat hidup kita,iman kita dan hati kita menjadi lebih baik lagi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan, organisasi, yayasan, dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain.

Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruptio atau corruptus. Corruptio memiliki arti beragam yakni tindakan merusak atau menghancurkan. Corruptio juga diartikan kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah. Berikut ini adalah beberapa Cara Rasulullah Menghukum Para Koruptor dan Tips Menghindari Korupsi.

 Rasulullah menghukum para pelaku koruptor

  • Publikasi para pelaku koruptor

Ada disebuah hadis riwayat Bukhori Muslim di kitab Fathul Bari Sahih Bukhori no.6979 dikisahkan bahwa suatu ketika Abdullah bin Abi Lutbiyah ditunjuk sama Rasulullah Saw sebagai seorang Amil (pemungut zakat) di masyarakat Bani Sulaim. Dia menyetorkan kepada Rasulullah Saw hasil zakat dari Bani Sulaim. Akan tetapi Rasulullah mendapati laporan ada hal yang tidak benar dalam menyetoran tersebut.

Setelah Rasulullah Saw tahu kalau Abdullah bin Abi Lutbiyah melakukan korupsi maka Rasulullah langsung berkhutbah di depan penduduk madinah, bahwa Abdullah bin Abi lutbiyah tidak melakukan penyetoran dengan benar. Tujuan Rasulullah mempublikasikan tidak lain untuk membuat pelaku korupsi malu dan jera serta menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan hal yang sama.

  • Koruptor tidak akan masuk ke dalam surga

Nabi Saw menilai kalau orang yang melakukan korupsi, meski hanya sehelai talipun, akan membawanya masuk kedalam neraka. Rasulullah pernah bersabda ketika sahabat budak yang bernama Midam ata kukirah tewas setelah lehernya terkena anak panah yang menyasar.

Para sahabat nabi sudah mengetahuinya kalau Midam itu melakukan tindakan korupsi yaitu sejumlah harta rampasan perang (ghanimah) ada beberapa sahabat mendoakan agar masuk surga, dan Nabi Saw sontak saja yang berada dalam satu majelis itu bersabda kalam Midam tidak akan masuk surga karena tindak pidananya itu. Demikianlah penjelasan ini diambil dari kitab Fathul Bari hadis no.6707

  • Rasulullah tidak menshalatkan jenazah yang melakukan korupsi

Rasulullah Saw menyuruh para sahabatnya untuk melakukan sholat kepada seseorang yang melakukan tindak pidana korupsi yang kasusnya menggelapkan perhiasan senilai dua dirham. Dari sini sudah terlihat nabi menyuruh para sahabatnya untuk menshalatkannya itu isyarat Nabi Saw tidak ingin menshalatkan jenazah yang melakukan penggelapan harta rampasan di jalan Allah itu. Hadis ini diriwayatkan oleh imam Abu Daud didalam kitabnya Sunan Abu Daud.

Menurut Ibnu Rusydi, menjelaskan didalam kitabnya Bidayatul Mujtahid. Beliau berkata jika Ulama,Kyai,Atau pemuka agama lainnya apalagi Rasulullah Saw tidak usah ikut mensholatkan para pelaku koruptor. Cukup para masyarakat aja agar menggugurkan fardhu kifayah tersebut.

Tips-tips dari Rasulullah agar terhindar dari korupsi

  • Bersikap transparan saat bekerja

Nabi Saw pernah bersabda “barang siapa yang aku pekerjakan kapada kamu atas suatu pekerjaanku kemudian menyembunyikan jarum jahit atau lebih kecil dari itu maka itu sudah termasuk korupsi dan balasannya akan datang dihari kiamat. Lalu ada sahabat dari kaum anshar berdiri untuk meminta pekerjaan kepada Rasulullah Saw dan Rasulullah berkata lagi barang siapa yang aku perkerjaan maka hendaklah menghadirkan sedikit banyaknya, apa yang diberikan ambil dan apa yang dilarang maka tinggalkan”HR.Imam Muslim.

Sikap terbuka harus dibutuhkan dalam jenis pekerjaan karena dengan keterbukkan itu akan menghapus kecurigaan dan memberi rasa nyaman, kepada diri sendiri dan kepada orang lain yang ada diperkerjaan.karena itu rasulullah menganjurkan umatnya agar bersifat transparan. Hadis ini menjelaskan bahwa hal sekecil apapun barangnya akan dipertanggung jawaban di akhirat kelak.

  • Iman

Dari Anas bin Malik Nabi saw sedang berpidato beliau berkata kepada kami “tidak sempurna iman seseorang yang tidak amanah dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak memenuhi janji” HR.Ahmad

Iman dan amanah itu ada kaitannya yang sangat erat, karena amanah itu adalah memelihara dan mengembalikan semua titipan apapun itu kepada pemiliknya dalam bentuk sempurna.

  • Kontrol Hati

Ketahuilah bahwa didalam diri seseorang itu ada segumpal daging,jika segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh tubuhnya tapi jika segumpal daging itu buruk maka buruk juga tubuh itu ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah Hati. HR Bukhori diambil dari kitab Fathul Bari no.52

Jaga hati kita sebaik mungkin untuk aktivitas yang baik dan berguna. Seperti membaca Al Quran dan coba memahami jangan hanya dengan akal saja tapi juga dengan hati. Jika hati nurani yang diutamakan, maka segala tindak kejahatan seperti korupsi dll itu tidak akan terjadi karena hati akan selalu mengajarkan kita kepada kebaikan . jika seseorang melakukan tindak kriminal maka ketahuilah hatinya itu sudah tertutup dan keruh.

  • Doa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ  كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُوعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيعُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهَا بِئْسَتِ الْبِطَانَةُ

berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena kelaparan merupakan sejelek-jelek teman berbaring, dan aku mohon perlindungan-Mu dari sifat khianat, karena khianat adalah kawan dekat yang paling buruk.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan An-Nasa’i) diambil dari kitab Maktabatu al Maarif riyadh no. 3354.

Rasulullah Saw itu di dalam doa-doanya selalu mohon kepada Allah agar terhindar dari sifat khianat. Doa ini boleh diamalkan oleh siapa saja, maka jika Rasulullah saja yang terhindar dari dosa berdoa seperti itu maka kita yang banyak dosanya juga harus berdoa seperti itu.

Korupsi adalah suatu tindakan yang dapat merugikan orang lain dan menguntungkan diri sendiri. Dalam praktik korupsi itu sendiri sudah ada sejak dahulu kala. Selama masih ada manusia korupsi akan tetap ada. Walaupun di zaman yang sangat baik yaitu zaman Rasulullah. Ada beberapa kisah dizaman rasulullah itu ada yang melakukan korupsi.

Korupsi ialah hal yang harus cegah dan bagi pelakunya dihukum karena itu dapat merugikan diri sendiri bahkan sampai orang banyak. Nabi menyikapi hal ini dengan tegas dan keras para pelaku korupsi agar tidak ada lagi pelaku selanjutnya. Dan Nabi juga memberikan tips agar tehindar dari korupsi dan membuat hidup kita,iman kita dan hati kita menjadi lebih baik lagi. Demikian “Cara Rasulullah Menghukum Para Koruptor dan Tips Menghindari Korupsi” semoga bermanfaat.

Artikel “Cara Rasulullah Menghukum Para Koruptor dan Tips Menghindari Korupsikiriman dari Muhammad Fahri Alamsyah, Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta