Beranda Khazanah Covid-19 Makin Mudah Menyerang Pernapasan, Berikut Terapi Pernapasan dalam Islam Untuk Memaksimalkan...

Covid-19 Makin Mudah Menyerang Pernapasan, Berikut Terapi Pernapasan dalam Islam Untuk Memaksimalkan Fungsi Paru-Paru

Harakah.idTerapi pernapasan dalam Islam ini adalah upaya lahir untuk meningkatkan fungsi pernapasan yang hari ini berguna mengingat Covid-19 semakin melonjak tinggi dan menyerang pernapasan.

Terapi pernapasan dalam Islam ini mungkin akan berguna mengingat kasus Covid-19 melonjak.

Sejak awal juni Indonesia mengalami lonjakan besar-besaran kasus positif Covid-19, ini disebabkan berbagai faktor mulai banyaknya pemudik yang nekat pulang kampung, arus balik Idul fitri, abai terhadap protokol kesehatan, hingga munculnya varian baru seperti varian Delta yang diyakini lebih mudah penularannya.

Update terakhir per 13 juli kasus positif di Indonesia mencapai 2.567.630 jiwa yang perhari penambahan bisa sampai 30.000 an  kasus positif. Akibat menggilanya penularan covid-19 banyak rumah sakit yang kolaps tidak dapat menampung pasien lagi, lebih-lebih rumah sakit mengalami kekurangan ketersediaan oksigen dan stok menipis, hal ini bisa terjadi karena banyak pasien yang masuk hampir bersamaan sehingga otomatis kebutuhan oksigen meningkat (kebutuhan banyak, namun stoknya sedikit). 

Rumah sakit hanya menerima pasien dengan gejala berat yang membutuhkan tabung oksigen, sedangkan untuk gejala ringan dan sedang diperintahkan isolasi mandiri. Lalu bagaimana jika tiba-tiba mengalami gangguan pernafasan? dan apa yang harus dilakukan?. Sebagai agama yang shalih likulli zaman wa makan dengan ajarannya yang menginformasikan banyak hal mengenai kehidupan, pengetahuan, sampai kesehatan, Islam menawarkan pengobatan, terapi baik lahiriyah maupun batiniyah mengenai pernapasan yang sebaiknya dipraktekkan dan dibiasakan oleh segenap muslim.

Salah satu ulama asal Jawa Tengah yakni KH.Abdul Qoyyum Mansur atau sering disapa gus Qoyyum memberikan solusi bagi segenap masyarakat yang kesulitan bernafas dalam channel youtube Muhibbin Gus Qoyyum dengan judul “Sulit Nafas Karena Corona, tabung oksigen langka? 5 Terapi oksigen Dalam Islam”. Vidio tersebut sebagai rujukan dan penulis kembangkan.

Islam berbicara nafas dan pentingnya menjaga nafas

Al-Raghib al-Ashfahani (W.502H) dalam kitabnya Mu’jam Mufradat Alfadz al-Qur’an mendefinisikan nafas adalah udara yang masuk dan keluar ke dalam badan melalui mulut serta lubang hidung sebagai asupan tubuh manusia. Akibat tersendatnya nafas bahkan terputusnya nafas manusia dapat mengancam kehidupannya.

Dalam kitab Mausu’ah al-Thib al-Nabawi karya Abu Nu’aim al-Asfahani hadis nomor 94 dijelaskan bahwa Abu Hurairah berkata:

“الْقَلْبُ مُلْكٌ وَلَهُ جُنُوْدٌ، فَإِذَا صَلُحَ الْمُلْكُ صَلُحَتْ جُنُوْدُهُ، فَإِذَا فَسَدَ الْمُلْكُ فَسَدَتْ جُنُوْدُهُ، الْأُذُنَان قَمْعٌ، وَالْعَيْنَانِ مَسْلِحَةٌ، وَاللِّسَانُ تُرْجُمَان، وَاْليَدَانِ جَنَاحَان، وَالرِّجْلَان بَرِيْدَان، والْكَبِدُ رَحْمَةٌ، والطِّحَالُ وَالْكُلْيَتَانِ مَكْرٌ، وَالرِّئَةُ نَفَسٌ”

Artinya: “Hati ibarat raja dalam tubuh, dan memiliki pasukan di dalamnya, maka ketika raja (hati) itu baik pasukanya (anggota badan) juga baik, ketika rajanya buruk pasukannya juga ikut buruk, telinga sebagai pengendali, mata menjadi pasukan pengintai, lisan sebagai juru bicara, kedua tangan sebagai sayap, kaki bertugas sebagai utusan, hati untuk melobi (bentuk toleransi), limpa dan kedua ginjal bagian tipu muslihat, dan paru-paru sebagai otak pernafasan seluruh tubuh”.

Hadis tersebut tergolong mauquf karena riwayat hanya sampai kepada sahabat, yakni Abu Hurairah tetapi tidak mengurangi makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu  kandungannya adalah bahwa paru-paru merupakan bagian pernafasan dalam tubuh, memiliki hubungan dengan sistem pernafasan dan sirkulasi peredaran darah yang berfungsi untuk menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida. 

Terapi pernafasan dalam Islam dan Pengobatannya

Kita sering mendengar setiap penyakit ada obatnya, ini bukan kalimat gombalan belaka namun telah disabdakan Rasulullah Saw مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ دَوَاء yakni Allah tidak menurunkan suatu penyakit melainkan memberikannya obat. Islam sangat memperhatikan kesehatan, sehingga tidak heran jika Islam kaya akan tuntunan kesehatan. Sumber rujukan kesehatan dapat kita jumpai dalam al-Qur’an dan sunnah dengan cara mentadabburi firman Allah dan sabda Nabi Saw, karena Islam sangat memperhatikan kesehatan serta telah dicontohkan Rasulullah Saw. Terutama menjaga dan mengobati gangguan pernafasan, dengan cara:

  1. Menghirup udara fajar

Bangun di waktu subuh mungkin jarang dilakukan oleh kawula muda atau tua, akibat kurangnya kesadaran jika kebaikan dan kesehatan itu terlimpah di waktu pagi. Subuh merupakan waktu yang diperhitungkan dalam Islam, sampai Allah SWT bersumpah demi waktu subuh yang terdapat dalam firman-Nya QS.Al-Muddatsir 74:34 dan At-Takwir 81:18

وَالصُّبْحِ إِذَا أَسْفَرَ (المدثر:34)

“Dan demi subuh apabila mulai terang”

وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ (التكوير:18)

“Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”

Kedua ayat tersebut memiliki batasan makna masing-masing meski memiliki arti yang sama yakni kejelasan, terang, dan terbuka. Secara hakikat makna تَنَفَّس  adalah bernafas sehingga ayat yang kedua adalah demi waktu subuh ketika bernafas. Ini sangat relevan dengan ilmu kesehatan modern, hasil studi mengungkapkan bahwa disaat fajar mulai terbit kandungan gas O3 atau ozon melimpah,ozon tersebut dapat menghambat pertumbuhan virus, bakteri, protozoa, dan jamur.

Ketika kita menghirup udara fajar maka kita akan merasakan kesegaran udara, karena oksigen dirangsang oleh ozon sehingga dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Berwudhu dengan Istinsyaq dan istinsyar setiap bangun tidur.

Agar nafas tidak tersengal-sengal dan mendapat oksigen bagus, terapi kedua adalah berwudhu, ketika berkumur sekaligus menghirup air melalui hidung (istinsyaq), kemudian menyemprotkannya melalui hidung pula (istinsyaq). Ini merupakan sunnah Nabi Saw yang mulai terlalaikan, bukan hanya syari’at belaka, perintah ini mengandung banyak manfaat terutama untuk membersihkan kotoran, bakteri, dan mikroba bahkan virus yang menyumbat lubang pernafasan.

  1. Mengkonsumsi habbatus sauda’

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah Saw, bersabda:

عَلَيْكُمْ بِهذِهِ الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ فَإِنَّ فِيْهَا شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا السَّام

“Untuk kalian ada habbatussauda yang didalamnya terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.

Ibn Qayyim al-Jauzi menjelaskan hadis ini dalam kitabnya Zadul Ma’ad fi Hadyi Khair al-‘Ibad bahwasannya minum jintan hitam dengan dicampur segelas air bermanfaat mengobati nafas yang tersengal dan sesak.

Demikianlah terapi pernapasan dalam Islam yang bisa kita amalkan untuk mengatasi gangguan pernafasan terlebih akibat virus dengan cara mandiri dan alami tanpa bantuan tabung oksigen yang sekarang ini mengalami kelangkaan. Namun kita harus tetap waspada dengan terus mematuhi protokol kesehatan karena kaidah menyebutkan الْوِقَايَة خَيْرٌ مِنَ الْعِلَاج mencegah lebih baik daripada mengobati.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...