Beranda Keislaman Ibadah Inilah Hukum Berciuman dengan Pasangan Halal Saat Puasa Sunnah

Inilah Hukum Berciuman dengan Pasangan Halal Saat Puasa Sunnah

Harakah.id Pada saat berpuasa, sepasang suami istri dilarang keras bersetubuh. Akan tetapi, jika hanya sekedar berciuman, bagaimana hukumnya? 

Salah satu inti puasa ialah pengendalian diri, baik dari makanan, minuman, amarah dan termasuk juga syahwat. Sehingga, pada saat berpuasa, suami istri diharamkan untuk bersetubuh, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Namun, jika hanya sekedar berciuman, para ulama berbeda pendapat terkait hal ini.  

Sebagian ulama menghukumi makruh, dan sebagian lainnya membolehkan secara mutlak. Dan ada banyak perbedaan pendapat lainnya. Namun, pendapat yang paling proporsional terkait hal ini adalah, dibolehkan mencium istri jika tidak disertai dengan syahwat. Akan tetapi, jika disertai dengan syahwat, sehingga menyebabkan keluarnya air mani, atau bahkan terjadinya hubungan intim, maka mencium istri mesti dihindari. Karena, jika sampai keluar air mani saat berciuman, maka hal itu dapat membatalkan puasa.   

Baca Juga : Ada Pahala Besar di Balik Anjuran Berpuasa di 10 Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah

Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Nabi saw. pernah mencium dan bercumbu dengan istrinya pada saat berpuasa.  

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا ، قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ ، وَيُبَاشِرُ وَهُوَ صَائِمٌ ، وَلَكِنَّهُ أَمْلَكُكُمْ لإِرْبِهِ. 

Dari Aisyah RA berkata, “Nabi saw. mencium  dan mencumbu (istrinya), padahal beliau sedang berpuasa. Namun, beliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya di antara kalian. (HR. Muslim). 

Dalam sebuah riwayat dari Umar bin Khathab juga dikatakan. 

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّهُ قَالَ: هَشَشْتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ، وَأَنَا صَائِمٌ، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا؛ قَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتَ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ؟ ” فَقُلْتُ: لَا بَأْسَ بِذَلِكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَفِيمَ؟

Dari Umar bin Khatab RA berkata: “Pada suatu hari, syahwatku bergejolak, kemudian aku mencium istriku, padahal aku sedang berpuasa. Maka aku mendatangi Nabi Saw, dan aku berkata: Pada hari ini, aku telah membuat masalah yang besar. Aku mencium istriku, sedangkan aku sedang berpuasa. Nabi Saw berkata: Bagaimana pendapatmu jika kamu berkumur-kumur dengan air sedangkan kamu sedang berpuasa? Aku menjawab: “Tidak Masalah”. Nabi berkata: Lalu apa masalahnya? (HR. Ahmad).     

Berdasarkan hadis di atas, dapat dipahami bahwa Nabi Saw membolehkan mencium istri saat berpuasa. Akan tetapi, alangkah baiknya jika hal itu dihindari sebagai antisipasi keluarnya air mani yang dapat membatalkan puasa. Namun, bagi mereka yang benar-benar dapat menjaga dan mengendalikan syahwatnya, maka mencium istri tidak menjadi masalah.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...