Beranda Keislaman Akhlak Cara yang Diajarkan Said Nursi untuk Mencintai Segala Sesuatu Karena Allah

Cara yang Diajarkan Said Nursi untuk Mencintai Segala Sesuatu Karena Allah

Harakah.idSaid Nursi memang tidak pernah memerintahkan para pemuda untuk meninggalkan cintanya terhadap dunia. Beliau hanya berpesan supaya cintanya terhadap dunia dan seisinya itu disandarkan kepada Allah.

Meski usia Badiuzzaman Said Nursi tertibang tidak muda lagi ketika menuliskan Kulliyyat Rasail An-Nur, tetapi kacamata beliau tetap jeli memandang berbagai persoalan yang sedang dihadapi umat Islam. Hal ini dibuktikan kala beliau menuliskan surat yang berisikan nasihat dan tuntunan bagi generasi muda.

Karena selain disajikan secara utuh, Risalah Nur juga disajikan murid beliau secara tematik, untuk memudahkan pembaca mencari tema yang diinginkan. Seperti surat-surat seputar gelora kaum muda yang dikumpulkan menjadi kitab sendiri dan diberi judul Mursyidus Syabab lin Najati fi Yaumil Hisab (Tuntunan bagi Pemuda untuk Keselamatan pada Hari Perhitungan). Di antara perkara yang dijelaskan dalam buku tersebut dan dirasa perlu diketahui oleh generasi muda ialah tentang cinta.

Bermula dari kegelisahan kaum muda yang didengar Said Nursi. Para pemuda berkata bahwa, “cinta bukanlah sebuah pilihan, cinta juga sering hadir di luar kehendak manusia.” Bahkan di akhir ungkapan tersebut, dimunculkan suatu pertanyaan, “bagaimana caranya supaya cinta terhadap dunia dapat dipersembahkan untuk Dzat Yang Menciptakan cinta?”

Said Nursi memang tidak pernah memerintahkan para pemuda untuk meninggalkan cintanya terhadap dunia. Beliau hanya berpesan supaya cintanya terhadap dunia dan seisinya itu disandarkan kepada Allah, demi Allah dan karena Allah. Said nursi juga membenarkan bahwa cinta bukanlah sebuah pilihan dan sering kali di luar kehendak manusia. Namun beliau menambahkan bahwasanya haluan cinta dapat dialihkan dari objek satu ke objek lainnya melalui jalan ikhtiar.

Menurut Said Nursi, cinta terhadap dunia dapat mengarah menjadi cinta karena Allah apabila dunia dapat dilihat sebagai ladang akhirat (ad-dunya mazra’atul akhirah). Tetapi ada satu catatan tambahan, yakni apabila cinta itu tidak disertai dengan nafsu ammarah.

Untuk menguat pendapatnya, Said Nursi memberikan beberapa contoh untuk mengalihkan cinta, atau supaya cinta bisa menjadi demi dan karena Allah Swt. Misalnya, ketika menikmati makanan yang enak, maka perlu disertai kesadaran bahwa semua itu adalah bagian dari karunia Allah Swt. Sehingga hal itu bisa mengantarkan menuju cinta dan kasih kepada Allah Yang Mahapengasih (Ar-Rahman) dan Yang Maha Pemberi Nikmat (An-Mun’im).

Begitu juga dengan cinta orang tua kepada anaknya, yang bisa mengantarkan menuju cinta kepada Allah Swt. Karena sejatinya anak ialah karunia yang dititipkan Allah kepada orang tua. Bahkan orang tua pun diperintahkan untuk mendidik dan mengasuh karunia Allah–yang berupa anak–itu dengan sebaik-baiknya.

Contoh lainnya adalah ketika seorang anak memiliki rasa cinta dan penghormatan kepada kedua orang tuanya. Cinta dan penghormatan tersebut juga dapat disebut sebagai bentuk kecintaan seorang anak kepada Allah Swt. Pasalnya, yang menanamkan cinta dan kasih di antara keduanya ialah Allah Swt. Sehingga keduanya berkenan mengasuh dan mendidik anaknya dengan setulus hati.

Bukti bahwa mencintai keduanya merupakan bentuk cinta kepada Allah ialah karena hal tersebut memang diperintahkan Allah Swt., serta selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 23-24:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِیَّاهُ وَبِٱلۡوَ ٰ⁠لِدَیۡنِ إِحۡسَـٰنًاۚ إِمَّا یَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَاۤ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَاۤ أُفࣲّ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلࣰا كَرِیمࣰا ۝  وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّیَانِی صَغِیرࣰا ۝

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [Q.S. Al-Isra’ (17): 23-24]

Jika seluruh cinta yang dirasakan diarahkan atas dasar cinta karena Allah, maka akan menciptakan cinta yang hakiki. Bahkan dipastikan semakin memupuk rasa cinta kepada Allah Swt. Karena dalam cinta yang dirasakan manusia itu sendiri terdapat rasa syukur kepada-Nya dan perenungan terhadap karunia-Nya.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...