Beranda Sejarah Cordoba, Salah Satu Kota Penting di Andalusia yang Jadi Pesaing Konstantinopel dan...

Cordoba, Salah Satu Kota Penting di Andalusia yang Jadi Pesaing Konstantinopel dan Baghdad

Harakah.idCordoba salah satu kota yang penting di Andalusia kaya akan peninggalan sejarah Islam. Cordoba adalah sebuah kota yang terletak di negara Eropa tepatnya berada di sepanjang pesisir sungai al-Wadi al-Kabir bagian selatan Spanyol. Kota ini pernah menjadi ibukota saat pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol dari tahun 711-1039 Masehi.

Cordoba salah satu kota yang penting di Andalusia kaya akan peninggalan sejarah Islam. Cordoba adalah sebuah kota yang terletak  di negara Eropa tepatnya berada di sepanjang pesisir sungai al-Wadi al-Kabir bagian selatan Spanyol. Kota ini pernah menjadi ibukota saat pemerintahan Bani Umayyah di Spanyol dari tahun 711-1039 Masehi.

Sejarah Berdirinya Cordoba

Kota Cordova didirikan oleh bangsa Cordoba yang ketlka itu, tunduk pada pemerintahan Romawi dan Visigoth atau bangsa Goth. Dahulu daerah tersebut sering terjadi pembantaian oleh kaum Vandal dan Visigoth, yang berkuasa sebelum tentara muslim datang hingga timbul istilah Vandalim. Pada perkembangan selanjutnya tahun 710 Masehi Cordoba Andalusia dikuasai  Raja Visigoth, Witiza dikudeta dan dirampas oleh mantan bawahannya bernama Roderick.

Semenjak Visigoth berkuasa kaum Yahudi tertekan dan Visigoth berbuat semena-mena terhadap rakyat sampai akhirnya negara ini dilanda krisis. Sikap Visigoth seperti demikian membuat kaum Yahudi dipimpin Julian sampai-sampai meminta bantuan tentara muslim di Afrika Utara.

Keadaan itu pula mendorong Julian memohon pertolongan pada Musa bin Nusair, kepala khalifah Ummayah di Afrika Utara.Orang-orang Afrika Utara terkenal sebagai orang Berber, yang memiliki kemampuan mahir dalam bertempur.

Penaklukan Cordoda akhirnya dimulai dengan seizin Walib bin Abdul Malik, khalifah Ummayyah saat itu mengirim psukan berjumlah 500 orang dipimpin Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad adalah seorang jendral yang tangguh pada masa Dinasti Umaiyyah. Sebanyak 500 pasukan dikirim menyelidiki kebenaran info dari Julian dan mempelajari medan pertempuran.

Setelah Ia  kembali  Thariq bin Ziyad ditugaskan kembali mengirimkan 7000 orang pasukan. Pasukan tersebut terdiri beragam suku mulai dari suku Berber hingga Negro untuk menyerang Andalusia. Dikawal perwira-perwira Tarif bin Malik dan Mugheyt ar-Rumi, Thariq melakukan penaklukan ke Andalusia. Ketika menyebrang selat Hercules pasukan Islam menggunakan kapal yang disediakan oleh Julian gubernur Vandal.

Tepat tanggal 29 April tahun 711 Masehi, pasukan Islam menyerang Mount Calpe, sebelah timur Algeciras. Hal ini dilakukan menghindari bentrokan langsung dengan penjaga kota Algeciras. Sesaat setelah mendarat di Andalusia Thariq bin Zayid membakar kapal-kapal. Setelah mendarat di Andalusia, pasukan Islam merebut kota Cartagena yang terletak di selat Gibraltarq, Granada hingga Toledo.

Musa bin Nushair kemudian menyusul Thariq dengan membawa pasukan sendiri. Ia berhasil menaklukan Sidonia, Karmona, Seville dan Merida, yang menarik Ia bertemu dengan Thariq di Toledo. Keduanya melanjutkan perjuangan memperluas wilayah dari Saragosa sampai Navarre.

Sejak itulah, Cordoba mulai bangkit kembali menjadi kota peradapan umat manusia. Cordoba terus maju pesat dan mencapai puncaknya tahun 759 M saat Abdurrahman ad-Dakhil mendirikan Daulah Umayyah II di Andalusia.

Ad-Dakhil Penakluk Cordoba 

Perjalanan sejarah Cordoba yang panjang hingga penaklukannya sampai Islam berjaya di daerah ini. Di balik kejayaan Cordoba, ada sosok pemuda yang  juga pemimpin bergelar amir dikenal Abdurrahman II bergelar Ad-Dakhil. Atau nama lengkapnya Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdulmalik bin Mirwan bin Al-Hakkam bin Harb bin Umayyah atau Abdurrahman Ad-Dakhil.

Ia lahir 728 Masehi dari berasal  kalangan Bani Umayyah, yang lolos dari serangan kejaran Bani Abbassiyah. Semenjak Daulah Abbasiyah mulai berkuasa, dan merebut tahta Daulah Umayyah. Ia melarikan dari istana mengarungi gurun Syiria menuju Palestina. Selanjutnya menyebrangi gurun Sinai ke Mesir baru kemudian melewati beberapa wilayah Afrika dan akhirnya sampai Andalusia, Spanyol.

Bersama pendamping setianya, Baddar, Ia berhasil menghindari kejaran pasukan Bani Umayyah. Kehidupannya memprihatinkan selalu dikejar-kejar oleh pihak musuh. Kisah kehidupan kakeknya Hisyam saat memimpin Daulah Umayyah selama 20 tahun 724-743 M mampu menginspirasinya ketika menguasai dan menaklukan wilayah Andalusia, Spanyol.

Berbekal keahliannya berperang Ia bersama pasukannya menyerang penaklukan Cordoba dan menjadikannya sebagai ibukota kerajaan. Setelah menjadi penguasa Andalusia, Ia menolak tunduk pada kekhalifahan Abbasiyah, karena pasukan Abbasiyah telah membunuh sebagian besar keluarganya.

Pada tahun 912 Masehi, Ia naik tahta menjadi khalifah Umayyah di Andalusia.Terkenal dengan Abdurrahman Ad-Dakhil atau Abdurrahman II. Di bawah pemerintahan Abdurrahman II, Cordoba mampu bersaing dengan Konstantinopel dan Bagdad.

Cordoba Pesaing Kota Konstantinopel dan  Bagdad

Cordoba terus mengalami kemajuan yang luarbiasa dan semenjak Andalusia dikuasai oleh Abdurrahman ad-Adkhar dan menjadikannya ibukota Andalusia. Selama 32 tahun berkuasa Ia  menghantarkan Cordoba sebagai kota metropolitan di zamannya. Jalan-jalan diperlebar, dibangun drainase, air bersih dan tata kota yang indah.

Sejumlah bangunan berarsitektur megah dibangun. Sebuah  taman yang diberi nama al-Risafat. Taman Ar-Risafat tersebut di dalamnya ditanami berbagai jenis pepohonan, buah-buahan berasal dari pelbagai wilayah dunia Islam. Bangunan masjid agung Al-Hambra yang megah berdiri dengan gagahnya di kota Cordoba.

Masjid tersebut dibangun biaya 800.000 Dinar dengan menara 40 dzira. Kubahnya sebelah dalam terbuat dari kayu berukiran indah dan tiang masjid berjumlah 1093 yang dihiasi batu marmer. Masjid ini memiliki ruang 19 luas dan panjang serta 38 ruang biasa. Jumlah masjid yang dibangun di masa pemerintahan Abdurrahman Ad-Dakhil mencapai 3.837 masjid. Atau dengan kata lain setiap sudut wilayah kota dapat dengan mudah dijumpai masjid.

Tidak hanya masjid, pasar-pasar juga dibangun sebagaimana disebutkan Yaqut dalam Mu’jam al-Buldan. Industri modern tak luput dari perhatian mulai industri kulit hingga industri emas-perak. Sekolah-sekolah didirikan di setiap wilayah dan juga ketinggalan perpustakaan umum atau khusus ada di setiap sudut kota.

Koleksi bukunya mencapai ribuan dan menjadi pusat kebudayaan serta ilmu pengetahuan. Tidak sampai di situ administrasi, sistem hukum terus mengalami kebangkitan di saat jumlah penduduknya 500.000 jiwa mendiami daerah ini  Atau dengan kata lain jumlah penduduk  mencapai setengah juta jiwa saat Cordoba mencapai kejayaan dan hidupnya sejahtera.

Kemunculan Abdul Rahman I mampu mengubah drastis Cordoba sebagai pusat perekonomian, kebudayaan, pendidikan hingga ilmu pengetahuan. Menghantarkannya menjadi kota metropolitan menyaingi kota Konstantinopel dan Bagdad 

Tata kota yang indah dibangun demikian megah menandai puncak kejayaan Dinasti Ummayah di bawah pemerintahan  Abdul Rahman di dunia Barat. Keindahan kota Cordoba digambarkan secara jelas oleh Philip.K.Hitti dalam bukunya yang berjudul History of the Arab.

Buku History of the Arab tersebut Philip menggambarkan secara jelas bagaimana tata kota Cordoba yang telah dibangun oleh Khalifah Abdul Rahman dengan kemampuan terbaiknya. Sejumlah bangunan dibangun berarsitektur indah, menara tinggi, tembok besar,jalan yang lebar, kanal kota, pusat ekonomi, pendidikan hingga membuat kota ini termasyur di dunia.

Sejumlah bangunan berarsitektur megah menghiasi wilayah Andalusia terutama kota Cordoba. Dari sinilah terlihat jelas sumbangan-sumbangan Islam bagi perjalanan sejarah manusia. Salah satunya adalah Jembatan Cordoba  yang terletak di atas sungai al-Wadi al-Kabir.

Jembatan ini dikenal dengan nama al-Jisr dan Qantharah ad-Dahr yang memiliki panjang 400 meter, lebar 40 meter dan tinggi 30 meter. Jembatan ini dibangun tahun 101 H oleh Gubernur Andalusia as-Samh bin Malik al-Khaulani di masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Masjid Cordoba atau dalam bahasa Spanyol Mezquita dibangun pada masa Abdurrahman Ad-Dakhil

Kemegahan Cordoba membuat  Philip tak ragu mensejajarkan Cordoba dengan kota masyur lainnya yaitu Bagdad ibukota pemerintahan Abbasiyah dan Konstantinopel. Di saat kota-kota lain di benua Eropa berada masa kegelapan di abad pertengahan, Cordoba bersinar terang menyinari sebagian wilayah Eropa sebagaimana digambarkan oleh seorang penulis Lane Poople sebagai wonders of world.

Kejayaan Cordoba tidak berlangsung lama, akibat perebutan kekuasaan Dinasti Umayyah dan Dinasti Amoiriyah. Perebutan kekuasaan wilayah Andalusia semakin merajalela setelah Ratu Isabel dari Castila dan Ferdiand dari Arogan berhasil menaklukan Granada kemudian mengusir kaum muslim dari Spanyol.

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

5 Tips Menjaga Hafalan Al-Quran Menurut Sunnah Rasulullah SAW

Harakah.id - Aku akan menjelaskan ke kalian tentang hadits yang aku yakin hadits ini akan sangat bermanfaat untuk teman-teman penghafal Qur’an.

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...