Beranda Keislaman Akhlak Cerita Anak Muda Gaul Yang Rela Hidup Sederhana di Zaman Rasulullah

Cerita Anak Muda Gaul Yang Rela Hidup Sederhana di Zaman Rasulullah

Harakah.idMu’shab bin Umair merupakan pemuda kaya dari suku Quraisy. Tak heran apabila ia menjadi pemuda idola orang-orang di golongannya. Pakaian yang dikenakannya adalah pakaian-pakaian modis di zamannya. Begitu juga kebutuhan hidupnya ditopang dengan pekerjaan yang diidamkan orang di kelasnya.

Mu’shab bin Umair merupakan pemuda kaya dari suku Quraisy. Anak muda gaul. Tak heran apabila ia menjadi pemuda idola orang-orang di golongannya. Pakaian yang dikenakannya adalah pakaian-pakaian modis di zamannya. Anak muda gaul. Begitu juga kebutuhan hidupnya ditopang dengan pekerjaan yang diidamkan orang di kelasnya.

Mu’shab bin Umair memang tumbuh dari keluarga yang sangat disegani di suku Quraisy. Ia terlahir dari rahim perempuan yang memiliki pendirian teguh, bahkan cukup ditakuti di suku Quraisy, yaitu Khunas bin Malik.

Menurut sebagian riwayat, ibunya merupakan satu-satunya orang yang ditakuti Mu’shab ketika ia memutuskan untuk menngikuti ajaran Rasulullah SAW. Mu’shab sendiri termasuk bagian dari sahabat yang mengimani kerasulan Muhammad SAW., tepat setelah Nabi menerima wahyu. Bahkan ia pernah dipenjarakan ibunya sendiri karena kepergok mengikuti ajaran Muhammad SAW.

Hal itu terjadi kala jiwa mudanya begitu bergelora tatkala mendengar sebuah berita bahwa Muhammad Al-Amin mengaku sebagai utusan Allah SWT.

Penasaran dengan berita tersebut, Mu’shab diam-diam mengikuti halaqah bersama Nabi Muhammad di rumah Arqam bin Abil Arqam. Baru saja ia mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca Rasulullah, bergetarlah hatinya hingga membuat ia menangis tersedu-sedu.

Tatkala hatinya telah dipenuhi dengan keimanan, ia berusaha sebisa mungkin untuk meninggalkan kesenangannya pada dunia dan kenikmatan-kenikmatan semu yang ia peroleh sebelumnya. Tak lama setelah bersyahadat, ia juga memutuskan untuk berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah.

Saat itu ia sudah tak mengenakan pakaian-pakaian kebanggaan sabagaimana yang biasa ia kenakan sebelumnya. Rasulullah melihatnya hanya mengenakan pakaian yang terbuat dari samakan kulit kambing. Beliau lantas menunjukkannya kepada para sahabat, seraya bersabda;

انْظُرُوْا مَاذَا فَعَلَ الإِيْمَانُ بِأَخِيْكُمْ

“Lihatlat! apa yang diperbuat iman terhadap saudara kalian.”

Para sahabat Nabi juga ada yang pernah menyaksikan secara langsung akan kesederhanaan Mu’shab bin Umair. Ketika terjadi perang Uhud, Mas’ab gugur di medan pertempuran. Pada saat itu ia diketahui mengenakan pakaian yang tak mampu menjangkau atau menutupi badannya secara keseluruhan.

Apabila disampirkan bajunya hingga kepala, maka terlihatlah kulit dari sebagian kedua kakinya. Begitu juga sebaliknya, apabila baju itu ditelungkupkan hingga ujung kakinya, maka terbukalah bagian atas tubuhnya. Pakaian itulah yang membungkus jasad Mu’shab kala gugur di medan pertempuran.

Para sahabat pun melaporkan kejadian itu Nabi Muhammad SAW. Melihat jasad Mu’shab yang hanya tertutup pakaian yang begitu sederhana, Rasulullah bersedih hati, seraya bersabda;

غَطُّوا بهَا رَأْسَهُ واجْعَلُوا علَى رِجْلَيْهِ الإذْخِرَ

“Tutuplah kepalanya dengannya dan tutupi kedua kakinya dengan rumput idzkhir.” (H.R. Bukhari)

Kesederhanaan seseorang memang tidak hanya tercermin dari apa yang ia kenakan, tetapi lebih pada perilakunya. Perilaku Mu’shab meninggalkan kecintaannya pada dunia jelas menunjukkan kesederhanaannya, dimulai dari caranya perpakaian.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...