Beranda Kabar Cerita NU Care-LAZISNU Salurkan Sembako dan Pakaian Layak untuk Para Pengungsi di...

Cerita NU Care-LAZISNU Salurkan Sembako dan Pakaian Layak untuk Para Pengungsi di Sudan

Harakah.idNU Care-LAZISNU Sudan dan PCI Muslimat NU Sudan bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan Rowahil Sudan menggelar bakti sosial untuk para pengungsi di pelosok Negeri Sudan, pada Kamis (12/08/2021).

Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Care-LAZISNU Sudan dan PCI Muslimat NU Sudan bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan Rowahil Sudan menggelar bakti sosial untuk para pengungsi di pelosok Negeri Sudan, pada Kamis (12/08/2021). Baksos yang bertajuk Sharing, Caring & Loving Each Other ini merupakan kegiatan tahunan sebagai bentuk kepedulian dan menjalin hubungan yang baik antar-sesama.

Bakti sosial dilakukan di dua tempat yang berbeda, yaitu di Desa Darrusalam dan Bank Aqqari yang terletak di pojokan Kota Omdurman. Sebelumnya, total donasi yang terhimpun untuk kegiatan Baksos senilai Rp22.136.000 dan kemudian disalurkan dalam bentuk sembako dan pakaian layak kepada kurang lebih 100 keluarga di kedua wilayah tersebut.

Bakti sosial pertama dilakukan di daerah Darussalam blok 10 yang terletak di Kecamatan Ombada, yang mana daerah tersebut merupakan daerah dengan penduduk pengungsi dari perbatasan Sudan yang melarikan diri ke Ibukota demi mendapatkan keamanan, kenyamanan, dan tempat tinggal yang layak. Meskipun mereka sudah mendapatkan keamanan dalam kehidupan, tetapi banyak dari mereka belum mendapatkan kelayakan untuk tempat tinggal bahkan bertahan hidup.

“Darussalam ini terdiri dari beberapa kabilah dari berbagai daerah di Sudan yang mayoritas (masyarakat) tidak mampu. Selain itu, daerah ini juga meliputi penduduk yang mayoritasnya adalah korban peperangan di kawasan pinggiran Sudan. Daerah ini dihuni oleh keluarga yang sangat sopan, anak-anak yatim, dan orang-orang yang tidak memiliki nasab,” ungkap Mas’ul Mantiqoh selaku pimpinan kompleks tersebut.

Adapun kegiatan Baksos dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat, dan dibuka oleh Mubarokatul Auliya dan Atikal Maula sebagai pembawa acara. Acara berlanjut dengan beberapa sambutan. Sambutan yang pertama adalah sambutan dari Khafidhul Umam selaku Wakil Syuriyah PCINU Sudan.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan apa itu Nahdhatul Ulama, tujuan didirikannya, dan kenapa dinamakan Nahdhatul Ulama, serta menceritakan bahwasanya di Nadhatul Ulama terdapat badan otonom yang bergerak di bidang kemanusian yang bernama NU Care-LAZISNU Sudan.

Hassan Mohammad Hassan selaku perwakilan donatur menyampaikan beberapa alasan kenapa ia ingin menyalurkan beberapa kelebihan hartanya untuk disalurkan ke penduduk Sudan. Salah satu alasannya karena ia melihat perekonomian di Sudan yang lambat laun persentasenya semakin menurun.

Selanjutnya, Muhammad Ali Mabruk, perwakilan dari organisasi kemanusiaan Rowahil Sudan menyampaikan tujuan mereka turut serta dalam Baksos dan alasan mengapa memilih tempat tersebut.

Dr Wadad Wada’ah Mahbub sebagai pimpinan kompleks, menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada NU Care-LAZISNU Sudan yang sudah berkunjung dan memberikan bantuan kepada warga pengungsi di Sudan.

Usai sambutan dari beberapa pihak, acara dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada 50 keluarga yang dianggap sangat berkekurangan. Paket sembako tersebut berisi 5 kilogram tepung, 5 kilogram gula, 5 kilogram spagheti, teh, 1 liter minyak, dan beberapa pakaian layak. Walaupun pembagian yang dilakukan sedikit kurang teratur karena banyaknya orang-orang yang tidak terdata kemudian menyerobot masuk, akan tetapi pembagian bantuan secara umum dilakukan dengan baik.

Setelah penyaluran bantuan di daerah Darussalam, Tim melanjutkan perjalanan daerah Bank Arroqi, daerah yang terletak di Abu Sa’ad Al-Fathihab, yang masih termasuk dalam wilayah Omdurman dan tidak jauh dari pusat kota Omdurman, terletak di barat Abu Sa’ad Al-Fathihab, setelah 13 kilometer dari maqarrin Nil Khartoum, dengan jumlah penduduk kurang lebih 57.400 orang.

Walaupun posisinya yang tidak jauh dari pusat kota Omdurman, ada beberapa hal yang membuat NU Care-LAZISNU Sudan memilih daerah itu sebagai tempat penyaluran bantuan dalam kegiatan Baksos ini.

“Daerah ini dianggap sebagai daerah yang tidak maju, hampir seperti tidak memiliki kehidupan. Bahkan di sana terdapat banyak anak-anak dari para syahid, anak-anak yatim, dan orang-orang yang tidak memiliki nasab,” ujar Muhammad Ali Mabruk perwakilan dari Organisasi Kemanusiaan Rowahil, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Perhubungan Luar Daerah dan Pengawas Daerah.

Kurang lebih jam 14.00 waktu setempat rombongan tiba di lokasi. Di sana telah menunggu orang-orang yang berhak mendapatkan bantuan. Tanpa mengulur waktu, Abdurrahman selaku Ketua NU Care-LAZISNU Sudan, langsung membagikan dan mengambil dokumentasi di tempat itu karena penduduk setempat pun sudah terlalu lama menunggu kedatangan tim dari NU Care-LAZISNU Sudan.

Sejumlah 50 paket sembako dibagikan juga di wilayah Bank Arroqi kepada 50 keluarga yang ada di sana, dengan bentuk bantuan seperti yang disalurkan di Darussalam. Pembagian dilakukan secara tertib dan aman, dikarenakan dilakukan di tempat tertutup yang berbeda dari tempat sebelumnya yang dilakukan di tempat terbuka.

Bakti sosial NU Care-LAZISNU Sudan dan Muslimat NU Sudan berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kendala pada mekanisme pembagian, karena budaya orang Afrika berbeda jauh dengan budaya Asia yang terkenal sabar, santai, dan kalem. Hal itu menjadi evaluasi ke depannya bagi NU Care-LAZISNU Sudan agar menjadi lebih tertib.

“Berbagi adalah Solusi, ini salah satu jargon NU Care-LAZISNU Sudan yang menjadikan niat semangat anggotanya agar terus berbagi kepada sesama, terlebih orang-orang yang sangat membutuhkan, tanpa memandang ras, golongan, marga, suku, atau latar belakang apapun. Selama masih pada satu keyakinan, satu keimanan, NU Care-LAZISNU Sudan selalu ada untuk mereka,” kata Abdurrahman.

Pewarta: Daniel
Penyunting: Wahyu Noerhadi

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

5 Ayat Al-Quran yang Menjadi Dalil Muslimah Punya Hak Untuk Bekerja

Harakah.id - Tulisan ini akan membahas lima ayat Al-Quran yang memberikan nilai-nilai filosofis, tentang kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal...

Kepemimpinan Militer Laksamana Keumalahayati, “Inong Balee” di Benteng Teluk Pasai

Harakah.id - Keumalahayati menempuh pendidikan non-formalnya seperti mengaji di bale (surau) di kampungnya dengan mempelajari hukum-hukum Islam, sebagai agama yang diyakininya. Beliau...

Ketika Perempuan Menggugat dan Tuhan Mendengarnya, Kisah Khaulah Binti Tsa’labah

Harakah.id - Kisah perempuan yang menyuarakan keadilan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw yang diabadikan kisahnya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Qs....

2 Ummahatul Mukminin yang Terkenal Sebagai Muslimah Bekerja

Harakah.id - Muslimah yang memilih bekerja di era modern ini dapat meneladani kehidupan mereka. Mereka punya keahlian profesional, mereka beriman dan berakhlak...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Mengenal Istilah Ijtihad dan Mujtahid Serta Syarat-Syaratnya

Harakah.id - Ijtihad dan Mujtahid adalah dua terminologi yang harus dipahami sebelum mencoba melakukannya. Hari ini kita banyak mendengar kata...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...