Beranda Khazanah Dari Lonceng Sampai Terompet, Beginilah Sejarah Adzan Tercipta Hingga Bentuknya Hari Ini

Dari Lonceng Sampai Terompet, Beginilah Sejarah Adzan Tercipta Hingga Bentuknya Hari Ini

Harakah.idSejarah adzan adalah sejarah Islam itu sendiri. Bukan hanya sebagai petanda masuknya waktu shalat, adzan juga media untuk syiar dakwah.

Sejarah adzan tidak bisa dilepaskan dari sejarah Islam itu sendiri. Adzan hari ini mungkin hanya dijadikan petanda masuknya waktu shalat, tapi di masa lalu, adzan adalah bentuk syiar untuk menyukseskan dakwah Nabi Muhammad. Karena itu, memahami dan mengetahui sejarah adzan menjadi sangat penting bagi kita. 

Selain sebagai syiar Islam, adzan juga menjadi penanda masuk waktu shalat. Dahulu Rasul dan sahabat masih bingung soal penanda awal masuk waktu shalat. Ada yang mengusulkan menggunakan lonceng sebagaimana digunakan agama Nasrani dan ada pula yang mengusulkan terompet seperti agama Yahudi. 

Sampai akhirnya Abdullah bin Zaid bermimpi bertemu seorang yang menyuruhnya untuk mengumandangkan adzan ketika masuk waktu shalat. Mimpi itu kemudian diberi tahu kepada Rasulullah. Rasulullah pun membenarkan mimpi Abdullah bin Zaid, karena Umar bin Khattab juga mengalami hal yang sama. Setelah itu, Bilal bin Rabah diminta untuk mengumandangkan adzan karena suaranya lebih bagus dan lantang.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Sunan Abu Dawud:

عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَرَادَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَذَانِ أَشْيَاءَ لَمْ يَصْنَعْ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ فَأُرِىَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ الأَذَانَ فِى الْمَنَامِ فَأَتَى النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ أَلْقِهِ عَلَى بِلاَلٍ

Abdullah bin Zaid berkata: “Nabi SAW berkeinginan untuk mencari cara dalam memberitahukan waktu salat (adzan), namun beliau belum juga menemukannya”. Abdullah bin Zaid telah bermimpi mengenai kalimat-kalimat adzan dalam tidurnya. Lalu dia mendatangi Nabi SAW untuk memberitahukan hal tersebut, kemudian Nabi SAW pun berkata “Ajarkanlah kata-kata itu kepada Bilal!”.

Sejak itu, adzan mulai digunakan sebagai petanda awal masuk shalat. Sahabat Bilal bin Rabah termasuk muadzin pertama dalam Islam. Keindahan dan kelantangan suara Bilal tidak perlu diragukan lagi. Namun setelah Rasulullah wafat, Bilal tidak mau lagi mengumandangkan adzan. Karena ketika dia ingin kumandangkan adzan, dia selalu teringat dan terkenang dengan Rasulullah. Sehingga kesedihan hatinya tidak terbendung.

Jadi itulah sejarah adzan yang wajib kita ketahui bersama.

REKOMENDASI

Muslim Tapi Musyrik, Kerancuan Stigma dan Pemikiran Kaum Salafi Terkait Konsep Kafir dan Syirik

Harakah.id - Muslim tapi Musyrik adalah stigma dan status yang tampaknya baru lahir belakangan ini. Penyebabnya adalah, ada sebagian kelompok yang...

Kalau Hidup Anda Terasa Sempit Dan Sesak, Coba Amalkan dan Baca Shalawat Fatih Pelapang...

Harakah.id – Shalawat Fatih ini cocok dibaca ketika anda merasa hidup sesak dan sempit. Di satu situasi, kita seringkali merasa hidup...

Kita Sering Diceritakan, Bahwa Di Awal Penciptaan, Seluruh Malaikat Bersujud Kepada Nabi Adam. Benarkah...

Harakah.id - Malaikat bersujud kepada Nabi Adam adalah hal atau peristiwa yang seringkali dikisahkan dalam kisah-kisah permulaan Adam diciptakan oleh Allah....

Syukur Bisa Diungkapkan Dengan Banyak Cara, Salah Satunya Dengan Sujud. Ini Doa Ketika Sujud...

Harakah.id - Sujud Syukur adalah salah satu bentuk ungkapan yang terima kasih dan bersyukur. Syekh Nawawi dalam Nihayah al-Zain, mengutarakan ada...

TERPOPULER

Tradisi Tahlilan 3, 7, 40, 100 Hari Kematian dalam Islam

Harakah.id - Sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan masyarakat Muslim, ketika ada sanak saudara atau keluarga yang meninggal dunia, selalu diadakan...

Mengapa Ada Anak Kiai Tapi Tidak Berjilbab, Inilah Penjelasan Gus Baha’

Harakah.id - Para istri, puteri hingga santriwati pondok pesantren di Indonesia umumnya mengenakan penutup kepala dan baju tertutup, tetapi dengan membiarkan...

Kenapa Orang Indonesia Hobi Baca Surat Yasin? Ternyata Karena Ini Toh…

Harakah.id - Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling disukai orang Indonesia. Dalam setiap kesempatan, Surat Yasin hampir menjadi bacaan...

Empat Kelompok Kristen Radikal di Indonesia, Dari Konflik Lokal Hingga Terkait Jaringan Transnasional

Harakah.id - Ada beragam jenis radikalisme. Radikalisme agama salah satunya. Setiap agama memiliki kelompok radikal, meskipun pada umumnya minoritas dalam kelompok...