Beranda Khazanah Dari "Aqua Regia" hingga Prinsip Kekekalan Massa, Tiga Ilmuan Muslim Ini Punya...

Dari “Aqua Regia” hingga Prinsip Kekekalan Massa, Tiga Ilmuan Muslim Ini Punya Kontribusi Besar di Bidang Kimia

Harakah.idTau gak, peradaban Islam tidak hanya melahirkan para ulama yang pakar di bidang keilmuan saja lho! Ada juga beberapa tokoh, sarjana dan pemikir Muslim yang punya kontribusi besar di bidang ilmu-ilmu pengetahuan eksak dan sosial. Tak tanggung-tanggung, mereka dengan tawaran teorinya, ternyata mampu menjadi sumber inspirasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa dan belahan dunia lainnya sampai hari ini.

Kali ini kita akan mengulas 3 kimiawan Muslim yang luar biasa. Yuk simak!

Jabir Ibnu Hayyan

Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan (721-815 H). kimiawan yang dikenal di barat dengan nama Ibn Geber ini lahir di daerah Kuffah dari seorang ayah yang berprofesi sebagai penjual obat. Jabir Ibn Hayyan dikenal sebagai Bapak Kimia Modern karena sumbangsihnya yang besar dalam dunia kimia.

Jabir Ibnu Hayyan adalah ilmuwan yang menemukan asam klorida, asam sitrat, asam nitrat, asam asetat, tehnik distilasi serta tehnik kristalisasi. Ia juga menemukan larutan aqua regia (gabungan antara asam klorida dan asam nitrat) yang biasa dipakai untuk melarutkan emas.

Selain itu, Jabir Ibn Hayyan adalah ilmuan yang mampu mengaplikasikan pengetahuannya di bidang kimia terhadap proses pembuatan besi serta logam lainnya dan juga pencegahan karat. Jabir Ibnu Hayan juga merupakan seorang yang pertama kali mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.

Ar-Razi

Kimiawan selanjutnya yang dikenal dengan nama Rhazes di dunia barat ini lahir di Rayy, Teheran, Iran pada tahun 251 H/865 M. Selain dikenal sebagai tokoh kimia, Al-Razi juga dikenal sebagai tokoh filsafat, logika, matematika dan bidang keilmuan lainnya.

Sumbangsih terbesarnya dalam dunia fisika adalah rumusannya berikut informasi seputar beberapa bentuk reaksi kimia, deskripsi dan desain lebih dari dua puluh instrument untuk analisis kimia. Al-Razi adalah orang pertama yang mampu menghasilkan senyawa asam sulfat dan beberapa jenis asam lain. Tokoh kimia muslim tersebut juga merupakan seorang yang pertama kali memperkenalkan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.

Al-Majriti

Tokoh kimia terakhir kita bernama Al-Majriti. Ia merupakan ilmuwan kimia Muslim yang berasal dari Madrid, Spanyol. Al-Majriti cukup dikenal dengan karyanya yang berjudul Rutbat Al-Hakim. Buku yang banyak dikutip oleh kimiawan Barat itu berisi penjelasan mengenai teknik-teknik pemurnian logam.

Al-Majriti dikenal sebagai orang yang pertama kali membuktikan prinsip-prinsip kekekalan masa, yang delapan abad kemudian dilanjutkan penelitiannya oleh Lavoisser.

Itulah tiga tokoh kimiawan yang memiliki pengaruh dan sumbangsih besar dalam dunia kimia kita hari ini. So, siapa di antara kalian yang bercita-cita atau suka dengan pelajaran kimia? Tokoh-tokoh ini dijadikan inspirasi tentunya…

[TheChamp-Sharing]

[TheChamp-FB-Comments]

REKOMENDASI

Mengagetkan! Habib Rizieq Menolak Diajak Demo, Ingin Fokus Ibadah

Harakah.id - Kalau bentuknya demo, kalian saja yang demo. Gak usah ngundang-ngundang saya. Setuju? Habib Rizieq Menolak Diajak Demo....

Gempa Bumi di Cianjur, Ini Panduan Menyikapinya Menurut Islam

Harakah.id - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, (21/11/2022). Sampai tulisan ini diturunkan, Selasa 22/11, tercatat korban meninggal...

Inilah Gambaran Kecantikan Bidadari Surga dalam Literatur Klasik

Harakah.id - Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa orang-orang beriman akan masuk surga. Di dalam surga, mereka akan mendapatkan balasan yang banyak atas kebaikan...

Hadis yang Menjelaskan Puasa dan Al-Qur’an Dapat Memberi Pemberi Syafaat

Harakah.id - Beruntungnya bagi kita para muslim, terdapat suatu amalan dan kitab suci yang dapat memberikan syafaat untuk kita di hari akhir...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...