Beranda Keislaman Hadis Dapatkan 4 Kemuliaan Ini Dengan Cara Mempelajari Hadis Nabi

Dapatkan 4 Kemuliaan Ini Dengan Cara Mempelajari Hadis Nabi

Harakah.idJika ingin mengetahui apa saja keutamaan para pengkaji hadis secara lebih lengkap, kita dapat membaca kitab Syaraf Ashabil Hadits yang disusun Syekh Al-Khatib Al-Baghdadi.

Berbagai cara dilakukan untuk mempelajari hadis-hadis Nabi SAW. Mulai dari mempelajari perawinya hingga memahami kandungannya. Mereka berharap dengan mempelajarinya akan mendapatkan keutamaan serta kemuliaan yang terdapat dalam kegiatan belajar dan mengajarkan hadis Nabi SAW.

Mempelajari hadis-hadis Rasulullah SAW memiliki keutamaan sendiri. Karenanya, tidak heran jika umat Islam sejak masa ulama salafus sholeh hingga hari ini terus mempelajari hadis-hadis Nabi SAW.

Berbagai cara dilakukan untuk mempelajari hadis-hadis Nabi SAW. Mulai dari mempelajari perawinya hingga memahami kandungannya. Mereka berharap dengan mempelajarinya akan mendapatkan keutamaan serta kemuliaan yang terdapat dalam kegiatan belajar dan mengajarkan hadis Nabi SAW.

Di Indonesia, hadis-hadis Rasulullah dipelajari dalam kelas-kelas, madrasah, pondok pesantren, dan majelis-majelis taklim. Melalui sarana kitab-kitab kuning maupun ceramah-ceramah keagamaan. Forum-forum keilmuan tersebut, karena mengajarkan hadis-hadis Nabi, layak mendapatkan keutamaan mempelajari hadis.

Apa saja keutamaan, keistimewaan dan kemuliaan mempelajari hadis? Dalam tulisan ini, kami akan memaparkan sedikit di antara sekian banyak keutamaan mempelajari hadis.

1. Menjalankan Perintah Rasulullah
Mempelajari hadis untuk diajarkan kembali kepada orang lain adalah perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau bersabda,

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Sampaikan dariku walau satu ayat. Ambillah cerita dari Bani Israil dan itu tidak mengapa. Barang siapa berbohong atas namaku, hendaknya dia mengambil tempatnya di neraka” (HR. Al-Bukhari).

Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. memerintahkan umatnya agar menyampaikan perkataannya kepada umat Islam yang tidak hadir dalam majelis beliau. Imam Al-Qasthalani mengatakan,

فعلى العالم بالسُّنَّة أن يجعل أكبر همه نشر الحديث، فقد أمر النبي -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- بالتبليغ عنه حيث قال: “بلغوا عني ولو آية” الحديث رواه البخاري رحمه الله. قال المظهري أي بلغوا عني أحاديثي ولو كانت قليلة

“Bagi orang yang mempunyai ilmu tentang sunnah-sunnah Rasulullah hendaknya mencurahkan perhatiannya untuk menyebarkan hadis. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memperintahkan untuk menyebarkannya dalam sabdanya ‘Sampaikan dariku walau satu ayat’. Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari. Menurut Al-Muzhiri, artinya adalah sampaikan dariku hadis-hadisku walaupun sedikit.” (Irsyadus Syari Li Syarhi Shahihil Bukhari, jilid 1, hlm. 4).

2. Menjadi Khalifah Atau Pengganti Rasulullah dalam Menyampaikan Agama
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggelari orang yang mengajarkan hadisnya dengan sebutan khalifah. Dalam sebuah hadisnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ ارْحَمْ خُلَفَائِي , ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ خُلَفَاؤُكَ؟ قَالَ: الَّذِينَ يَأْتُونَ مِنْ بَعْدِي، وَيَرْوُونَ أَحَادِيثِي , وَسُنَّتِي، وَيُعَلِّمُونَهَا النَّاسَ

Ya Allah, rahmati para khalifahku. Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali. Lalu ditanyakan kepada Rasulullah, ‘Siapakah para khalifahmu?’ Beliau bersabda, ‘Orang-orang yang datang setelahku, mereka meriwayatkan hadis-hadis dan sunnahku. Mereka mengajarkannya kepada masyarakat.” (HR. Al-Thabarani, Al-Ramahurmuzi, Al-Ashbahani, dan lainnya).

Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memuji orang-orang yang mengajarkan hadis-hadisnya. Pujian Rasulullah ini tentu merupakan kemuliaan tersediri bagi para pengajar hadis. Tugas Rasulullah adalah menyampaikan ajaran Islam kepada umatnya. Umatnya yang mau bersusah payah mengajarkan hadis adalah para pengganti tugas beliau. Karenanya, beliau memberi mereka gelar “khulafa’i” yang berarti “para penggantiku”.

3. Mendapat Keberkahan dalam Hidup
Orang yang mau mempelajari hadis, baik yang dapat memahami kandungannya maupun yang tidak mampu, akan mendapatkan keberkahan dalam hidup. Rasulullah SAW bersabda,

نضر الله امْرَءًا سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَبَلَّغَهُ غَيْرَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ

Allah akan mencerahkan seseorang yang mendengar sebuah hadis, lalu menghafalkannya hingga menyampaikannya kepada orang lain. Banyak orang yang mengajarkan hadis kepada orang yang lebih ahli dalam memahami kandungannya (HR. Al-Haitsami dalam Mawarid Al-Zham’an Ila Zawaid Ibni Hibban)

Menjelaskan kata “naddhara”/mencerahkan, Imam Al-Khaththabi mengatakan,

النضرة الحسن والرونق، يتعدى ولا يتعدى، وروي بالتخفيف والتشديد، والمعنى خصه تعالى بالبهجة والسرور لما رزق بعلمه ومعرفته، من القدر والمنزلة بين الناس في الدنيا ونعمة في الآخرة، حتى يرى عليه رونق الرخاء ورفيف النعمة. وإنما خص حافظ سنته ومبلغها بهذا الدعاء؛ لأنه سعى في نضارة العلم وتجديد السنة، فجازاه في دعائه له بما يناسب حاله في المعاملة.

Nadhrah berarti indah dan menawan. Transitif dan intransitif. Bisa dibaca ringan dan tasydid. Artinya Allah akan menganugerahinya pesona dan kebahagiaan karena dengan ilmu dan pengetahuannya dia dianugerahi derajat mulia di hadapan masyarakat selama di dunia dan kenikmatan di akhirat. Hingga tampak pada wajahnya keindahan dan tanda kenikmatan. Para penghafal hadis dan pengajar hadis dianugerahi keistimewaan doa ini karena ia telah berupaya membuat ilmu bersinar dan memperbarui sunnah. Rasulullah membalasnya dengan doa yang sesuai dengan kondisi sosialnya (Syarhul Misykat Al-Kasyif An Haqaiq Al-Sunan, jilid 2, hlm. 683)

Dari penjelasan Al-Khaththabi dapat dipahami bahwa nadhrah adalah kebaikan dunia dan akhirat. Ia akan diberikan kepada orang-orang yang mau mempelajari hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kebaikan dunia akhirat itu adalah keberkahan rezeki, kemuliaan di masyarakat dan kenikmatan di akhirat. Keberkahan yang diperoleh para pengkaji hadis telah terbukti sepanjang zaman. Mereka menjadi orang yang paling dicari oleh orang-orang yang ingin belajar agama. Para murid datang dari seluruh penjuru negeri Islam untuk mendapat satu buah hadis. Lalu, hadis yang bersumber darinya disebarkan ke seluruh penjuru dunia Islam disertai penyebutan namanya. Nama para periwayat hadis dikenal oleh penduduk dunia. Khususnya dunia Islam. Mereka dikenal oleh masyarakat luas dan dihormati.

4. Mendapat Derajat Luhur Sebagai Penjaga Agama
Orang yang mempelajari hadis adalah para orang-orang yang sedang menjaga agama. Baik dalam arti menjaga sumber agama yang terpercaya maupun pemahamannya yang lurus. Penjaga agama adalah pekerjaan yang mulia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله ينفون عنه تحريف الغالين وانتحال المبطلين وتأويل الجاهلين

Ilmu ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi. Mereka menghapuskan pengubahan kaum ekstremis, kebohongan para pemalsu dan pemahaman orang-orang bodoh. (HR. Al-Thahawi)

Imam Al-Qasthalani mengatakan,

وفيه تخصيص حملة السُّنَّة بهذه المنقبة العلية، وتعظيم لهذه الأمة المحمدية وبيان لجلالة قدر المحدّثين وعلوّ مرتبتهم في العالين، لأنهم يحمون مشارع الشريعة ومتون الروايات من تحريف الغالين وتأويل الجاهلين، بنقل النصوص المحكمة لرد المتشابه إليها.

Dalam hadis ini terdapat keistimewaan bagi para pengajar hadis dengan derajat yang luhur, juga pengagungan terhadap umat Muhammad, penjelasan keagungan muhadditsin dan tingginya derajat mereka di dunia. Hal ini karena mereka menjaga sumber syariat dan matan riwayat dari pengubahan yang dilakukan oleh orang yang melampuai batas dan pemahaman orang-orang bodoh dengan cara meriwayatkan nash-nash yang jelas untuk mnjelaskan nash yang samar. (Irsyadus Sari Li Syarhi Shahihil Bukhari, jilid 1, hlm. 4)

Berdasarkan keterangan Imam Al-Qasthalani di atas dapat kita simpulkan bahwa orang-orang yang mengkhususkan diri menekuni dan mempelajari hadis-hadis Nabi adalah orang-orang mulia, penjaga sunnah-sunnah Rasulullah dari penyimpangan orang-orang yang sengaja ingin menyimpangkannya. Mereka memiliki derajat yang luhur di antara sekian makhluk yang terdapat di alam semesta (uluwwu martabatihim fil alamin).

Demikian adalah sekelumit keistimewaan yang akan diberikan kepada mereka yang mau mempelajari hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Masih terdapat banyak keistimewaan lain yang akan diberikan, sebagaimana dijelaskan dalam banyak riwayat. Jika ingin mengetahui apa saja keutamaan para pengkaji hadis secara lebih lengkap, kita dapat membaca kitab yang disusun oleh Syekh Al-Khatib Al-Baghdadi (w. 463 H.) yang berjudul Syaraf Ashabil Hadits (kemuliaan para pengkaji hadis).

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...