Cerita Nabi Muhammad Meminang Artis Tercantik Kota Mekah

0
192

Harakah.idDhuba’ah adalah perempuan tercantik di Mekah. Ia populer. Ia seorang penyair yang pandai. Dia diperebutkan para lelaki di Mekah. Setelah kematian suaminya, tak beberapa lama, Rasulullah mengajukan pinangan. Tetapi, karena satu dan lain hal, Rasulullah SAW tidak melanjutkan pinangannya.

Nabi Muhammad SAW memiliki dimensi kemanusiaan. Sebagai manusia, beliau juga memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Karena itu, beliau menikah dan memiliki anak. Beliau menjalani kehidupan normal seperti umumnya manusia. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa dirinya senang dengan parfum dan beliau juga punya rasa ketertarikan terhadap perempuan.

Di antara kemanusiaan Nabi Muhammad SAW adalah tertarik pada perempuan cantik. Sebagai lelaki normal, hal ini tentu wajar. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa Nabi pernah tertarik dengan seorang selebriti kota Mekah.  

Disebutkan dalam kitab Al-Mihbar karya Abu Ja’far Al-Baghdadi (w. 245 H.),

]ضباعة بنت عامر بن قرط[

وخطب صلى الله عليه (ضباعة) بنت عامر بن قرط بن سلمة بن قشير بن كعب بن ربيعة بن عامر بن صعصعة. كانت عند هوذة بن علي الحنفي فهلك عنها. فورثته مالاً كثيراً. فتزوجها عبد الله بن جدعان وكان لا يولد له. فسألته الطلاق وطلقها . فتزوجها هشام بن المغيرة. فولدت له سلمة، وكان من خيار المسلمين. وكانت هي من أجمل نساء العرب. فبلغ رسول الله صلى الله عليه جمالها. فخطبها إلى ابنها سلمة.  فقال: «حتى استأمرها» . فأتاها فأعلمها الخبر فقالت: «أفى رسول الله صلى الله عليه تستأمرني ؟ إرجع فزوجه» . فرجع وقد بلغ النبي صلى الله عليه عنها كبرة فرجع سلمة إليه. فأمسك عن أمرها فلم يتم.

Dhuba’ah binti Amir. Nabi SAW meminang Dhuba’ah binti Amir bin Qurath bin Salamah bin Qusyair bin Ka’b bin Rabi’ah bin Amir bin Sha’sha’ah. Dia pernah menikah dengan Haudzah bin Ali Al-Hanafi. Haudzah meninggal dunia dan meninggalkan warisan yang banyak. Abdullah bin Jud’an menikahi Dhuba’ah namun tidak berhasil memberikan keturunan. Dhuba’ah mengajukan cerai kepada Abdullah bin Jud’an.

Selanjutnya, Dhuba’ah menikah dengan Hisyam bin Mughirah. Pernikahan ini membuahkan anak bernama Salamah bin Hisyam. Salamah bin Hisyam tergolong Muslim terbaik. Ibundanya adalah perempuan Arab tercantik (di kota Mekah). Cerita tentang kecantikan Dhuba’ah terdengar oleh Rasulullah SAW. Nabi SAW mengajukan pinangan melalui puteranya, Salamah. Salamah berkata kepada Nabi bahwa dirinya akan minta persetujuan dulu kepada ibunya. Salamah mendatangi ibunya dan memberitahunya tentang pinangan tersebut. Dhuba’ah berkata, “Apakah untuk Rasulullah SAW kamu perlu minta izin kepadaku? Kembalilah dan nikahkanlah.” Salamah kembali menghadap Nabi SAW. Namun Nabi SAW telah mendengar bahwa Dhuba’ah sudah sangat tua. Salamah menemui Nabi SAW, namun beliau menahan diri dari melanjutkan pinangan. Beliau tidak menyempurnakan pinangan tersebut. (Al-Mihbar, hlm. 97)

Dari sini dapat diketahui bahwa Dhuba’ah adalah perempuan tercantik di Mekah. Ia populer. Ia seorang penyair yang pandai. Dia diperebutkan para lelaki di Mekah. Setelah kematian suaminya, tak beberapa lama, Rasulullah mengajukan pinangan. Tetapi, karena satu dan lain hal, Rasulullah SAW tidak melanjutkan pinangannya.

Demikian cerita Nabi Muhammad meminang artis tercantik kota Mekah. Semoga cerita Nabi Muhammad meminang artis tercantik kota Mekah ini dapat menambah wawasan kita semua.